Tak Menyanyikan Lagu Kebangsaan, Skuad Jerman Dikritik
Editor Bolanet | 4 Juli 2012 17:15
- Belum juga hilang kekecewaan mereka karena tersingkir oleh , para pemain timnas kini dikritik banyak pihak karena tidak ikut menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan semifinal Euro minggu lalu.
Tak seperti tim Azzurri yang terlihat sangat bersemangat menyanyikan lagu kebangsaan mereka, skuad Jerman rata-rata hanya diam ketika lagu dikumandangkan.
Sudah sewajarnya para pemain ikut menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka kan bermain untuk timnas, bukan untuk diri mereka sendiri, ujar perdana menteri negara bagian Hesse, Volker Bouffier, kepada harian Bild.
Perdana menteri Bavaria, Joachim Herrmann, mengatakan hal senada Lagu kebangsaan adalah bagian dari pertandingan nasional dan timnas. Jika ada yang enggan menyanyikannya, harusnya dia tinggal di klub saja.
Di Jerman, adalah hak negara bagian yang bersangkutan untuk menentukan apakah murid-murid sekolah harus menghafal lagu kebangsaan. Di kota Bavaria yang konservatif, hal itu bersifat wajib. Sedangkan di Berlin, pilihan itu diserahkan pada guru.
Patriotisme memang masih menjadi isu sensitif di Jerman. Ini dipengaruhi oleh masa rezim Nazi regime, Perang Dunia II, dan terpecahnya negara tersebut menjadi Jerman Barat yang beraliran kapitalis dan Jerman Timur yang beraliran komunis.
Menurut sejarawan Paul Nolte, setelah dua era diktator yang melanggar simbol dan patriotisme Jerman, sebagian besar masyarakat tak tahu harus bersikap bagaimana dengan lagu kebangsaan mereka.
Musik dari lagu yang berjudul Das Lied der Deutschen itu sendiri diciptakan oleh Joseph Haydn pada tahun 1797. Penyair bernama August Heinrich Hoffmann von Fallersleben menambahkan lirik ke komposisi musik Haydn pada tahun 1841.
Lagu tersebut terkenal dengan baris pembukanya yang berbunyi: Deutschland, Deutschland uber alles (Jerman, Jerman di atas segalanya). Bagian ini dihilangkan setelah berakhirnya era Nazi.
Kini, mereka hanya menyanyikan bait ke tiga, yang dimulai dengan baris yang berarti Persatuan, hukum, dan kemerdekaan bagi tanah air Jerman. (fft/syp)
Tak seperti tim Azzurri yang terlihat sangat bersemangat menyanyikan lagu kebangsaan mereka, skuad Jerman rata-rata hanya diam ketika lagu dikumandangkan.
Sudah sewajarnya para pemain ikut menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka kan bermain untuk timnas, bukan untuk diri mereka sendiri, ujar perdana menteri negara bagian Hesse, Volker Bouffier, kepada harian Bild.
Perdana menteri Bavaria, Joachim Herrmann, mengatakan hal senada Lagu kebangsaan adalah bagian dari pertandingan nasional dan timnas. Jika ada yang enggan menyanyikannya, harusnya dia tinggal di klub saja.
Di Jerman, adalah hak negara bagian yang bersangkutan untuk menentukan apakah murid-murid sekolah harus menghafal lagu kebangsaan. Di kota Bavaria yang konservatif, hal itu bersifat wajib. Sedangkan di Berlin, pilihan itu diserahkan pada guru.
Patriotisme memang masih menjadi isu sensitif di Jerman. Ini dipengaruhi oleh masa rezim Nazi regime, Perang Dunia II, dan terpecahnya negara tersebut menjadi Jerman Barat yang beraliran kapitalis dan Jerman Timur yang beraliran komunis.
Menurut sejarawan Paul Nolte, setelah dua era diktator yang melanggar simbol dan patriotisme Jerman, sebagian besar masyarakat tak tahu harus bersikap bagaimana dengan lagu kebangsaan mereka.
Musik dari lagu yang berjudul Das Lied der Deutschen itu sendiri diciptakan oleh Joseph Haydn pada tahun 1797. Penyair bernama August Heinrich Hoffmann von Fallersleben menambahkan lirik ke komposisi musik Haydn pada tahun 1841.
Lagu tersebut terkenal dengan baris pembukanya yang berbunyi: Deutschland, Deutschland uber alles (Jerman, Jerman di atas segalanya). Bagian ini dihilangkan setelah berakhirnya era Nazi.
Kini, mereka hanya menyanyikan bait ke tiga, yang dimulai dengan baris yang berarti Persatuan, hukum, dan kemerdekaan bagi tanah air Jerman. (fft/syp)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kabar Baik MU! Klub Inggris Ini Siap Tebus Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juni 2026, 21:01
-
Julian Alvarez Sulit, Barcelona Kejar Striker Manchester United Ini
Liga Spanyol 22 Juni 2026, 20:47
-
2 Alasan MU Pede Mateus Fernandes Tidak akan Berpaling ke Tottenham
Liga Inggris 22 Juni 2026, 20:35
-
Update Transfer Ederson ke MU: Kapan Bakal Diumumkan Setan Merah?
Liga Inggris 22 Juni 2026, 19:03
-
Saingi MU, PSG juga Kejar Bintang Timnas Belanda Ini
Liga Inggris 22 Juni 2026, 18:37
-
Kylian Mbappe Buka Peluang Bermain di MLS pada Masa Depan
Liga Spanyol 22 Juni 2026, 17:50
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Swiss vs Kanada 25 Juni 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 17:47
-
Lionel Scaloni Tegaskan Argentina Tetap Bersatu untuk Dukung Lionel Messi
Piala Dunia 22 Juni 2026, 17:20
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Maroko vs Haiti 25 Juni 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 17:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Skotlandia vs Brasil 25 Juni 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 16:44
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28






