Uang Makan Atlet Judo Diduga Dikorupsi
Editor Bolanet | 16 November 2011 07:05
- Di tengah proses kesuksesan Indonesia menjadi pengumpul terbanyak medali sementara di SEA Games XXVI/2011, kejadian memalukan justru muncul ke permukaan. Kali ini datangnya dari cabang judo yang akan dipertandingkan mulai Kamis (17/11). Para kontingen negara peserta mengalami kekurangan makanan. Bahkan, karena stok makanan sudah habis, sebagian judoka dari Thailand hanya makan dengan kerupuk.
“Ini memalukan bangsa. Sebagai warga negara saya malu dengan keadaan ini. Mereka adalah tamu yang perlu kita berikan pelayanan dengan baik. Jangan sampai kalau kita juara umum nanti dituding karena tidak memberikan pelayanan yang baik kepada negara lain,” keluh judoka senior Indonesia, Krisna Bayu kepada , Selasa (15/11).
Salah satu sumber Bola.net yang mewanti-wanti untuk disembunyikan identitasnya mengatakan, banyak pengemplangan terkait uang makan untuk para atlet tersebut. Kabarnya, dalam sehari setiap atlet mendapatkan jatah makan di kisaran Rp250 ribu. Namun, kenyataan di lapangan ternyata berbeda dan memprihatinkan.
“Yang kami terima hanya Rp50 ribu. Lalu, sisa lainnya kemana? Pantas saja atlet negara lain bisa mengalami kekurangan makan. Kalau makan hanya dengan kerupuk tentu sangat memalukan,” ucap sumber tersebut.
Bayu juga menambahkan, hal tersebut sebenarnya tak boleh terjadi. Pasalnya, bukan hanya mencoreng Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), melainkan juga nama Indonesia di mata internasional. Apalagi, Indonesia sebenarnya tengah berada dalam eforia tinggi setelah sukses menempati urutan pertama pengumpulan medali emas.
Karena itu, dia meminta agar masalah tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin. Mumpung judo juga belum dipertandingkan. Dia berharap jika nantinya Indonesia juara umum benar-benar karena perjuangan para judoka di atas lapangan. Bukan karena ada campur tangan yang berasal dari luar lapangan.
“Kalau terus-terusan terjadi seperti ini, tentu sangat memalukan. Karena itu, kami meminta agar hal tersebut harus diselesaikan sebelum pertandingan dimulai. Jangan sampai nama Indonesia dan PB PJSI tercoreng hanya gara-gara hal seperti itu,” tegas judoka yang sukses menyumbangkan emas di SEA Games 2009 tersebut. (esa/mac)
“Ini memalukan bangsa. Sebagai warga negara saya malu dengan keadaan ini. Mereka adalah tamu yang perlu kita berikan pelayanan dengan baik. Jangan sampai kalau kita juara umum nanti dituding karena tidak memberikan pelayanan yang baik kepada negara lain,” keluh judoka senior Indonesia, Krisna Bayu kepada , Selasa (15/11).
Salah satu sumber Bola.net yang mewanti-wanti untuk disembunyikan identitasnya mengatakan, banyak pengemplangan terkait uang makan untuk para atlet tersebut. Kabarnya, dalam sehari setiap atlet mendapatkan jatah makan di kisaran Rp250 ribu. Namun, kenyataan di lapangan ternyata berbeda dan memprihatinkan.
“Yang kami terima hanya Rp50 ribu. Lalu, sisa lainnya kemana? Pantas saja atlet negara lain bisa mengalami kekurangan makan. Kalau makan hanya dengan kerupuk tentu sangat memalukan,” ucap sumber tersebut.
Bayu juga menambahkan, hal tersebut sebenarnya tak boleh terjadi. Pasalnya, bukan hanya mencoreng Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), melainkan juga nama Indonesia di mata internasional. Apalagi, Indonesia sebenarnya tengah berada dalam eforia tinggi setelah sukses menempati urutan pertama pengumpulan medali emas.
Karena itu, dia meminta agar masalah tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin. Mumpung judo juga belum dipertandingkan. Dia berharap jika nantinya Indonesia juara umum benar-benar karena perjuangan para judoka di atas lapangan. Bukan karena ada campur tangan yang berasal dari luar lapangan.
“Kalau terus-terusan terjadi seperti ini, tentu sangat memalukan. Karena itu, kami meminta agar hal tersebut harus diselesaikan sebelum pertandingan dimulai. Jangan sampai nama Indonesia dan PB PJSI tercoreng hanya gara-gara hal seperti itu,” tegas judoka yang sukses menyumbangkan emas di SEA Games 2009 tersebut. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Raphinha Ingin Perpanjang Kontrak dan Pensiun di Barcelona
Liga Spanyol 19 September 2026, 00:15
-
Link Live Streaming Brentford vs Chelsea 19 September 2026
Liga Inggris 18 September 2026, 23:40
-
MU Terpuruk, Michael Carrick Tegaskan Tak Pikirkan Masa Depannya
Liga Inggris 18 September 2026, 23:25
-
Mikel Arteta Bicara Kontrak Baru di Arsenal: Tidak Perlu Khawatir
Liga Inggris 18 September 2026, 22:50
-
Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
Basket 18 September 2026, 22:38
-
Dibandingkan Sir Alex Ferguson, Begini Respons Mikel Arteta
Liga Inggris 18 September 2026, 21:40
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Isenmulang 19 September 2026
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:14
-
Hasil Madura United vs PSIM: Laskar Sape Kerrab Comeback dan Menang 2-1
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:02
-
Wajah Baru Timnas Belanda di Era Xavi Hernandez, Memphis Depay Tidak Dipanggil
Piala Eropa 18 September 2026, 20:34
-
Cristiano Ronaldo Kembali Dipanggil Portugal untuk Nations League
Piala Eropa 18 September 2026, 20:26
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Absen
Tim Nasional 18 September 2026, 20:18
-
Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026 di Vidio
Olahraga Lain-Lain 18 September 2026, 19:42
-
Hasil Voli Putri Asian Games 2026: Indonesia Tunduk dari Jepang, Lolos sebagai Runner-up
Voli 18 September 2026, 19:33
-
Cole Palmer Bangkit di Bawah Xabi Alonso, Kini Kembali ke Timnas Inggris
Liga Inggris 18 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

