Isu Rasisme Warnai Insiden Ozil dan David Villa
Editor Bolanet | 19 Agustus 2011 13:02
Bola.net - Sukses Barcelona mengangkat trofi pertama musim ini, Piala Super Spanyol, dengan mengalahkan Real Madrid 3-2 (agregat 5-4) ternoda oleh insiden keributan antar pemain dan ofisial kedua tim di Nou Camp, Kamis (18/8).
Insiden berawal dari kartu merah untuk Marcelo setelah melakukan tackling keras pada Cesc Fabregas. Hampir seluruh pemain terlibat aksi dorong. Puncaknya saat gelandang Madrid, Mesut Ozil, dan striker Barcelona, David Villa, sama-sama mendapat kartu merah dari wasit.
Keduanya terlibat aksi saling pukul di tengah-tengah kericuhan. Dari tayangan ulang, tidak begitu jelas siapa yang mulai memukul terlebih dulu. Menurut kabar yang beredar, insiden Villa dan Ozil terjadi karena striker Blaugrana itu melontarkan umpatan bernuansa SARA pada gelandang asal Jerman berdarah Turki tersebut.
Dilansir dari Football.fr, Ozil mengatakan, "Saya melakukan itu karena saya membela agama saya. Villa telah menghina agama saya,"
David Villa menampik tuduhan rasis tersebut karena striker timnas Spanyol itu juga memiliki rekan satu tim yang beragama sama dengan Ozil, yakni Eric Abidal, Keita, dan Ibrahim Afellay.
Sejumlah media mengabarkan David Villa memukul karena tak terima dengan ulah Ozil pasca insiden Fabregas dan Marcelo. Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) dikabarkan segera melakukan investigasi atas kasus ini.
Berikut video insiden di akhir laga Barca vs Madrid.
Saat menandatangani kontrak dengan Barcelona dari Valencia senilai 40 juta euro pada 2010 lalu, David Villa menjadi pelopor sebagai pemain pertama di dunia yang memasukkan draft anti rasisme dalam klausulnya.
Pada klausul anti rasis yang ada di kontrak Villa tersebut berbunyi, "Pemain tidak akan bertindak atau menunjukkan tindakan rasis dalam berbagai bentuk, baik sepanjang permainan maupun dalam seluruh tugas resmi klub. Klub bakal secara tegas menghukum seluruh tindakan diskriminasi atau rasis, sesuai perjanjian ini."
Dukungan untuk langkah anti rasis ini mengalir dari berbagai pihak. Termasuk dari Kick It Out. Menurut direktur lembaga yang peduli pada isu-isu ras dan diskriminasi ini, langkah Villa dan Barcelona merupakan awal yang baik bagi kampanye anti rasis di sepak bola.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Jerman 26 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:44
-
Paraguay Wajib Menang, Australia Cuma Butuh Hasil Imbang
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:42
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Curacao vs Pantai Gading, 26 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:30
-
Jepang Punya Banyak Skenario Lolos, Swedia Wajib Menang untuk Bertahan
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:12
-
Tunisia Ingin Jaga Harga Diri, Belanda Membidik Target Penting
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:07
-
Here We Go! Manchester United Sepakat untuk Lepas Andre Onana
Liga Inggris 25 Juni 2026, 23:06
-
Ekuador Berjuang Menjaga Asa, Jerman Sudah Amankan Posisi Puncak
Piala Dunia 25 Juni 2026, 22:59
-
Curacao Masih Memburu Sejarah, Pantai Gading Butuh Hasil Positif
Piala Dunia 25 Juni 2026, 22:53
-
Mantap! Bintang Newcastle Ini Siap 100% Gabung Manchester United
Liga Inggris 25 Juni 2026, 22:38
-
Resmi! Arsenal Aktifkan Klausul Pembelian Permanen Piero Hincapie
Liga Inggris 25 Juni 2026, 21:56
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41






