Barcelona Bangun Fondasi, Real Madrid Justru Kehilangan Arah
Ari Prayoga | 11 Mei 2026 13:04
Bola.net - Dua tahun lalu, situasinya terasa sangat berbeda bagi dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Di penghujung musim 2023/2024, Madrid berpesta.
Gelar La Liga dan Liga Champions berhasil diamankan, sementara kedatangan Kylian Mbappe semakin memperkuat keyakinan bahwa Los Blancos sedang memasuki era dominasi baru di Eropa. Publik Santiago Bernabeu percaya mereka memiliki skuad nyaris sempurna untuk menguasai sepak bola dalam waktu lama.
Sebaliknya, Barcelona justru berada dalam situasi sulit. Musim tanpa trofi, pemecatan Xavi Hernandez, hingga masalah finansial yang membatasi aktivitas transfer membuat banyak pihak meragukan masa depan Blaugrana.
Dengan kondisi ekonomi yang belum stabil, Barcelona diperkirakan membutuhkan waktu panjang untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Namun, dua tahun berselang, arah kedua klub berubah drastis.
Barcelona Bangkit Lewat Perencanaan Matang

Barcelona perlahan membangun ulang fondasi tim tanpa banyak sorotan. Di tengah keterbatasan finansial, klub memilih memaksimalkan akademi La Masia sebagai solusi utama.
Hasilnya mulai terlihat lewat kemunculan pemain-pemain muda seperti Alejandro Balde, Gavi, dan Fermin Lopez. Setelah itu, muncul generasi baru yang lebih menjanjikan lewat nama-nama seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Marc Bernal, hingga Marc Casado.
Para pemain muda tersebut menjadi aset berharga dengan biaya nyaris nol, tetapi kini memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. Strategi memaksimalkan pemain akademi terbukti menjadi keputusan vital di tengah keterbatasan keuangan klub.
Transfer Tepat Sasaran Jadi Pembeda

Selain memanfaatkan talenta internal, Barcelona juga cukup cermat di bursa transfer. Direktur olahraga Deco dinilai berhasil menghadirkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan tim.
Kedatangan Dani Olmo memberi warna baru di lini serang berkat karakter permainan yang cocok dengan filosofi Barcelona. Sementara itu, Joan García tampil solid di bawah mistar dan beberapa kali menjadi penyelamat tim dalam laga-laga penting.
Menariknya, investasi untuk kedua pemain tersebut tidak sampai menyentuh angka 75 juta euro. Efektivitas transfer inilah yang membuat Barcelona tetap kompetitif tanpa harus menghamburkan uang besar.
Hansi Flick Ubah Mentalitas Tim

Keputusan menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih juga menjadi titik balik penting. Pelatih asal Jerman itu dinilai cepat memahami dinamika ruang ganti Barcelona.
Flick berhasil membangun keseimbangan antara pemain muda dan senior, sekaligus menanamkan identitas permainan yang jelas. Ia memberi kepercayaan penuh kepada para talenta muda dan menciptakan atmosfer tim yang solid.
Hasilnya, Barcelona kini kembali menjadi tim yang kompetitif, stabil, dan memiliki masa depan cerah. Dalam dua tahun terakhir, Blaugrana berhasil mengoleksi lima trofi, termasuk dua gelar La Liga.
Real Madrid Kehilangan Stabilitas

Di sisi lain, Real Madrid justru mengalami kemunduran yang perlahan mulai terlihat. Kepergian Toni Kroos dan Luka Modrić meninggalkan lubang besar, baik dari sisi kualitas permainan maupun kepemimpinan di ruang ganti.
Madrid memang mengeluarkan dana besar untuk merekrut pemain muda seperti Endrick, Dean Huijsen, Franco Mastantuono, hingga Álvaro Carreras. Namun, investasi besar tersebut belum memberikan dampak instan yang dibutuhkan klub sebesar Real Madrid.
Masalah lain muncul di kursi pelatih. Dalam dua musim terakhir, Madrid mengalami pergantian tiga pelatih. Musim terakhir Carlo Ancelotti dianggap menunjukkan tanda-tanda penurunan kontrol terhadap skuad.
Eksperimen bersama Xabi Alonso juga tidak berjalan sesuai harapan, sementara upaya Álvaro Arbeloa belum mampu memperbaiki situasi tim secara signifikan.
Dari Tim Tak Terkalahkan Menjadi Proyek Penuh Tanda Tanya

Ketegangan internal mulai terlihat di tubuh Real Madrid. Perselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde disebut menjadi simbol retaknya harmoni skuad yang sebelumnya dianggap terbaik di Eropa.
Kini, Madrid menghadapi tantangan besar untuk membangun ulang tim. Klub yang dua tahun lalu diprediksi mendominasi Eropa justru berada dalam fase penuh ketidakpastian.
Sebaliknya, Barcelona membuktikan bahwa perencanaan matang, keberanian memberi ruang kepada pemain muda, dan kestabilan proyek jauh lebih penting dibanding sekadar belanja besar di bursa transfer.
Klasemen La Liga 2025/2026
Jangan Lewatkan!
Kylian Mbappe Unggah Story Saat Real Madrid Kalah 0-2 dari Barcelona, Banjir Kecaman dari Madridista
5 Statistik Menarik di Balik Kesuksesan Barcelona Jadi Kampiun La Liga 2025/2026: Yamal Lewati Ronaldo, Rashford Juara Sebelum Mbappe
5 Faktor Kunci di Balik Keberhasilan Barcelona Pertahankan Gelar La Liga: Yamal Menggila, Real Madrid Merana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Sempat Coba Datangkan Lautaro Martinez dari Inter Milan
Liga Spanyol 25 September 2026, 18:26
-
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia Tampil Dominan, Bangladesh Dihajar 3-0
Tim Nasional 25 September 2026, 17:54
-
Gabriel Martinelli Sempat Tolak Tawaran Klub Premier League Sebelum Gabung Al-Hilal
Liga Inggris 25 September 2026, 17:46
-
Lawan Singapura, John Herdman Ingatkan Timnas Indonesia untuk Bersabar
Tim Nasional 25 September 2026, 17:06
-
3 Pilar Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Penentu Lawan Singapura
Tim Nasional 25 September 2026, 16:06
LATEST UPDATE
-
Menang Tapi Belum Tajam: Analisis Statistik Timnas Indonesia Saat Gulung Singapura 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 22:31
-
Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Menang 2-0, tapi Malaysia di Puncak
Tim Nasional 25 September 2026, 22:10
-
Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Diwarnai Kartu Merah, Garuda Menang 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 21:58
-
Fakta Unik Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura: Cuma 1 Pemain dari Liga Domestik!
Tim Nasional 25 September 2026, 21:31
-
Pada Diri Luke Vickery, John Herdman Akhiri Pencarian Winger Kanan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 25 September 2026, 21:08
-
Florentino Perez Siap Ubah Kebijakan Transfer Real Madrid demi Jose Mourinho
Liga Spanyol 25 September 2026, 21:06
-
Hernan Crespo Soroti Goncalo Ramos: Bukan Pencetak Gol Kelas Atas
Liga Italia 25 September 2026, 20:26
-
Manchester United Kirim Scout untuk Pantau Kandidat Pengganti Lewis Hall
Liga Inggris 25 September 2026, 19:46
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Luke Vickery Jalani Debut untuk Garuda
Tim Nasional 25 September 2026, 19:32
-
Hasil Australia vs Brasil: Gol Menit 90+5 Selamatkan Pasukan Carlo Ancelotti dari Kekalahan
Piala Dunia 25 September 2026, 19:14
-
Mourinho Soroti Kontribusi Bertahan Mbappe dan Vinicius di Real Madrid
Liga Spanyol 25 September 2026, 19:06
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


