Matador Butuh Pedang yang Lebih Tajam untuk Jinakkan Oranye
Gia Yuda Pradana | 23 Maret 2025 11:32
Bola.net - Timnas Spanyol dihadapkan pada sebuah ujian sulit di Mestalla, Senin, 24 Maret 2025. Setelah bermain imbang 2-2 di leg pertama melawan Belanda, mereka harus tampil sempurna di kandang. Kemenangan menjadi harga mati demi tiket semifinal UEFA Nations League 2024/2025.
Dominasi di Rotterdam tak cukup mengantar Spanyol meraih kemenangan. Penguasaan bola lebih baik dan jumlah peluang lebih banyak tak bisa dikonversi menjadi keunggulan. Kini, La Roja harus belajar dari kesalahan untuk menundukkan Oranye.
Mestalla akan menjadi saksi ketangguhan Spanyol. Catatan impresif mereka di kandang harus dipertahankan. Namun, tanpa eksekusi yang lebih tajam, dominasi bisa kembali menjadi sia-sia.
Memanfaatkan Keunggulan Penguasaan Bola
Spanyol selalu dikenal sebagai tim dengan gaya bermain berbasis penguasaan bola. Dominasi 60% di leg pertama membuktikan bahwa mereka mampu mendikte permainan. Namun, itu tak cukup tanpa efektivitas dalam penyelesaian akhir.
Luis de la Fuente perlu memastikan bahwa penguasaan bola di Mestalla bukan sekadar statistik. Spanyol harus mampu menciptakan peluang berbahaya dan mengonversinya menjadi gol lebih cepat.
Di leg pertama, mereka unggul dulu tetapi kehilangan momentum. Kedisiplinan dalam mempertahankan keunggulan sangat krusial agar Belanda tak kembali mencuri kesempatan.
Meredam Winger Belanda
Belanda memiliki senjata utama dalam kecepatan para pemain sayapnya. Jeremie Frimpong dan Cody Gakpo menjadi ancaman nyata di sisi lapangan. Gol kedua Belanda di leg pertama pun lahir dari pergerakan cepat mereka.
Spanyol harus lebih disiplin dalam bertahan. Bek sayap mereka tak boleh terlalu maju tanpa perlindungan yang cukup. Jika Frimpong dan Gakpo dibiarkan leluasa, Spanyol bisa kembali kecolongan.
Koordinasi antara lini tengah dan lini belakang menjadi kunci. Jika pressing terlalu tinggi tanpa keseimbangan, serangan balik Belanda bisa menjadi mimpi buruk.
Memaksimalkan Konversi Peluang
Nico Williams dan Pedri menunjukkan sinergi yang baik di leg pertama. Kombinasi mereka menghasilkan gol cepat yang sempat memberi keunggulan bagi Spanyol. Namun, lini depan harus lebih klinis di laga penentuan ini.
Mikel Merino bisa kembali menjadi faktor pembeda. Golnya di menit akhir di Rotterdam membuktikan pentingnya pemain yang bisa datang dari lini kedua. Pemanfaatan bola mati juga bisa menjadi senjata tambahan.
Selain itu, efektivitas ujung tombak di depan gawang akan sangat menentukan. Spanyol membutuhkan seorang finisher yang bisa mengubah peluang menjadi gol tanpa banyak sentuhan.
Menjaga Fokus hingga Peluit Akhir
Belanda menunjukkan ketangguhannya di leg pertama. Meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-81, mereka hampir menang. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki daya juang tinggi.
Spanyol tak boleh lengah, bahkan jika sudah unggul. Fokus harus dijaga sepanjang 90 menit, terutama di menit-menit akhir. Belanda bisa mencuri gol kapan saja jika diberi celah sekecil apa pun.
Kesabaran dan kedisiplinan menjadi faktor utama. Jika Spanyol bisa menjaga mentalitas hingga akhir laga, peluang mereka untuk melaju ke semifinal akan semakin besar.
Pembuktian di Mestalla
Spanyol punya semua modal untuk menyingkirkan Belanda. Penguasaan bola yang lebih baik, catatan kandang impresif, dan kedalaman skuad yang mumpuni menjadi keunggulan utama mereka.
Namun, semua itu akan sia-sia tanpa eksekusi yang lebih tajam. Jika ingin melaju ke semifinal, La Roja harus mengasah pedangnya dan memastikan setiap peluang berbuah gol.
Mestalla harus menjadi arena di mana mereka menunjukkan kualitas sejati mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:05
-
Inter Jadi Korban Efisiensi Mematikan Bodo/Glimt
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:53
-
Andai Saja Inter Milan Mampu Memecah Kebuntuan Lebih Awal
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:22
-
Kandasnya Perlawanan Inter Milan
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:11
-
Akanji Jadi Titik Lemah, Hauge Tunjukkan Kelasnya
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:59
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
-
Alasan di Balik Langkah Cristiano Ronaldo Membeli Saham Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:54
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli 25 Persen Saham Klub Asal Spanyol Yakni Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:20
-
Live Streaming Bologna vs Brann - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Nottm Forest vs Fenerbahce - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Celta Vigo vs PAOK - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Kemenangan yang Menyisakan Banyak Masalah, Real Madrid Tidak Begitu Meyakinkan!
Liga Champions 26 Februari 2026, 19:44
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58



