Cruyff: Tiki-Taka Barca Akar Permainan Spanyol
Editor Bolanet | 2 Juli 2012 16:01
- Legenda hidup , Johan Cruyff menyebut akar permainan saat ini berasal dari tiki-taka . Cruyff menambahkan jika kehadiran gelandang-gelandang Barca di timnas semakin mempermudah aplikasi dari gaya permainan ini.
Sebelumnya Spanyol tidak memiliki gaya permainan sendiri. Tetapi kehadiran dan pemain lainnya yang gaya permainan serupa membentuk gaya permainan Spanyol. Gaya yang mengakar dari konsep dan filosofi Barcelona, yang konstan menjaga aliran bola, ucap Cruyff kepada Marca.
Tak ketinggalan, Cruyff juga memberikan komentar kepada revolusi permainan timnas Italia. Disebutnya jika Azzurri kini bermain lebih kreatif dengan meninggalkan gaya permainan catenaccio yang sebelumnya dipertahankan dalam jangka waktu lama. Spanyol dan Italia kini bermain lebih kreatif. Filosofi permainan ini sudah diterapkan beberapa tahun lalu di Spanyol, tetapi kini Italia berhasil mengadopsinya, imbuh Cruyff.
Italia sebelumnya terbiasa bermain dengan gaya catenaccio, itu yang diinginkan oleh pelatih mereka. Italia bermain dengan gaya itu dalam jangka waktu lama, dan pelatih mereka tidak memberikan kesempatan kepada pemain dengan gaya permainan berbeda, pungkas Cruyff.
Sebelumnya Spanyol mendapat kritikan luar karena permainan 'tiki-taka' mereka dianggap membosankan. Namun dengan gaya permainan yang sama terbukti tim Matador mampu mencatatkan sejarah baru dengan meraih tiga trofi gelar di turnamen besar secara beruntun dalam kurun waktu 4 tahun. (mar/mac)
Sebelumnya Spanyol tidak memiliki gaya permainan sendiri. Tetapi kehadiran dan pemain lainnya yang gaya permainan serupa membentuk gaya permainan Spanyol. Gaya yang mengakar dari konsep dan filosofi Barcelona, yang konstan menjaga aliran bola, ucap Cruyff kepada Marca.
Tak ketinggalan, Cruyff juga memberikan komentar kepada revolusi permainan timnas Italia. Disebutnya jika Azzurri kini bermain lebih kreatif dengan meninggalkan gaya permainan catenaccio yang sebelumnya dipertahankan dalam jangka waktu lama. Spanyol dan Italia kini bermain lebih kreatif. Filosofi permainan ini sudah diterapkan beberapa tahun lalu di Spanyol, tetapi kini Italia berhasil mengadopsinya, imbuh Cruyff.
Italia sebelumnya terbiasa bermain dengan gaya catenaccio, itu yang diinginkan oleh pelatih mereka. Italia bermain dengan gaya itu dalam jangka waktu lama, dan pelatih mereka tidak memberikan kesempatan kepada pemain dengan gaya permainan berbeda, pungkas Cruyff.
Sebelumnya Spanyol mendapat kritikan luar karena permainan 'tiki-taka' mereka dianggap membosankan. Namun dengan gaya permainan yang sama terbukti tim Matador mampu mencatatkan sejarah baru dengan meraih tiga trofi gelar di turnamen besar secara beruntun dalam kurun waktu 4 tahun. (mar/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Kroasia vs Slovenia 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 01:59
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














