Berkuda: Ardi Hapsoro Gagal Raih Medali Emas
Editor Bolanet | 18 November 2011 19:07
- Atlet berkuda Indonesia Ardi Hapsoro Hamidjojo menyatakan kekalahan tim berkuda Indonesia dari Thailand dikarenakan kuda yang ditungganginya mengalami cedera.
Kaki kuda saya pincang sehingga dalam pertandingan lompat (jumping) banyak melakukan kesalahan, kata Ardi usai menyelesaikan pertandingan tri lomba, di Depok, Jumat (18/11).
Ia mengatakan dalam pertandingan perdana tunggang serasi kita tertinggal 9 poin, namun mampu membalikkan keadaan ketika melakukan pertandingan cross country atau lintas alam dengan unggul 17 poin.
Ini yang membuat kita sebenarnya optimis merebut medali emas dalam nomor tri lomba tersebut, katanya.
Namun kata dia ketika akan melakukan pertandingan lompat (jumping) kuda Autum Spirit 2 mengalami kondisi yang kurang sehat akibat kelelahan menjalani pertandingan lintas alam.
Sebenarnya memang kuda saya tak layak bertanding karena pincang, namun dipaksakan untuk bertanding dan inilah hasilnya, jelasnya.
Dikatakannya jika saya tidak bertanding maka otomatis Thailand akan menjuarai lomba tersebut. Hasil yang dicapai kita tertinggal 4 poin dari Thailand, ujarnya.
Hal yang sama dikatakan oleh tim berkuda Indonesia, Anto Budiarto, ia mengatakan dirinya sudah melakukan hal yang maksimal, namun karena kuda Ardi mengalami cedera maka hasilnya kurang memuaskan.
Ia mengatakan padahal dalam latihan sehari-hari kuda tersebut tidak ada masalah. Namun ia mengakui tim Thailand merupakan tim yang tangguh dan sulit dikalahkan.
Tim berkuda Thailand menyabet dua medali emas dan satu perak untuk nomor beregu dan individu eventing atau tri lomba SEA Games 2011.
Untuk beregu Thailand memperoleh poin 213.6, Indonesia (217.5) dan Myamar (1296.3).
Pada Pertandingan yang digelar Jumat sore tersebut para atlet Indonesia hanya memperoleh medali perak dan perunggu yang dihasilkan dari beregu dan individu.
Tim Myanmar memperoleh satu medali perunggu dari nomor tri lomba beregu.
Untuk nomor tri lomba individu medali emas dan perak direbut Thailand yaitu Promton Kingwan dengan kudanya Val 3 dan Supap Khaw-Ngam (Ardbohill Lad) dengan perolehan nilai 59.40 dan 65.00.
Pada nomor individu, Indonesia hanya meraih medali perunggu oleh Anto Budiarto dengan kudanya Red Star yang memperoleh nilai 69.50.
Pada pertandingan berkuda, tuan rumah Indonesia menurunkan lima atlet yaitu Albert Pelealu dengan kudanya Edo Budi Luhur, Asep Lesmana (Kelecyn Chessa Peak), Pingkan Motira (Start Wicky), Anto Budiarto (Red Star), dan Ardi Hapsoro Hamidjojo (Autum Spirit 2).
Pingkan Motira terpaksa tersisih dari pertandingan tersebut karena terjatuh ketika menyelesaikan nomor cross country atau lintas alam. Pingkan terjatuh ketika melintasi rintangan dari 12b ke 12c. Begitu juga dengan Asep Lesmana yang tereliminasi pada pertandingan lintas alam.
Pertandingan tri lomba atau eventing diawali dengan nomor dressage atau tunggang serasi, kemudian cross-country atau lintas alam dan terakhir lompatan atau jumping.
Sebelumnya tim berkuda Indonesia berhasil meraih emas pertama cabang olahraga berkuda untuk nomor tunggang serasi. Raihan emas tersebut merupakan yang pertama cabang berkuda selama Indonesia mengikuti SEA GAMES.
Dalam nomor tunggang serasi Tim Indonesia diperkuat oleh Ferry Wahyu Hadiyanto dengan kuda tunggangannya bernama Bonita, Djolfi momongan (Wyatt Earp), Alvaro Menayang (Desperado 172) dan Larasati Gading (Wallenstein 145). (ant/mac)
Kaki kuda saya pincang sehingga dalam pertandingan lompat (jumping) banyak melakukan kesalahan, kata Ardi usai menyelesaikan pertandingan tri lomba, di Depok, Jumat (18/11).
Ia mengatakan dalam pertandingan perdana tunggang serasi kita tertinggal 9 poin, namun mampu membalikkan keadaan ketika melakukan pertandingan cross country atau lintas alam dengan unggul 17 poin.
Ini yang membuat kita sebenarnya optimis merebut medali emas dalam nomor tri lomba tersebut, katanya.
Namun kata dia ketika akan melakukan pertandingan lompat (jumping) kuda Autum Spirit 2 mengalami kondisi yang kurang sehat akibat kelelahan menjalani pertandingan lintas alam.
Sebenarnya memang kuda saya tak layak bertanding karena pincang, namun dipaksakan untuk bertanding dan inilah hasilnya, jelasnya.
Dikatakannya jika saya tidak bertanding maka otomatis Thailand akan menjuarai lomba tersebut. Hasil yang dicapai kita tertinggal 4 poin dari Thailand, ujarnya.
Hal yang sama dikatakan oleh tim berkuda Indonesia, Anto Budiarto, ia mengatakan dirinya sudah melakukan hal yang maksimal, namun karena kuda Ardi mengalami cedera maka hasilnya kurang memuaskan.
Ia mengatakan padahal dalam latihan sehari-hari kuda tersebut tidak ada masalah. Namun ia mengakui tim Thailand merupakan tim yang tangguh dan sulit dikalahkan.
Tim berkuda Thailand menyabet dua medali emas dan satu perak untuk nomor beregu dan individu eventing atau tri lomba SEA Games 2011.
Untuk beregu Thailand memperoleh poin 213.6, Indonesia (217.5) dan Myamar (1296.3).
Pada Pertandingan yang digelar Jumat sore tersebut para atlet Indonesia hanya memperoleh medali perak dan perunggu yang dihasilkan dari beregu dan individu.
Tim Myanmar memperoleh satu medali perunggu dari nomor tri lomba beregu.
Untuk nomor tri lomba individu medali emas dan perak direbut Thailand yaitu Promton Kingwan dengan kudanya Val 3 dan Supap Khaw-Ngam (Ardbohill Lad) dengan perolehan nilai 59.40 dan 65.00.
Pada nomor individu, Indonesia hanya meraih medali perunggu oleh Anto Budiarto dengan kudanya Red Star yang memperoleh nilai 69.50.
Pada pertandingan berkuda, tuan rumah Indonesia menurunkan lima atlet yaitu Albert Pelealu dengan kudanya Edo Budi Luhur, Asep Lesmana (Kelecyn Chessa Peak), Pingkan Motira (Start Wicky), Anto Budiarto (Red Star), dan Ardi Hapsoro Hamidjojo (Autum Spirit 2).
Pingkan Motira terpaksa tersisih dari pertandingan tersebut karena terjatuh ketika menyelesaikan nomor cross country atau lintas alam. Pingkan terjatuh ketika melintasi rintangan dari 12b ke 12c. Begitu juga dengan Asep Lesmana yang tereliminasi pada pertandingan lintas alam.
Pertandingan tri lomba atau eventing diawali dengan nomor dressage atau tunggang serasi, kemudian cross-country atau lintas alam dan terakhir lompatan atau jumping.
Sebelumnya tim berkuda Indonesia berhasil meraih emas pertama cabang olahraga berkuda untuk nomor tunggang serasi. Raihan emas tersebut merupakan yang pertama cabang berkuda selama Indonesia mengikuti SEA GAMES.
Dalam nomor tunggang serasi Tim Indonesia diperkuat oleh Ferry Wahyu Hadiyanto dengan kuda tunggangannya bernama Bonita, Djolfi momongan (Wyatt Earp), Alvaro Menayang (Desperado 172) dan Larasati Gading (Wallenstein 145). (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 11 September 2026, 23:51
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


