3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana

Asad Arifin | 17 Agustus 2026 20:16
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Skuad Barcelona merayakan gol Raphinha ke gawang Real Betis di Liga Spanyol, Senin (18/05/2026). (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Bola.net - Tiga tahun setelah resmi menjabat sebagai direktur olahraga Barcelona, Deco berada di titik penting dalam perjalanan kariernya di Camp Nou. Masa kepemimpinannya memang tidak lepas dari keputusan kontroversial, tetapi perkembangan terbaru mulai mengubah cara kinerjanya dinilai.

Pada periode awal, nama Deco kerap dikaitkan dengan persoalan transfer dan kondisi finansial klub. Perekrutan Vitor Roque menjadi salah satu contoh paling mencolok karena investasi besar Barcelona tidak berbanding lurus dengan kontribusi sang pemain.

Advertisement

Namun, memasuki 2026, Barcelona mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Penunjukan Hansi Flick, perbaikan komposisi skuad, serta keberanian melepas pemain pada waktu yang tepat menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.

Deco tentu belum bisa disebut berhasil sepenuhnya. Akan tetapi, tiga tahun terakhir memperlihatkan bahwa pekerjaannya mulai memiliki pola yang lebih jelas dan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh satu atau dua keputusan transfer.

1 dari 3 halaman

Penunjukan Hansi Flick Jadi Keputusan Penting

Penunjukan Hansi Flick Jadi Keputusan Penting

Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Keputusan terbesar Deco adalah menunjuk Hansi Flick pada 2024. Pilihan tersebut sempat menimbulkan keraguan karena pengalaman Flick bersama Timnas Jerman.

Deco melihat kecocokan antara gaya Flick dan skuad Barcelona, terutama para pemain muda. Keputusan itu kemudian terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing tim.

Flick berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pemain muda bersama para pemain berpengalaman. Hingga 2026, ia telah mempersembahkan lima trofi untuk Barcelona.

Keberhasilan tersebut membuat penunjukan Flick menjadi salah satu keputusan terbaik Deco. Ia menemukan pelatih yang mampu membangun identitas baru Barcelona.

2 dari 3 halaman

Strategi Transfer Mulai Lebih Terarah

Strategi Transfer Mulai Lebih Terarah

Anthony Gordon bergabung dengan Barcelona. (c) AP Photo/Joan Mateu

Barcelona juga mulai menunjukkan perubahan dalam aktivitas transfer. Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Jesse Bisiwu disebut memperkuat skuad, sementara Rodri menjadi target ambisius berikutnya.

Perubahan terlihat dari keberanian klub menjual pemain pada waktu yang tepat. Barcelona tidak lagi membiarkan aset kehilangan nilai sebelum mengambil keputusan.

Ferran Torres menjadi contoh utama setelah dilepas dengan nilai €50 juta. Transfer tersebut juga membantu Barcelona menciptakan ruang dalam anggaran gaji.

Ansu Fati menghasilkan €11 juta, sedangkan Jofre Torrents diperkirakan memberi sekitar €6 juta termasuk variabel. Penjualan pemain lain seperti Inaki Pena dan Aron Yaakobishvili turut menunjukkan pendekatan baru Barcelona.

3 dari 3 halaman

Masih Banyak Pekerjaan Menanti Deco

Masih Banyak Pekerjaan Menanti Deco

Pemain Argentina Julian Alvarez dalam laga sepak bola Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair di Kansas City, Missouri, Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Charlie Riedel

Strategi perekrutan Barcelona kini mulai disesuaikan dengan kebutuhan tim dan gaya permainan Flick. Gordon membawa kecepatan, Adeyemi menawarkan fleksibilitas, sementara Rodri berpotensi memperkuat lini tengah secara signifikan.

Namun, Deco belum bisa bersantai. Barcelona masih membutuhkan penyerang setelah kehilangan Robert Lewandowski dan Ferran, sementara Julian Alvarez disebut sulit didapatkan.

Masa depan sejumlah pemain muda juga harus segera dipastikan sebelum bursa transfer ditutup. Artinya, pekerjaan Deco masih jauh dari selesai.

Tiga tahun pertamanya memang penuh kritik dan keputusan kontroversial. Namun, perkembangan pada 2026 menunjukkan Barcelona mulai memiliki arah yang lebih terukur, dan Deco punya kesempatan membuktikan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar momentum sesaat.

Sumber: Barca Universal