3 Pelajaran dari Kemenangan 2-1 Real Madrid atas Espanyol: Pergantian Pemain Jose Mourinho Hampir jadi Blunder!

Asad Arifin | 23 Agustus 2026 10:43
3 Pelajaran dari Kemenangan 2-1 Real Madrid atas Espanyol: Pergantian Pemain Jose Mourinho Hampir jadi Blunder!
Selebrasi Jose Mourinho ketika Real Madrid mencetak gol ke gawang Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Real Madrid berhasil mengamankan tiga poin setelah menang dramatis 2-1 atas Espanyol pada pekan kedua La Liga 2026/2027. Bermain di RCDE Stadium, Los Blancos sempat unggul lewat Jude Bellingham sebelum tuan rumah menyamakan skor.

Espanyol kemudian mampu membuat Real Madrid frustrasi sepanjang babak kedua. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Carlos Espi muncul sebagai penentu kemenangan melalui gol pada menit ke-90.

Advertisement

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi tim asuhan Jose Mourinho untuk melanjutkan perjalanan di La Liga. Namun, kemenangan ini juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang tidak boleh diabaikan Los Blancos.

Ada tiga pelajaran penting yang bisa dipetik Real Madrid dari laga tersebut. Performa Vinicius Jr, kontribusi Carlos Espi, hingga keputusan pergantian pemain Mourinho menjadi sorotan utama.

1 dari 3 halaman

Vinicius Masih Jauh dari Performa Terbaik

Vinicius Masih Jauh dari Performa Terbaik

Pemain Real Madrid merayakan gol Jude Bellingham pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 (c) AP Photo/Joan Monfort

Vinicius menjalani pertandingan yang mengecewakan di RCDE Stadium. Winger asal Brasil itu kesulitan memberikan dampak dan pergerakannya di sisi kiri berkali-kali mampu dibaca pertahanan Espanyol.

Masalah tersebut sudah terlihat sejak babak pertama ketika Vinicius beberapa kali kehilangan bola dan bahkan mendapat teguran dari Bellingham agar lebih aktif melakukan pressing. Setelah jeda, situasinya tidak banyak berubah karena upaya dribelnya juga kerap dihentikan pemain bertahan lawan.

Statistiknya mempertegas penampilan buruk tersebut. Vinicius menuntaskan laga tanpa menciptakan peluang, hanya melepaskan satu tembakan dan menyelesaikan 10 operan selama bermain 90 menit.

Kondisi tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Mourinho. Real Madrid membutuhkan Vinicius dalam kondisi terbaik jika ingin tampil konsisten, terutama ketika menghadapi tim yang bertahan dengan blok rendah dan disiplin.

2 dari 3 halaman

Mourinho Harus Lebih Cermat Mengganti Pemain

Mourinho Harus Lebih Cermat Mengganti Pemain

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho bereaksi sebelum laga persahabatan antara Ferencvaros vs Real Madrid di Groupama Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu, 8 Agustus 2026 (c) Boglarka Bodnar/MTI via AP

Keputusan Mourinho dalam melakukan pergantian pemain nyaris membuat Real Madrid kehilangan dua poin. Salah satu yang paling dipertanyakan adalah keputusan menarik Arda Guler pada menit ke-64.

Guler tampil sebagai pengatur serangan paling efektif Real Madrid. Dalam waktu sekitar satu jam, pemain Turki itu menciptakan tujuh peluang, terbanyak di pertandingan, sekaligus menyumbang satu assist dan hanya melakukan tiga kesalahan operan.

Setelah Guler keluar, kreativitas Real Madrid menurun drastis. Espanyol semakin nyaman bertahan dan mampu meredam serangan Los Blancos hingga akhirnya Espi mencetak gol pada menit ke-90.

Mourinho juga baru memasukkan Trent Alexander-Arnold pada menit ke-80. Keputusan tersebut memang tidak berujung fatal karena Real Madrid akhirnya menang, tetapi laga di Catalonia menunjukkan bahwa Mourinho perlu lebih tepat dalam menentukan waktu pergantian pemain.

3 dari 3 halaman

Carlos Espi Bisa Jadi Opsi Serius

Carlos Espi Bisa Jadi Opsi Serius

Carlos Espi merayakan gol yang dicetaknya saat Real Madrid bertemu Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 (c) AP Photo/Joan Monfort

Enam pemain anyar Real Madrid menjalani debut kompetitif pada laga melawan Espanyol. Bernardo Silva, Denzel Dumfries, dan Ibrahima Konaté tampil sebagai starter, sedangkan Yan Diomande, Marc Cucurella, dan Carlos Espi masuk dari bangku cadangan.

Di antara para rekrutan anyar tersebut, Espi datang dengan sorotan paling minim. Real Madrid mengaktifkan klausul pelepasan senilai 25 juta euro untuk memboyong penyerang tersebut, yang awalnya diproyeksikan berada di belakang Kylian Mbappe dan Endrick dalam hierarki lini depan.

Namun, Espi perlahan mengubah pandangan Mourinho melalui performanya selama pramusim. Kesempatan menjadi lebih besar setelah Endrick mengalami masalah otot menjelang laga pembuka, dan Espi langsung menjawab kepercayaan itu dengan gol kemenangan hanya 10 menit setelah masuk.

Espi pun meninggalkan Catalonia sebagai pahlawan Real Madrid. Performa tersebut menjadi sinyal bahwa pemain asal Spanyol itu bisa menjadi opsi penting di lini depan Los Blancos sepanjang musim.

Sumber: FotMob

LATEST UPDATE