"Ingin Menang Dari Malaysia? Waspadai Serangan Balik!"
Editor Bolanet | 21 November 2011 17:59
- Apabila ingin memenangi laga final cabang sepak bola SEA Games 2011, Timnas U-23 Indonesia harus mampu belajar dari pengalaman mereka. Hal ini diungkapkan Direktur Pengembangan Usia Muda PSSI, Timo Scheunemann.
Menurut Timo, di pertandingan terakhir fase Grup A melawan Indonesia, Malaysia telah menunjukkan serangan-serangan balik yang mematikan. Bahkan, satu-satunya gol dalam laga tersebut, dicetak oleh penggawa Harimau Malaya melalui skema serangan balik.
Pemain-pemain Indonesia wajib mewaspadai dengan serangan balik pemain Malaysia. Meski di pertemuan lalu mereka mendominasi permainan, Timnas U-23 malah harus kalah karena kebobolan melalui serangan balik yang cepat dan mematikan, ujar pemegang Lisensi A UEFA tersebut pada Bola.net.
Saya rasa, untuk menghadapi serangan balik mereka, Timnas U-23 harus menaruh minimal tiga orang pemain di belakang. Ini penting agar ada pertahanan berlapis untuk menahan kecepatan mereka, imbuhnya.
Selain serangan balik yang mematikan, menurut Timo, para penggawa Malaysia juga memiliki kerja sama tim yang apik dan ditunjang oleh postur para pemain Harimau Malaya yang bagus. Organisasi permainan mereka bagus. Mereka bisa dengan cepat mengubah pola serangan menjadi bertahan dan sebaliknya. Selain itu, postur para pemain mereka bagus, ungkap pria berdarah Jerman itu.
Terakhir, menurut Timo, yang patut mendapat perhatian khusus adalah kekuatan mental yang dimiliki Badrol dan kawan-kawan. Terbukti, meski harus menghadapi angkernya Stadion Utama Gelora Bung Karno, mereka tidak gentar dan bahkan sukses mencuri kemenangan dari tuan rumah, di laga terakhir pertandingan Fase Grup A. (den/end)
Menurut Timo, di pertandingan terakhir fase Grup A melawan Indonesia, Malaysia telah menunjukkan serangan-serangan balik yang mematikan. Bahkan, satu-satunya gol dalam laga tersebut, dicetak oleh penggawa Harimau Malaya melalui skema serangan balik.
Pemain-pemain Indonesia wajib mewaspadai dengan serangan balik pemain Malaysia. Meski di pertemuan lalu mereka mendominasi permainan, Timnas U-23 malah harus kalah karena kebobolan melalui serangan balik yang cepat dan mematikan, ujar pemegang Lisensi A UEFA tersebut pada Bola.net.
Saya rasa, untuk menghadapi serangan balik mereka, Timnas U-23 harus menaruh minimal tiga orang pemain di belakang. Ini penting agar ada pertahanan berlapis untuk menahan kecepatan mereka, imbuhnya.
Selain serangan balik yang mematikan, menurut Timo, para penggawa Malaysia juga memiliki kerja sama tim yang apik dan ditunjang oleh postur para pemain Harimau Malaya yang bagus. Organisasi permainan mereka bagus. Mereka bisa dengan cepat mengubah pola serangan menjadi bertahan dan sebaliknya. Selain itu, postur para pemain mereka bagus, ungkap pria berdarah Jerman itu.
Terakhir, menurut Timo, yang patut mendapat perhatian khusus adalah kekuatan mental yang dimiliki Badrol dan kawan-kawan. Terbukti, meski harus menghadapi angkernya Stadion Utama Gelora Bung Karno, mereka tidak gentar dan bahkan sukses mencuri kemenangan dari tuan rumah, di laga terakhir pertandingan Fase Grup A. (den/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 4 Maret 2026, 19:49
-
Susul Casemiro, Gelandang MU Ini Bakal Cabut di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 4 Maret 2026, 15:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12












