Bahkan Madia Prancis pun Ikut Mengkritik Kylian Mbappe
Gia Yuda Pradana | 5 Mei 2026 13:45
Bola.net - Pengujung musim menghadirkan cerita yang tidak nyaman bagi Real Madrid. Nama besar seperti Kylian Mbappe justru menjadi pusat perhatian karena performa tim yang tampak lebih solid tanpa dirinya.
Saat Mbappe menepi untuk pemulihan cedera di Italia, Real Madrid menunjukkan permainan yang lebih lepas. Kemenangan 2-0 atas Espanyol mempertegas narasi bahwa tim mampu berkembang tanpa kehadiran sang penyerang.
Di laga tersebut, Vinicius Junior mencetak dua gol yang memastikan kemenangan. Sementara itu, Jude Bellingham turut menarik perhatian lewat unggahan foto tim tanpa Mbappe.
Situasi ini memicu diskusi yang lebih luas, termasuk dari media Prancis yang biasanya lebih protektif. Kini, tekanan terhadap Mbappe tidak hanya datang dari Spanyol, tetapi juga dari negaranya sendiri.
Performa Tim Tanpa Mbappe Jadi Perbandingan

Real Madrid terlihat lebih dinamis saat bermain tanpa Mbappe dalam beberapa pertandingan terakhir. Pergerakan bola lebih cepat dan koordinasi antarlini berjalan lebih mengalir.
Selain Vinicius, pemain muda seperti Gonzalo Garcia juga tampil meyakinkan. Penampilannya menjadi sinyal bahwa opsi di lini depan tidak hanya bergantung pada satu nama besar.
Perbandingan ini memperkuat persepsi bahwa kehadiran Mbappe belum sepenuhnya menyatu dengan sistem tim. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi serius di internal klub.
Media Prancis Mulai Bersikap Kritis

Media olahraga ternama Prancis, L'Equipe, mulai mengangkat laporan yang cukup memojokkan Mbappe. Mereka mengabarkan adanya keluhan dari rekan setim terkait sikap individualistis sang pemain.
Laporan tersebut juga menyinggung dugaan perilaku kurang disiplin, termasuk keterlambatan dalam agenda tim. Selain itu, Mbappe diklaim semakin terisolasi di ruang ganti.
Perubahan sikap media ini cukup signifikan karena sebelumnya Mbappe jarang mendapat kritik tajam dari negaranya sendiri. Kini, narasi yang berkembang mulai sejalan dengan pemberitaan di Spanyol.
Tekanan Besar dan Tuntutan Pembuktian

Situasi seperti ini bukan hal baru di Real Madrid yang dikenal dengan ekspektasi tinggi. Nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema juga pernah menghadapi tekanan serupa.
Perbedaannya, Mbappe datang dengan ekspektasi sebagai pusat proyek jangka panjang. Oleh karena itu, setiap kekurangan menjadi lebih mudah terlihat.
Pada akhirnya, satu-satunya cara meredam kritik adalah melalui kontribusi nyata dalam kemenangan tim. Ia bukan cuma dituntut mencetak gol, tetapi membawa Real Madrid meraih hasil positif secara konsisten.
Sumber: The Real Champs
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Real Madrid Keluarkan Pernyataan soal Michael Olise
Liga Spanyol 21 Juni 2026, 00:01
LATEST UPDATE
-
Mau Bintang Timnas Belanda Ini, MU Harus Setor Segini ke West Ham
Liga Inggris 21 Juni 2026, 15:30
-
Manchester United Cari Striker Baru, Bakal Balikan dengan Sang Mantan?
Liga Inggris 21 Juni 2026, 14:30
-
Man of the Match Jepang vs Tunisia: Ayase Ueda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 13:10
-
Swedia akui Kedigdayaan Belanda, Tapi Harusnya Bisa Main Lebih Baik Lagi!
Piala Dunia 21 Juni 2026, 10:45
-
Man of the Match Ekuador vs Curacao: Eloy Room
Piala Dunia 21 Juni 2026, 09:04
-
Soal Rumor Cristian Romero Merapat ke MU, Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 21 Juni 2026, 08:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Tunisia vs Jepang
Piala Dunia 21 Juni 2026, 08:02
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











