Kisah Kalvin Phillips, Dulu Terbiasa Kelaparan Kini jadi Pemain Andalan Timnas Inggris
Yaumil Azis | 9 Juli 2021 15:30
Bola.net - Banyak penikmat sepak bola yang hanya melihat kesuksesan pemain ketika sudah bergelimang harta dan prestasi. Tanpa mengetahui beratnya perjuangan mereka untuk mencapai titik tertinggi di dalam karirnya.
Tidak semua pesepakbola mengawali karir, bahkan hidup, dengan segepok poundsterling di kantongnya. Begitu juga dengan Kalvin Mark Phillips, pria kelahiran 2 Desember 1995 yang belakangan ini kerap dibicarakan setelah tampil gemilang bersama Inggris di Euro 2020.
Karir sepak bola Phillips dimulai begitu dirinya memasuki akademi klub bernama Wortley. Ia mendapatkan kesempatan untuk pindah ke Leeds United ketika usianya masih 14 tahun pada 2010 silam, dan berhasil menembus tim utama di 2014.
Sebelum Euro 2020, Phillips mungkin cuma dibicarakan di kalangan penikmat sepak bola Inggris khususnya fans Leeds United. Sebab, ia belum pernah memperkuat tim raksasa yang memiliki basis penggemar dengan cakupan dunia.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kisah Masa Kecil
Phillips tidak dilahirkan di keluarga berada. Ada beberapa momen di mana dirinya harus menahan lapar karena keluarganya tidak memiliki uang untuk membeli makan.
Bukan berarti orang tuanya tidak berusaha untuk menafkahi Phillips dan ketiga saudaranya. Malahan, ibunya yang bernama Lindsay patut mendapatkan kredit setinggi-tingginya karena dengan tulus merawat dan mengasuh Phillips sejak kecil.
"Ada masa di mana ibu saya tidak makan pada malam hari karena harus memberi kami makan. Ibu saya menjalani dua pekerjaan untuk menghasilkan cukup uang agar kami bisa makan. Nenek pun ikut makan," ujarnya dalam wawancara bersama The Times pada tahun 2020 lalu.
Pengorbanan Lindsay membesarkan keempat anaknya begitu luar biasa. Kata Phillips, sang ibu sampai merelakan punggungnya berbaring di sofa agar anak-anaknya bisa terlelap dalam mimpi indah di atas kasur empuk.
Makan Gratis di Sekolah
Pemerintah Inggris punya kebijakan yang patut diapresiasi. Mereka mensubsidi sejumlah sekolah untuk menyediakan makanan gratis buat anak-anak kurang mampu. Phillips merupakan salah satunya orang yang menikmati kebijakan itu meskipun harus menahan malu.
"Saya biasa mendapatkan makanan gratis di sekolah. Saya melihat anak-anak datang dengan makan siang kemasan, menikmati roti sandwich dan cokelat batangan," katanya.
"Beberapa anak kerap menertawai saya dan berkata, 'Anda mendapatkan makanan gratis dari sekolah'. Saya lalu pulang dan berkata kepada ibu, 'Ma, kenapa saya tidak mendapatkan bekal?' dan ia menjawab 'kita tidak bisa membayarnya'."
Ketika pandemi Covid-19 melanda, pemerintah Inggris menghentikan pasokan makanan gratis ke sekolah-sekolah. Kebijakan tersebut ditentang dengan tegas oleh bintang Manchester United yang sekarang menjadi rekan setim Phillips di Timnas Inggris, Marcus Rashford.
Seperti halnya Phillips, kehidupan Rashford pun terbantu oleh bantuan pemerintah itu sebelum dirinya bisa menikmati gaji sebesar 200 ribu pounds per pekan dari Manchester United. Ketika suaranya tidak diindahkan, Rashford berinisiatif meramaikan media sosial untuk mengajak pengusaha makanan mendonasikan produknya buat masyarakat tidak mampu. Inisiatif tersebut mendapatkan reaksi yang sangat positif.
"Apa yang dilakukan Marcus itu luar biasa besarnya," kata pria berusia 25 tahun tersebut.
Karier Sepak Bola
Phillips menandantangani kontrak resmi pertamanya bersama Leeds United di musim panas tahun 2014. Kendati demikian, ia tak langsung memperkuat tim utama. Ia baru melakoni laga debutnya pada bulan April 2015 ketika Leeds bertemu Wolverhampton di divisi Championship. Sayang, laga pertamanya berakhir dengan kekalahan.
Pada musim 2015/16, Phillips resmi dipromosikan ke tim senior bersama jebolan akademi lainnya seperti Sam Byram, Charlie Taylor, Alex Mowatt, dan Lewis Cook. Ia mendapatkan nomor punggung 27 dan mencatatkan 10 penampilan di Championship.
Setelah itu, Phillips mulai rajin diberikan kesempatan tampil. Ia berhasil mengunci tempat di starting XI dan mengantongi 33 kali penampilan pada musim 2016/17. Situasinya bertahan hingga Leeds promosi ke Premier League di musim panas tahun 2020.
Phillips telah mengantongi total 211 penampilan di berbagai kompetisi bersama Leeds, lengkap dengan torehan 13 gol. Berkat dirinya juga, Leeds United asuhan Marcelo Bielsa bisa bertahan di Premier League kendati muncul sebagai tim promosi.
Posisi dan Gaya Main
Phillips selalu beredar di sektor tengah lapangan bahkan sejak memulai karir sebagai pemain. Hanya saja, perannya cukup sering mengalami perubahan. Membuatnya jadi punya atribut yang cukup lengkap sebagai seorang gelandang.
Selayaknya seorang gelandang, Phillips pandai mendistribusikan bola. Umpan pendek maupun panjang dikuasainya dan tidak asal-asalan. Tepat pada sasaran. Umpan-umpannya seringkali menjadi awalan serangan dari tim yang ia perkuat. Semuanya itu dilakukan tanpa melupakan tugasnya sebagai penyaring serangan lawan sebelum berhadapan dengan lini pertahanan.
Kemampuannya kerap disandingkan dengan pengatur serangan legendaris Italia bernama Andrea Pirlo. Itulah sebabnya sejumlah fans Leeds United sering menyebutnya dengan julukan 'Yorkshire Pirlo'. Kalau ditambah dengan kemampuan bertahannya yang apik, bukan tidak mungkin Phillips melampaui Pirlo suatu hari nanti.
Dipanggil Timnas dan Jadi Andalan Inggris
Phillips memang lahir di Inggris. Namun ia juga memiliki darah Jamaika dan Republik Irlandia yang turun dari kedua orang tuanya. Federasi sepak bola Jamaika bahkan pernah mengajaknya bermain di Timnas Jamaika. Sayang, aksinya bersama Reggae Boyz takkan terwujud.
Pada Agustus 2020, Gareth Southgate memasukkan namanya ke dalam skuat Timnas Inggris. Namun ia baru menjalani debutnya di kancah antarnegara ketika the Three Lions bertemu Denmark dalam ajang UEFA Nations League satu bulan setelahnya.
Setahun berikutnya, Southgate memanggil Phillips lagi untuk ikut serta dalam ajang Euro 2020. Di pentas inilah, namanya dikenal oleh banyak penikmat sepak bola. Ia kebanjiran pujian setelah tampil gemilang ketika Inggris mengalahkan Kroasia dalam laga pertama fase grup bulan Juni lalu.
"Saya tidak mengingat kalau dia pernah melakukan salah umpan di area pembangunan serangan yang berbahaya. Saya pikir dia sangat, sangat bagus dan ketika anda melihat pemain muda semacam ini muncul di panggung besar serta tampil seperti yang dia lakukan, itu fantastis," ujar 'the Special One', Jose Mourinho, kepada talkSPORT.
Phillips diprediksi bakalan tampil sejak menit awal saat Inggris bertemu Italia dalam laga final Euro 2020 hari Senin (12/7/2021) mendatang di Wembley Stadium. From zero to hero, ingatlah namanya: Kalvin Phillips!
Baca Juga:
Starting XI Gabungan Italia dan Inggris di Euro 2020: Pilih Pickford atau Donnarumma?
Starting XI Inggris saat Keok dari Italia di Euro 2012, di Mana Mereka Sekarang?
Bedah Kekuatan Inggris di Euro 2020: Tim Solid, Spirit Tinggi, Tuah Wembley
Starting XI Italia saat Kalahkan Inggris di Euro 2012, di Mana Mereka Sekarang?
Data dan Fakta Final Euro 2020: Italia vs Inggris
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


