Sepeda: Uyun Muzizah Peraih Emas Terbanyak Indonesia
Editor Bolanet | 21 November 2011 18:25
- Uyun Muzizah menjadi pembalap sepeda yang merebut medali emas terbanyak di cabang ini pada SEA Games XXVI.
Dari pembalap asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut, bisa meraih tiga medali emas yaitu dari nomor omnium, scratch race, dan point race.
Terus terang saya bangga dengan tiga medali emas tersebut tetapi juga sedih karena hari ini atau Senin ini harus tampil maraton (tiga nomor terus menerus), kata Uyun usai penghormatan pemenang di Velodrome Rawamangun, Jakarta, Senin petang.
Menurut pembalap kelahiran 7 Desember 1979, coba kalau kemarin atau Minggu (20/11) tidak ditunda, tentunya emas sudah bisa diraih saat itu karena dua hari pelaksanaan kategori trek Indonesia baru meraih medali perak dan perunggu.
Beberapa nomor pertandingan yang seharusnya digelar Minggu (20/11) terpaksa dimainkan pada Senin (21/11) karena hujan sehingga kondisi Velodrome licin dan membahayakan pembalap.
Tetapi saya merasa bersyukur bisa mendapat tiga medali emas, kata pembalap yang sekarang bertempat tinggal di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), bersama suaminya.
Ia mengakui, persaingan untuk nomor yang diikutinya tidak banyak mengalami perubahan sejak SEA Games 2007 Thailand. Sejak 2007, pesaing saya juga pembalap itu-itu saja sehingga sudah tahu kelemahan dan kelebihannya masing-masing, katanya.
Ia menyebutkan, pesaingnya hanya Fatehah Mustapa (Malaysia), Jutatip Maneephan (Thailand), Chanpeng Nontasin (Thailand), dan lain-lain.
Ketika ditanya bonus Rp600 juta yang akan diterima akan diperuntukkan apa, dia mengakui belum tahu soal itu. Saya belum tahu untuk apa, katanya. (ant/end)
Dari pembalap asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut, bisa meraih tiga medali emas yaitu dari nomor omnium, scratch race, dan point race.
Terus terang saya bangga dengan tiga medali emas tersebut tetapi juga sedih karena hari ini atau Senin ini harus tampil maraton (tiga nomor terus menerus), kata Uyun usai penghormatan pemenang di Velodrome Rawamangun, Jakarta, Senin petang.
Menurut pembalap kelahiran 7 Desember 1979, coba kalau kemarin atau Minggu (20/11) tidak ditunda, tentunya emas sudah bisa diraih saat itu karena dua hari pelaksanaan kategori trek Indonesia baru meraih medali perak dan perunggu.
Beberapa nomor pertandingan yang seharusnya digelar Minggu (20/11) terpaksa dimainkan pada Senin (21/11) karena hujan sehingga kondisi Velodrome licin dan membahayakan pembalap.
Tetapi saya merasa bersyukur bisa mendapat tiga medali emas, kata pembalap yang sekarang bertempat tinggal di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), bersama suaminya.
Ia mengakui, persaingan untuk nomor yang diikutinya tidak banyak mengalami perubahan sejak SEA Games 2007 Thailand. Sejak 2007, pesaing saya juga pembalap itu-itu saja sehingga sudah tahu kelemahan dan kelebihannya masing-masing, katanya.
Ia menyebutkan, pesaingnya hanya Fatehah Mustapa (Malaysia), Jutatip Maneephan (Thailand), Chanpeng Nontasin (Thailand), dan lain-lain.
Ketika ditanya bonus Rp600 juta yang akan diterima akan diperuntukkan apa, dia mengakui belum tahu soal itu. Saya belum tahu untuk apa, katanya. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Chelsea vs Man Utd - Premier League/Liga Inggris
Liga Inggris 19 April 2026, 01:00
-
Juventus Pertimbangkan Ulang Rencana Transfer Striker Timnas Italia
Liga Italia 19 April 2026, 00:22
-
Live Streaming MU vs Chelsea di Vidio Hari Ini 19 April 2026
Liga Inggris 19 April 2026, 00:01
-
Link Nonton Live Streaming Premier League: Chelsea vs MU
Liga Inggris 18 April 2026, 23:30
-
Mengenal Sirkuit Puncak Mario, Tuan Rumah Seri Pertama Yamaha Cup Race 2026
Otomotif 18 April 2026, 23:29
-
Menjajaki Peluang Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid
Liga Spanyol 18 April 2026, 22:38
-
Tempat Menonton Live Streaming Liga Inggris: Chelsea vs Man Utd
Liga Inggris 18 April 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00









