Beberapa Kejadian Panas di Sejarah El Clasico
Editor Bolanet | 10 Desember 2011 11:36
- Tak bisa dipungkiri permusuhan antara Real Madrid dan sudah mendarah daging sejak zaman dahulu kala bahkan sempat keluar dari arena lapangan hijau jua.
Ibaratnya noda perseteruan sudah tak lagi mungkin dihapus, jadi wajar rasanya jika selalu saja da kejadian panas yang membumbui rivalitas keduanya.
Dalam tulisan ini kami sarikan beberapa momen panas yang telah menghiasi 'laga dari segala laga' bagi sejarah sepak bola dunia ini. Berikut beberapa di antaranya...
Dua “Lambaian Tangan” Michael Laudrup
Legenda Denmark ini menciptakan rekor unik dalam sejarah El Clasico. Ia menjadi satu-satunya pemain yang bisa merasakan nikmatnya pembantaian ketika berada di masing-masing klub. Laudrup lebih dahulu berada di Barcelona.
Ia menjadi saksi hidup pada 8 Januari 1994. Saat itu, tiga gol Romario, dan masing-masing satu dari Ronald Koeman plus Ivan Iglesias, membuat perbedaan besar antara tim impian Johan Cruyff (saat itu melatih Barcelona) atas Real Madrid. Ya, Barcelona unggul 0-5 di Bernabeu.
Namun, setahun kemudian, ketika Laudrup hijrah ke Los Blancos, kejadian pahit berubah haluan. Giliran Real Madrid yang mengandaskan Barcelona 5-0 pada 7 Januari 1995. Ivan Zamorano mencetak hattrick dan Luis Enrique plus Amavisca menambah skor yang membuat malam Barcelona begitu gelap gulita. Laudrup pun berhak melambaikan tangan sekali lagi untuk dua klub berbeda.
Pepe Reina Dikeroyok Madridista
Pepe Reina, kiper Liverpool, pernah merasakan ganasnya El Clasico. Ia adalah kiper cadangan Barcelona dalam laga Madrid vs Barca pada 18 Maret 2001. Reina tidak sibuk untuk menepis tendangan lawan karena ia cuma berada di pinggir lapangan.
Namun, ia justru sibuk menepis tonjokan seorang Madridista yang seolah ingin meluapkan kekesalan. Lumayan, Reina menerima tiga tonjokan dan aksi itu direkam televisi.
Johan Cruyff Datang, Barca Menggulung Madrid 5-0
1974 adalah tahun ajaib bagi Barcelona. Kedatangan maestro sepakbola Belanda ke Camp Nou menjadi berkah tersendiri. Sebelumnya, El Barca lebih dari satu dekade tak memenangkan liga. Namun, begitu Cruyff datang, Barcelona langsung menjuarai Primera Division di musim pertamanya.
Yang lebih sensasional, Cruyff juga mengantar Barcelona menggilas Madrid 0-5 pada 17 Februari 1974 di kandang lawan. Ia mencetak satu gol sementara gol lain dibuat oleh Asensi (2 gol), Juan Carlos, dan Sotil. Tak ayal lagi, ini adalah salah satu kemenangan tergemilang Barcelona sepanjang sejarah atas musuh bebuyutan yang lebih mendominasi gelar La Liga.
Samitier, Sang 'Pengkhianat' Paling Beruntung
Hanya sedikit pemain yang berpindah klub secara langsung dari Barcelona ke Real Madrid dan sebaliknya. Penggemar sepakbola era 1990-an tentu masih mengingat kasus Luis Enrique dan Luis Figo. Namun, pengkhianat paling beruntung dalam sejarah kedua klub adalah Josep Samitier.
Ia berpindah klub dari Barcelona yang sudah membesarkan namanya selama 14 tahun ke sang rival abadi, pada Januari 1933.
Pengkhianatan Samitier untuk Barcelona semakin lengkap. Berseragam Los Blancos, ia dua kali bertemu dengan Barcelona.
Dari dua laga tadi, sialnya bagi Cules, Samitier selalu mencetak gol dan Madrid selalu menang. Samitier mengemas 2 gol untuk kemenangan Madrid 2-1 dan satu gol dalam pesta kemenangan 4-0 atas sang rival abadi pada laga berikutnya.
Pemain Barcelona yang pindah ke Real Madrid pertama kali adalah Alfonso Albeniz (1902). Sementara, yang berganti kostum dari Madrid ke Barcelona adalah Luciano Lizarraga pada tahun 1905.
Pertandingan Hari Jumat Karena Permintaan Polisi
Hingga kini, jarang sekali ada laga hari Jumat di La Liga. Namun, hal ini pernah terjadi pada 30 April 1976. Tak tanggung-tanggung, laga yang dimainkan adalah laga El Clasico.
Pihak kepolisian meminta laga Real Madrid vs Barcelona saat itu digeser dari jadwal sebelumnya, Sabtu 1 Mei 1976 untuk lebih maju sehari. Alasannya, pihak keamanan takut pada kemungkinan El Clasico digunakan sebagai upaya “pemberontakan”.
Maklum, 1 Mei 1976 adalah Mayday pertama setelah kematian Jenderal Franco. Bukan tidak mungkin Cules yang “nakal” menggunakan laga El Clasico yang bertepatan dengan hari buruh sedunia untuk memberontak.
Laga itu sendiri, berakhir dengan kemenangan Barcelona 0-2. Sala satu gol dicetak oleh mantan pelatih Barcelona pada era 2000-an, Carles Rexach.
Aksi Colok Mata Untuk Vilanova Dari Mourinho
Tragedi paling unik terjadi pada Piala Super Spanyol awal musim ini. Madrid tertinggal 3-2 di Camp Nou oleh gol cantik Lionel Messi. Marcelo sepertinya ingin menerapkan doktrin Mourinho, timnya akan kalah dari Barcelona kalau bermain dengan 10 orang.
Karena hingga menit terakhir belum ada pemain Madrid yang diusir, Marcelo pun menebas kaki Cesc Fabregas. Ia keluar dan terjadilah kericuhan.
Konon David Villa mencemooh agama Mesut Ozil dengan menyebutnya teroris. Sementara, Jose Mourinho tak mau melewatkan kesempatan. Ia begitu gemas dengan Tito Vilanova, asisten Josep Guardiola, sehingga merasa perlu (hampir) mencolok matanya. [initial]
LIGA SPANYOL - Momen-Momen Tak Terlupakan di El Clasico (bola/ff/lex)
Ibaratnya noda perseteruan sudah tak lagi mungkin dihapus, jadi wajar rasanya jika selalu saja da kejadian panas yang membumbui rivalitas keduanya.
Dalam tulisan ini kami sarikan beberapa momen panas yang telah menghiasi 'laga dari segala laga' bagi sejarah sepak bola dunia ini. Berikut beberapa di antaranya...
Dua “Lambaian Tangan” Michael Laudrup
Legenda Denmark ini menciptakan rekor unik dalam sejarah El Clasico. Ia menjadi satu-satunya pemain yang bisa merasakan nikmatnya pembantaian ketika berada di masing-masing klub. Laudrup lebih dahulu berada di Barcelona.
Ia menjadi saksi hidup pada 8 Januari 1994. Saat itu, tiga gol Romario, dan masing-masing satu dari Ronald Koeman plus Ivan Iglesias, membuat perbedaan besar antara tim impian Johan Cruyff (saat itu melatih Barcelona) atas Real Madrid. Ya, Barcelona unggul 0-5 di Bernabeu.
Namun, setahun kemudian, ketika Laudrup hijrah ke Los Blancos, kejadian pahit berubah haluan. Giliran Real Madrid yang mengandaskan Barcelona 5-0 pada 7 Januari 1995. Ivan Zamorano mencetak hattrick dan Luis Enrique plus Amavisca menambah skor yang membuat malam Barcelona begitu gelap gulita. Laudrup pun berhak melambaikan tangan sekali lagi untuk dua klub berbeda.
Pepe Reina Dikeroyok Madridista
Pepe Reina, kiper Liverpool, pernah merasakan ganasnya El Clasico. Ia adalah kiper cadangan Barcelona dalam laga Madrid vs Barca pada 18 Maret 2001. Reina tidak sibuk untuk menepis tendangan lawan karena ia cuma berada di pinggir lapangan.
Namun, ia justru sibuk menepis tonjokan seorang Madridista yang seolah ingin meluapkan kekesalan. Lumayan, Reina menerima tiga tonjokan dan aksi itu direkam televisi.
Johan Cruyff Datang, Barca Menggulung Madrid 5-0
1974 adalah tahun ajaib bagi Barcelona. Kedatangan maestro sepakbola Belanda ke Camp Nou menjadi berkah tersendiri. Sebelumnya, El Barca lebih dari satu dekade tak memenangkan liga. Namun, begitu Cruyff datang, Barcelona langsung menjuarai Primera Division di musim pertamanya.
Yang lebih sensasional, Cruyff juga mengantar Barcelona menggilas Madrid 0-5 pada 17 Februari 1974 di kandang lawan. Ia mencetak satu gol sementara gol lain dibuat oleh Asensi (2 gol), Juan Carlos, dan Sotil. Tak ayal lagi, ini adalah salah satu kemenangan tergemilang Barcelona sepanjang sejarah atas musuh bebuyutan yang lebih mendominasi gelar La Liga.
Samitier, Sang 'Pengkhianat' Paling Beruntung
Hanya sedikit pemain yang berpindah klub secara langsung dari Barcelona ke Real Madrid dan sebaliknya. Penggemar sepakbola era 1990-an tentu masih mengingat kasus Luis Enrique dan Luis Figo. Namun, pengkhianat paling beruntung dalam sejarah kedua klub adalah Josep Samitier.
Ia berpindah klub dari Barcelona yang sudah membesarkan namanya selama 14 tahun ke sang rival abadi, pada Januari 1933.
Pengkhianatan Samitier untuk Barcelona semakin lengkap. Berseragam Los Blancos, ia dua kali bertemu dengan Barcelona.
Dari dua laga tadi, sialnya bagi Cules, Samitier selalu mencetak gol dan Madrid selalu menang. Samitier mengemas 2 gol untuk kemenangan Madrid 2-1 dan satu gol dalam pesta kemenangan 4-0 atas sang rival abadi pada laga berikutnya.
Pemain Barcelona yang pindah ke Real Madrid pertama kali adalah Alfonso Albeniz (1902). Sementara, yang berganti kostum dari Madrid ke Barcelona adalah Luciano Lizarraga pada tahun 1905.
Pertandingan Hari Jumat Karena Permintaan Polisi
Hingga kini, jarang sekali ada laga hari Jumat di La Liga. Namun, hal ini pernah terjadi pada 30 April 1976. Tak tanggung-tanggung, laga yang dimainkan adalah laga El Clasico.
Pihak kepolisian meminta laga Real Madrid vs Barcelona saat itu digeser dari jadwal sebelumnya, Sabtu 1 Mei 1976 untuk lebih maju sehari. Alasannya, pihak keamanan takut pada kemungkinan El Clasico digunakan sebagai upaya “pemberontakan”.
Maklum, 1 Mei 1976 adalah Mayday pertama setelah kematian Jenderal Franco. Bukan tidak mungkin Cules yang “nakal” menggunakan laga El Clasico yang bertepatan dengan hari buruh sedunia untuk memberontak.
Laga itu sendiri, berakhir dengan kemenangan Barcelona 0-2. Sala satu gol dicetak oleh mantan pelatih Barcelona pada era 2000-an, Carles Rexach.
Aksi Colok Mata Untuk Vilanova Dari Mourinho
Tragedi paling unik terjadi pada Piala Super Spanyol awal musim ini. Madrid tertinggal 3-2 di Camp Nou oleh gol cantik Lionel Messi. Marcelo sepertinya ingin menerapkan doktrin Mourinho, timnya akan kalah dari Barcelona kalau bermain dengan 10 orang.
Karena hingga menit terakhir belum ada pemain Madrid yang diusir, Marcelo pun menebas kaki Cesc Fabregas. Ia keluar dan terjadilah kericuhan.
Konon David Villa mencemooh agama Mesut Ozil dengan menyebutnya teroris. Sementara, Jose Mourinho tak mau melewatkan kesempatan. Ia begitu gemas dengan Tito Vilanova, asisten Josep Guardiola, sehingga merasa perlu (hampir) mencolok matanya. [initial]
LIGA SPANYOL - Momen-Momen Tak Terlupakan di El Clasico (bola/ff/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Man City vs Liverpool 4 April 2026
Liga Inggris 2 April 2026, 17:48
-
Ranking FIFA April 2026: Timnas Indonesia Tertahan di Posisi 122
Tim Nasional 2 April 2026, 17:24
-
Prediksi PSG vs Toulouse 4 April 2026
Liga Eropa Lain 2 April 2026, 17:12
-
Login! MU Bakal Tikung Arsenal untuk Transfer Bintang Bayern Munchen Ini
Liga Inggris 2 April 2026, 15:27
-
Barcelona Berhemat: Tidak Akan Belanja Besar, Pilih Percaya La Masia
Liga Spanyol 2 April 2026, 15:15
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45









