Usulan Arsene Wenger: Hapus Nations League, Piala Dunia dan Euro Digelar Tiap 2 Tahun
Yaumil Azis | 13 Oktober 2020 09:47
Bola.net - Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, merasa kalau UEFA Nations League tidak memiliki manfaat apapun bagi penikmat sepak bola. Ketimbang menggelar ajang tersebut, ia lebih menyarankan agar Piala Dunia dan Euro digelar lebih sering.
Penyelenggaraan tiap edisi Piala Dunia dan Euro selalu berjauhan, yakni empat tahun sekali. Konsep ini membuat penikmat sepak bola jadi bisa menikmati salah satu dari pagelaran Piala Dunia atau Euro per dua tahun.
Di sela-sela dua kompetisi tersebut kerap digelar pagelaran kompetisi internasional lain, contohnya Piala Konfederasi. Jika tidak, jeda antar musim seringkali diisi dengan laga-laga kualifikasi Piala Dunia ataupun Euro.
Mulai tahun 2018 kemarin, UEFA memperkenalkan sebuah kompetisi baru yaitu UEFA Nations League. Kompetisi ini dilangsungkan selama satu musim dengan konsep degradasi dan promosi.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Menggelar Kompetisi Sesedikit Mungkin
Sayangnya, euforia kompetisi ini tidak sebesar Piala Dunia ataupun Euro. Wenger pun berpendapat bahwa kompetisi tersebut sebaiknya tidak digelar.
Ketimbang itu, ia merasa kalau waktu yang ada bisa digunakan untuk melangsungkan Piala Dunia dan Euro dua tahun sekali. Sehingga, publik jadi bisa menyaksikan salah satu dari ajang tersebut setiap tahunnya.
"Kami harus menyingkirkan Nations League dan menemukan acara yang bisa dipahami semua orang. Jika anda bertanya di jalan tentang apa itu Nations League, hanya ada sedikit yang bisa memberikan penjelasan," ujarnya kepada Bild.
"Kami harus menggelar kompetisi sesedikit mungkin. Satu Piala Dunia dan Satu Euro setiap dua tahun mungkin bakalan lebih sesuai untuk dunia modern," lanjutnya.
Fokus pada Kualitas Kompetisi
Wenger, yang sekarang menjabat sebagai kepala divisi pengembangan UEFA, mengatakan bahwa proses kualifikasi bisa dipersingkat menjadi satu bulan saja. Dengan demikian, penyelenggara jadi bisa menjual hak siar lebih mudah.
Pria asal Prancis tersebut berkata bahwa FIFA telah membahas gagasannya itu. Ia juga menolak anggapan bahwa mengadakan turnamen besar lebih sering akan membuat publik kehilangan semangat.
"Saya selalu bilang kepada orang-orang yang mengatakan ini bahwa citra tidak berhubungan dengan waktu yang anda tunggu sebelum bermain lagi, namun lebih kepada kualitas dari kompetisinya," tambahnya.
"Toh, orang-orang juga menyaksikan Liga Champions setiap tahunnya. Secara personal, saya pikir ini bakalan menjadi sebuah langkah maju," pungkasnya.
(Goal International)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026: Misi Pecah Batas di Amerika Utara
Piala Dunia 18 April 2026, 20:00
-
Profil Timnas Swedia di Piala Dunia 2026: Jalan Terjal Menuju Kebangkitan
Piala Dunia 18 April 2026, 18:00
-
Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2026: Mencari Bintang ke-5
Piala Dunia 15 April 2026, 22:22
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37











