Prandelli Bedah Taktik Italia
Editor Bolanet | 29 Juni 2012 04:53
- Cesare Prandelli memaparkan bagaimana menekuk 2-1 di semifinal Euro 2012.
Dalam laga yang digelar di Warsawa itu, Jumat (29/6), Mario Balotelli membawa Azzurri unggul dengan dua golnya di babak pertama sebelum Mesut Ozil menipiskan selisih skor lewat titik putih pada menit-menit akhir pertandingan.
Prandelli, sang pelatih Azzurri, pun menjelaskan taktik yang diterapkan Italia untuk meruntuhkan Jerman dan merebut tiket ke babak final.
Di 15 menit terakhir, kami membuang dua kesempatan emas untuk memperbesar keunggulan. Beberapa pemain juga sudah mulai kehabisan tenaga, jadi kami dipaksa bertahan. Tapi, secara keseluruhan, itu adalah penampilan yang luar biasa (dari Italia), terang Prandelli usai laga menegangkan serta melelahkan melawan Die Mannschaft.
Kami melakukan apa yang kami rencanakan dari awal, menusuk dari tengah lewat Riccardo Montolivo dan mengandalkan Antonio Cassano untuk bermain one-against-one.
Prandelli lalu memuji Balotelli dan membagi pendapatnya tentang pertandingan mereka berikutnya, final melawan .
Karier Balotelli baru saja dimulai. Jika dilihat dari pengalaman dan konsistensi, Spanyol adalah favorit. Tapi, kami sudah berada di tempat yang sama dengan mereka, kata Pandelli.
Dia juga mengingatkan agar semua orang kini menghormati kerja keras pasukannya.
Kami sudah menunjukkan semangat kami dengan seragam ini, dan semua orang kini sebaiknya menaruh respek setiap kali berbicara tentang Italia, pungkas Prandelli.
Partai pamungkas antara Spanyol melawan Italia untuk memperebutkan gelar raja Eropa dimainkan di Olympic Stadium, Kiev, 1 Juli yang akan datang. [initial]
PIALA EROPA - Chiellini: Mimpi Belum Berakhir (foti/gia)
Dalam laga yang digelar di Warsawa itu, Jumat (29/6), Mario Balotelli membawa Azzurri unggul dengan dua golnya di babak pertama sebelum Mesut Ozil menipiskan selisih skor lewat titik putih pada menit-menit akhir pertandingan.
Prandelli, sang pelatih Azzurri, pun menjelaskan taktik yang diterapkan Italia untuk meruntuhkan Jerman dan merebut tiket ke babak final.
Di 15 menit terakhir, kami membuang dua kesempatan emas untuk memperbesar keunggulan. Beberapa pemain juga sudah mulai kehabisan tenaga, jadi kami dipaksa bertahan. Tapi, secara keseluruhan, itu adalah penampilan yang luar biasa (dari Italia), terang Prandelli usai laga menegangkan serta melelahkan melawan Die Mannschaft.
Kami melakukan apa yang kami rencanakan dari awal, menusuk dari tengah lewat Riccardo Montolivo dan mengandalkan Antonio Cassano untuk bermain one-against-one.
Prandelli lalu memuji Balotelli dan membagi pendapatnya tentang pertandingan mereka berikutnya, final melawan .
Karier Balotelli baru saja dimulai. Jika dilihat dari pengalaman dan konsistensi, Spanyol adalah favorit. Tapi, kami sudah berada di tempat yang sama dengan mereka, kata Pandelli.
Dia juga mengingatkan agar semua orang kini menghormati kerja keras pasukannya.
Kami sudah menunjukkan semangat kami dengan seragam ini, dan semua orang kini sebaiknya menaruh respek setiap kali berbicara tentang Italia, pungkas Prandelli.
Partai pamungkas antara Spanyol melawan Italia untuk memperebutkan gelar raja Eropa dimainkan di Olympic Stadium, Kiev, 1 Juli yang akan datang. [initial]
PIALA EROPA - Chiellini: Mimpi Belum Berakhir (foti/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
-
Membandingkan Debut Zidane, Mancini, Van Bommel, Xavi, Klopp, dan Jorge Jesus
Piala Eropa 26 September 2026, 06:20
-
Hasil Italia vs Belgia: Periode Kedua Mancini Diawali dengan Kekalahan
Piala Eropa 26 September 2026, 05:34
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
-
Hasil Leipzig vs Man City: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 3-2
Liga Champions 5 November 2026, 06:17
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




