Egi Melgiansyah: Timnas SEA Games Tahun Ini Lebih Kompak
Editor Bolanet | 17 November 2011 16:26
- Kapten tim nasional Indonesia di SEA Games XXVI/2011, Egi Melgiansyah mengaku sangat bangga atas pencapaiannya selama ini. Termasuk, menjadi kapten Timnas U-23 yang diakuinya tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Meski demikian, pemain asal klub Pelita Jaya tersebut tidak ingin berpuas diri karena perjalanan karirnya sebagai pesepakbola masih sangat panjang. Terlebih, target medali emas di SEA Games belum terwujud.
Apalagi, misi Timnas kali ini untuk menghapus dahaga masyarakat terhadap prestasi medali emas sepak bola di SEA Games, sebut pemain bertinggi 168cm tersebut kepada .
Karena itu, saya terus bekerja keras dan tidak pernah terlalu puas dengan apa yang sudah dicapai, sambung pemain yang mengawali karir di Timnas sejak U-14 pada 2004 tersebut.
Apa yang disampaikan Egi memang benar adanya. Maklum saja, terakhir kali Timnas meraih emas yakni pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Egi juga membagi pengalamannya terkait adanya perbedaan yang signifikan ketika membela Timnas di SEA Games 2009 Laos dengan sekarang.
Timnas yang sekarang lebih kompak dan saling mendukung satu sama lainnya. Selain itu, faktor pelatih juga menentukan. Di SEA Games 2009, komunikasi pemain tidak berjalan baik. Saat itu, pelatih Alberto Bica tidak bisa bahasa Inggris apalagi Indonesia. Nah, lain halnya dengan pelatih Rahmad Darmawan. Para pemain merasa sangat dekat, tutupnya. (bola/esa/row)
Meski demikian, pemain asal klub Pelita Jaya tersebut tidak ingin berpuas diri karena perjalanan karirnya sebagai pesepakbola masih sangat panjang. Terlebih, target medali emas di SEA Games belum terwujud.
Apalagi, misi Timnas kali ini untuk menghapus dahaga masyarakat terhadap prestasi medali emas sepak bola di SEA Games, sebut pemain bertinggi 168cm tersebut kepada .
Karena itu, saya terus bekerja keras dan tidak pernah terlalu puas dengan apa yang sudah dicapai, sambung pemain yang mengawali karir di Timnas sejak U-14 pada 2004 tersebut.
Apa yang disampaikan Egi memang benar adanya. Maklum saja, terakhir kali Timnas meraih emas yakni pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Egi juga membagi pengalamannya terkait adanya perbedaan yang signifikan ketika membela Timnas di SEA Games 2009 Laos dengan sekarang.
Timnas yang sekarang lebih kompak dan saling mendukung satu sama lainnya. Selain itu, faktor pelatih juga menentukan. Di SEA Games 2009, komunikasi pemain tidak berjalan baik. Saat itu, pelatih Alberto Bica tidak bisa bahasa Inggris apalagi Indonesia. Nah, lain halnya dengan pelatih Rahmad Darmawan. Para pemain merasa sangat dekat, tutupnya. (bola/esa/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 4 Maret 2026, 19:49
-
Susul Casemiro, Gelandang MU Ini Bakal Cabut di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 4 Maret 2026, 15:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12












