5 Pelajaran dari Laga Atletico Madrid vs Barcelona: Kali Ini Tak Ada Maaf Buat Barca dan Hansi Flick
Ari Prayoga | 13 Februari 2026 07:37
Bola.net - Kekalahan telak 0-4 yang diderita Barcelona dari Atletico Madrid pada leg pertama Copa del Rey menjadi tamparan keras bagi pelatih Hansi Flick. Bermain di Estadio Metropolitano, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, Blaugrana tampil jauh dari ekspektasi dan takluk oleh intensitas serta efektivitas permainan tuan rumah.
Empat gol kemenangan Atletico seluruhnya tercipta di babak pertama, masing-masing lewat bunuh diri Eric Garcia, aksi Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez.
Hasil ini menjadi bekal berharga bagi Atletico untuk menghadapi leg kedua. Sebaliknya, Barcelona kini berada dalam situasi sulit dan memerlukan usaha luar biasa untuk membalikkan defisit empat gol tersebut.
Absennya sejumlah pemain kunci seperti Marcus Rashford, Raphinha, dan Pedri sudah menjadi sinyal bahaya sebelum laga dimulai. Namun, tak banyak yang memprediksi Barcelona akan runtuh sedemikian rupa di panggung semifinal.
Berikut lima sorotan utama dari laga yang menjadi malam kelam bagi raksasa Catalan tersebut.
Minim Intensitas, Tak Termaafkan

Kekalahan dalam sepak bola adalah hal wajar. Bahkan tim-tim terbaik sepanjang sejarah pun tak selalu menang. Namun yang sulit diterima adalah kurangnya determinasi dan daya juang.
Sejak menit awal, Atletico tampil lebih lapar. Anak asuh Diego Simeone selalu unggul dalam duel, lebih cepat menyambar bola kedua, serta agresif dalam menekan dan menyerang. Sebaliknya, Barcelona terlihat pasif dan lambat merespons situasi.
Di babak pertama, praktis hanya ada satu tim di lapangan. Intensitas tinggi yang diperagakan tuan rumah membuat lini tengah dan belakang Barca kocar-kacir.
Malam Kelam Alejandro Balde

Secara kolektif Barcelona tampil buruk, tetapi performa Alejandro Balde menjadi salah satu titik terlemah yang paling mencolok.
Sebagai bek kiri yang gemar overlap, Balde diharapkan mampu memberi kontribusi ofensif sekaligus disiplin bertahan. Namun, pada laga ini, ia gagal di kedua aspek tersebut. Umpan silangnya tak efektif, sementara sisi kirinya terus dieksploitasi oleh serangan Atletico.
Beberapa kali pergerakan Giuliano Simeone dengan mudah melewati penjagaannya. Bahkan dalam satu momen, Balde memberi jarak dua yard dan tetap kalah cepat mengejar bola. Sisi kiri pertahanan Barcelona menjadi pintu masuk utama serangan tuan rumah sepanjang pertandingan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan: apakah tak ada alternatif lain di posisi tersebut untuk memberi tekanan sekaligus kompetisi internal bagi Balde?
Kontroversi dan Kepemimpinan Wasit

Laga semifinal ini juga diwarnai keputusan kontroversial. Penundaan VAR hingga delapan menit untuk menentukan keputusan offside menuai tanda tanya besar.
Selain itu, dua potensi kartu merah dalam insiden yang melibatkan Simeone terhadap Balde tak berujung pada hukuman tegas. Sejumlah keputusan lain juga dinilai inkonsisten.
Dalam pertandingan sepenting semifinal Copa del Rey, bukan hanya pemain yang dituntut tampil sempurna. Perangkat pertandingan pun seharusnya menunjukkan kualitas terbaiknya—sesuatu yang terasa kurang pada malam itu.
Taktik Berani Diego Simeone Berbuah Manis

Tanpa gelandang Pablo Barrios, banyak yang meragukan kemampuan Atletico mengontrol permainan. Namun, Diego Simeone justru memilih pendekatan agresif.
Ia menurunkan empat pemain berorientasi menyerang dan mendorong timnya bermain cepat melalui serangan balik. Strategi ini sukses besar.
Pergerakan Giuliano Simeone di sisi sayap, tusukan Ademola Lookman ke tengah, kecerdikan Antoine Griezmann dalam mencari ruang, serta kreativitas Julian Alvarez membuat garis pertahanan tinggi Barcelona tampak rapuh.
Gol keempat yang dicetak Alvarez disambut ledakan emosi luar biasa dari publik Metropolitano. Performa ini menjadi pengingat bahwa Atletico tetap tim yang sangat berbahaya, terutama saat bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter.
Kedalaman Skuad Barcelona Dipertanyakan

Absennya Raphinha dan Marcus Rashford memaksa Hansi Flick meracik ulang komposisi lini depan. Ia memasang Ferran Torres sebagai penyerang tengah dengan dukungan Fermin Lopez dan Dani Olmo dari sisi kiri.
Namun, eksperimen itu tak berjalan sesuai rencana. Keseimbangan permainan Barcelona berantakan. Lopez memang aktif, tetapi kurang efektif. Olmo nyaris tak terlihat kontribusinya. Torres pun gagal memberi dampak signifikan dan menyia-nyiakan peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan.
Keputusan Flick menarik Marc Casado dan memasukkan Robert Lewandowski pada menit ke-36 menunjukkan adanya pengakuan bahwa strategi awal keliru.
Kekalahan ini menegaskan betapa absennya satu atau dua pemain kunci bisa mengacaukan sistem permainan Barcelona. Jika ingin membalikkan keadaan di leg kedua, Flick membutuhkan kembalinya para pemain inti secepat mungkin.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tragedi Metropolitano! Barca Hancur Lebur, Flick Sebut Cek VAR 7 Menit Tak Masuk Akal
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:55
-
Atletico Madrid vs Barcelona: Skor 4-0 dan Kembalinya Magis Julian Alvarez
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:35
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:11
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:11
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Pekan 6 di Bojonegoro, 12-15 Februari 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:10
-
Kylian Mbappe Absen Latihan Lagi, Arbeloa Pusing!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 09:47
-
Fermin Aldeguer Resmi Absen dari Tes Pramusim dan Seri Pembuka MotoGP 2026 di Thailand
Otomotif 13 Februari 2026, 09:30
-
Raheem Sterling Gabung Feyenoord hingga Akhir Musim, Siap Bangkit di Eredivisie?
Liga Eropa Lain 13 Februari 2026, 09:16
-
Benarkah Alejandro Garnacho Pembelian Gagal Chelsea?
Liga Inggris 13 Februari 2026, 09:08
-
Tragedi Metropolitano! Barca Hancur Lebur, Flick Sebut Cek VAR 7 Menit Tak Masuk Akal
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 13 Februari 2026, 08:40
-
Atletico Madrid vs Barcelona: Skor 4-0 dan Kembalinya Magis Julian Alvarez
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:35
-
5 Pelajaran dari Brentford vs Arsenal: Persaingan Gelar Dijamin Panas hingga Akhir
Liga Inggris 13 Februari 2026, 07:24
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00



