7 'Dosa' Ronald Koeman di Barcelona
Asad Arifin | 1 Oktober 2021 08:50
Bola.net - Ronald Koeman mungkin kini menjalani hari-hari terakhirnya sebagai pelatih Barcelona. Kabar yang beredar, klub tengah menyiapkan pemecatannya usai laga melawan Atletico Madrid.
Barcelona tak cukup puas dengan hasil yang didapat bersama Koeman. Pada lima laga terakhir, Barcelona hanya sekali menang. Kemenangan itu terjadi saat Koeman absen karena sanksi akumulasi kartu.
Sementara, dua hasil memalukan didapat dari Liga Champions. Barcelona kalah 3-0 dari Bayern Munchen di Camp Nou. Lalu, kalah dengan skor yang sama pada duel lawan Benfica.
Joan Laporta kini menyiapkan opsi baru untuk posisi pelatih. Koeman sangat mungkin dipecat. Sebelum benar-benar dipecat, berikut adalah tujuh 'dosa' Koeman selama menjadi pelatih Barcelona.
Tidak Harmonis dengan Pemain

Koeman adalah tipe pelatih yang terbuka mengkritik pemain. Sejak awal, dia sudah membangun hubungan buruk dengan pemain senior. Salah satunya adalah menendang Luis Suarez.
Paling baru, usai kalah dari Benfica, Koeman pun menyalahkan para pemain.
"Kami juga harus menuntut lebih dari para pemain, di gol pertama kami tidak bisa membiarkan pemain lawan masuk dengan mudah, Barcelona hari ini bukan yang delapan tahun lalu," kata Koeman.
Menentang Filosofi

Barcelona adalah klub yang berbeda. Klub asal Catalan itu punya filosofi bermain yang khas. Tiki-taka telah menjadi indentitas klub yang diwariskan secara turun-temurun dan diajarkan sejak usia dini.
Koeman menanggalkan tiki-taka dan formasi 4-3-3 dan gaya bermain umpan pendek. Pada duel melawan Granada, Barcelona melepaskan 54 umpan silang. Jumlah yang tidak lazim untuk Barcelona.
Koeman berdalih "tidak ada pemain untuk tiki-taka," katanya.
Hubungan dengan Laporta

Koeman membuat segalanya menjadi rumit baginya. Sejak awal, Koeman punya hubungan yang naik dan turun dengan Joan Laporta. Mereka acap kali berada di jalan yang berbeda, tapi memilih untuk bersama.
Musim lalu, Laporta sempat memberikan isyarat pada media bahwa klub mencari opsi pelatih baru. Koeman kesal dan meminta Laporta tidak banyak bicara tentang urusan itu pada media. Tapi, setelah juara Copa del Rey, hubungan mereka membaik.
Hasil Buruk

Di lapangan, capaian Koeman juga tak cukup bagus. Musim lalu, Barcelona gagal di La Liga dan Liga Champions. Dari sisi permainan, Barcelona juga dianggap tak cukup impresif.
Kini, dengan dua kekalahan memalukan di Liga Champions, Koeman makin terpojok dan disalahkan.
"Di Liga Champions Anda tidak bisa mengharapkan keajaiban, mempertahankan posisi liga setinggi mungkin akan menjadi capaian sukses," kata Koeman soal target klub.
Terlalu Lemah

Koeman disebut sosok 'tangan besi' pada sesi latihan. Dia sangat tegas dan punya aturan yang dijaga ketat. Tapi, dalam hal lain, yaitu bursa transfer, Koeman tampak lemah lembut.
Koeman seolah terlalu lemah dan tidak melakukan intervensi ketika klub harus kehilangan pemain penting pada awal musim ini. Koeman membiarkan Lionel Messi, Antoine Griezmann, dan Emerson Royal pindah begitu saja.
Memelihara Masalah

Ada banyak masalah di Barcelona dalam tiga musim terakhir. Bukan hanya pada level manajemen dan finansial, tapi juga di ruang ganti. Celakanya, Koeman tak segera memadamkan kobaran api kecil di skuad.
Koeman bergeming dengan masalah yang dihadapi Riqui Puig. Ada banyak pihak, termasuk Laporta, yang ingin Puig lebih sering bermain. Puig diklaim bisa jadi kunci kembalinya indentitas permainan Barcelona.
Koeman tak kunjung memainkan Puig, begitu juga Samuel Umtiti.
Perjudian yang Gagal
Selain perubahan takti dan gaya bermain, Koeman juga melakukan beberapa perjudian lain yang belum membuahkan hasil maksimal. Luuk de Jong menjadi tanda tanya besar ketika datang sebagai pengganti Griezmann.
Lalu, keputusan Koeman yang sering memainkan Frenkie de Jong sebagai bek tengah juga tak menunjukkan tanda positif.
Di sisi lain, kengototan Koeman untuk memainkan Eric Garcia belum berbuah manis. Garcia mendapat dua kartu merah dari enam kali bermain awal musim 2021/2022.
Sumber: Marca
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Real Madrid Ingin Pinjam Edinson Cavani di Januari, Lepas Gak Nih, MU?
- Ronald Koeman Permalukan Gerard Pique di Lisbon: Pemain Veteran kok Diganti Menit ke-33?
- Real Madrid Cuma Punya Tiga Bek Fit, Awal Bencana Ancelotti?
- Kontribusi Eden Hazard untuk Real Madrid? Cuma Kurang Gol!
- Sabar, Barcelona Belum Akan Pecat Koeman Sampai Laga vs Atletico Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






