Dari Prancis dan Swedia, Kita Belajar Tentang Kejamnya Sepak Bola
Gia Yuda Pradana | 30 Juni 2021 10:51
Bola.net - Delapan tim Euro 2020 gugur di babak 16 besar. Sementara itu, delapan tim lainnya telah memastikan diri lolos ke perempat final. Dari delapan yang gugur, dua di antaranya adalah juara dunia Timnas Prancis dan juara Grup E Timnas Swedia.
Prancis maupun Swedia sejatinya lebih difavoritkan daripada lawan yang mereka hadapi di babak ini. Namun, kejutan demi kejutan terjadi.
Prancis ditahan imbang Swiss, sebelum akhirnya dipaksa takluk lewat adu penalti. Sementara itu, Swedia juga bermain hingga extra time melawan Ukraina, tapi takluk sebelum adu penalti.
Sepak bola memang terkadang begitu kejam. Ini sangat bisa dirasakan oleh pihak yang kalah, terutama setelah berjuang habis-habisan hingga waktu tambahan. Prancis dan Swedia adalah contoh nyata.
Prancis Disingkirkan Swiss, Ya, Prancis Disingkirkan Swiss
Ini awalnya seolah tidak nyata. Namun, begitulah adanya. Sang juara dunia harus tumbang.
Swiss unggul lewat gol Haris Seferovic menit 15. Prancis berbalik memimpin 3-1 lewat sepasang gol Karim Benzema menit 57 dan 59, serta satu gol Paul Pogba menit 75. Kemenangan Prancis musnah setelah Swiss mencetak dua gol balasan melalui Seferovic menit 81 dan Mario Gavranovic menit 90.
Laga berlanjut ke extra time, tapi tak ada gol lagi yang tercipta. Adu penalti pun digelar.
Prancis kalah adu penalti 4-5. Kelima algojo Swiss sukses menjalankan tugas mereka, sedangkan algojo terakhir Prancis gagal. Ironisnya, algojo kelima itu adalah striker muda yang awalnya digadang-gadang bakal bersinar di Euro 2020, yakni Kylian Mbappe.
Kekalahan Menyesakkan Swedia dari Ukraina

Swedia menghadapi Ukraina di Hampden Park, Glasgow, Rabu (30/6/2021). Melawan peringkat tiga Grup C itu, Swedia sejatinya cukup diunggulkan untuk meraih kemenangan.
Namun, Swedia menyerah 1-2. Perjuangan hingga extra time tak membuahkan hasil yang mereka harapkan.
Ukraina unggul terlebih dahulu melalui gol Oleksandr Zinchenko menit 27. Swedia bisa membalas lewat gol Emil Forsberg menit 43. Swedia kehabisan tenaga setelah Marcus Danielson dikartu merah di menit 99, dan Artem Dovbyk kemudian mencetak gol di menit 121 untuk meloloskan Ukraina.
Kejam, Sangat Kejam...

Setelah kalah dari Swiss, pelatih Prancis, Didier Deschamps, berkata kepada TF1: "Kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan untuk berbalik memimpin 3-1."
"Namun, kami kemudian menunjukkan kelemahan-kelemahan. Itu adalah sesuatu yang tidak biasa bagi kami."
"Kalah di adu penalti itu terasa kejam bagi tim manapun."
Komentar senada juga diutarakan oleh penyerang Swedia, Dejan Kulusevski, setelah timnya kalah dari Ukraina.
"Tak seharusnya berakhir begini," tutur Kulusevski kepada TV4.
"Malam sebelumnya, ketika menonton pertandingan Prancis, saya bilang 'sepak bola itu kejam'."
"Hari ini giliran kami yang mengalaminya."
Ya, sepak bola memang terkadang kejam, sangat kejam...
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Andriy Shevchenko: Ballon d'Or, Top Skor, Perempat Final Piala Dunia dan Euro
- Inggris 2-0 Jerman, Ketika Efisiensi Menjadi Pembeda
- Video Euro 2020: Ukraina Menang Dramatis Atas Swedia dan Lolos ke Perempat Final
- Video Euro 2020: Timnas Inggris Tumbangkan Timnas Jerman dengan Skor 2-0
- Fans Ramai-ramai Memuji Kehebatan Ceko: Ampuh, Pasukan Jeruk Dijadiin Ayam Sayur
- Suara Fans tentang Bruno Fernandes di Euro 2020: AFK, Gagal Total, Mas-mas Biasa di Timnas
- Suara Fans: Messi Cukur Janggut, Bolivia Tekuk Lutut, Final Brasil vs Argentina Yuk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 6 Maret 2026
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 19:55
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persis 5 Maret 2026
Bola Indonesia 4 Maret 2026, 13:18
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20











