Ski Air: Usia Senja Tak Halangi Daud Wangka Raih Emas
Editor Bolanet | 18 November 2011 10:07
- Usia senja (46 tahun) tidak berpengaruh bagi Daud Fath Wangka untuk menyuguhkan medali emas cabang ski air bagi kontingen Indonesia di SEA Games XXVI di Danau Jakabaring, Palembang.
Menjaga kondisi badan dan latihan rutin serta disiplin yang tinggi merupakan kunci pretasi dan itu saya prediksikan sebelumnya saat berlatih di Pelatnas SEA Games, ujar Daud di Palembang, Jumat.
Atlet asal DKI Jakarta itu mampu menyuguhkan prestasi terbaik bagi Merah Putih. Daud akan terus tampil di ski air hingga memperkuat tim DKI Jakarta di PON XVIII Riau tahun 2012 mendatang.
Setelah itu saya akan turun sebagai pelatih. Tetapi dengan catatan ada atlet junior yang mampu menggantikan posisinya untuk berprestasi bagi Indonesia maupun tim PON DKI, katanya.
Daud yang kini memiliki dua anak dan istri itu sudah menyuguhkan tujuh medali emas bagi Indonesia sejak tahun 1983. Prestasi cukup membanggakan itu patut dicontoh para juniornya dalam menggapai prestasi puncak.
Di cabang ski air SEA Games, Indonesia cukup merajai, namun kali ini persaingan cukup ketat terutama datang dari Malaysia dan Thailand.
Kekuatan dua negara itu diperhatikan para atlet junior yang nantinya dipersiapkan menuju SEA Games XXVII di Myanmar tahun 2013 mendatang, katanya.
Ia mengaku, jika setiap hari berkumpul dan berlatih dengan atlet junior maka perasaannya masih muda sehingga tidak merasa tua untuk berkompetisi.
Hal itu yang membangkitkan saya untuk tampil maksimal setiap pertandingan yang dilakukannya khususnya di nomor slalom putra, tegasnya yang juga dilatih oleh teman satu angkatannya. (ant/row)
Menjaga kondisi badan dan latihan rutin serta disiplin yang tinggi merupakan kunci pretasi dan itu saya prediksikan sebelumnya saat berlatih di Pelatnas SEA Games, ujar Daud di Palembang, Jumat.
Atlet asal DKI Jakarta itu mampu menyuguhkan prestasi terbaik bagi Merah Putih. Daud akan terus tampil di ski air hingga memperkuat tim DKI Jakarta di PON XVIII Riau tahun 2012 mendatang.
Setelah itu saya akan turun sebagai pelatih. Tetapi dengan catatan ada atlet junior yang mampu menggantikan posisinya untuk berprestasi bagi Indonesia maupun tim PON DKI, katanya.
Daud yang kini memiliki dua anak dan istri itu sudah menyuguhkan tujuh medali emas bagi Indonesia sejak tahun 1983. Prestasi cukup membanggakan itu patut dicontoh para juniornya dalam menggapai prestasi puncak.
Di cabang ski air SEA Games, Indonesia cukup merajai, namun kali ini persaingan cukup ketat terutama datang dari Malaysia dan Thailand.
Kekuatan dua negara itu diperhatikan para atlet junior yang nantinya dipersiapkan menuju SEA Games XXVII di Myanmar tahun 2013 mendatang, katanya.
Ia mengaku, jika setiap hari berkumpul dan berlatih dengan atlet junior maka perasaannya masih muda sehingga tidak merasa tua untuk berkompetisi.
Hal itu yang membangkitkan saya untuk tampil maksimal setiap pertandingan yang dilakukannya khususnya di nomor slalom putra, tegasnya yang juga dilatih oleh teman satu angkatannya. (ant/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Roma vs Atalanta: Mario Hermoso
Liga Italia 19 April 2026, 04:18
-
Hasil Chelsea vs Man Utd: Setan Merah Menang Tipis, Amankan Posisi Tiga
Liga Inggris 19 April 2026, 04:07
-
Hasil Roma vs Atalanta: Gol Hermoso Selamatkan Giallorossi
Liga Italia 19 April 2026, 03:53
-
Nonton Live Streaming Chelsea vs Man Utd - Premier League/Liga Inggris
Liga Inggris 19 April 2026, 01:00
-
Juventus Pertimbangkan Ulang Rencana Transfer Striker Timnas Italia
Liga Italia 19 April 2026, 00:22
-
Live Streaming MU vs Chelsea di Vidio Hari Ini 19 April 2026
Liga Inggris 19 April 2026, 00:01
-
Link Nonton Live Streaming Premier League: Chelsea vs MU
Liga Inggris 18 April 2026, 23:30
-
Mengenal Sirkuit Puncak Mario, Tuan Rumah Seri Pertama Yamaha Cup Race 2026
Otomotif 18 April 2026, 23:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00








