James Rodriguez Punya Sederet Alasan untuk Marah Terhadap Real Madrid
Yaumil Azis | 7 Juli 2020 15:05
Bola.net - Hubungan antara James Rodriguez dengan Real Madrid telah hancur lebur. Terlebih setelah sang pelatih, Zinedine Zidane, memilih untuk mendudukkan dirinya di bangku cadangan ketimbang beraksi di atas lapangan.
Pemain berdarah Kolombia tersebut baru dimainkan sekali sejak La Liga kembali bergulir pada pertengahan Juni lalu. Dan perlu diketahui bahwa itu penampilan pertamanya semenjak bulan Oktober tahun 2019 lalu.
Jika ditotal, James Rodriguez baru mencatatkan 14 kali penampilan di semua kompetisi musim ini. Sementara di musim lalu, ia bahkan tidak bermain sama sekali untuk Los Merengues.
Ya, James dipinjamkan selama dua tahun di klub raksasa Jerman, Bayern Munchen. Ia terpaksa kembali ke pelukan Real Madrid setelah Die Bavarians memutuskan untuk tidak merekrutnya secara permanen.
Baru-baru ini, kabar dari El Chiringuito mengatakan bahwa James kesal dengan situasinya di Madrid. Ia pun meminta klub untuk tidak membawanya serta saat Los Merengues menghadapi Athletic Bilbao akhir pekan lalu.
Ini seperti sebuah sikap tegas yang dilontarkan James kepada Real Madrid. Ya, ia memiliki sederet alasan mengapa dirinya harus marah maupun benci kepada klubnya itu.
Menjadi Pilihan Terakhir
Real Madrid punya kebiasaan merekrut pemain anyar setiap musimnya. Walaupun sudah memiliki skuat yang munpuni, mereka tetap merogoh kocek sedalam-dalamnya demi merekrut pemain yang diinginkan.
Real Madrid selalu berfokus merekrut pemain untuk mengisi sektor depannya. Masalahnya, stok penyerang mereka sudah terlalu banyak. Hal ini membuat James Rodriguez jadi sulit mendapatkan tempat di tim utama.
Jangankan bersaing dengan nama-nama penting seperti Eden Hazard, Karim Benzema, dan Vinicius Junior. James Rodriguez juga harus menghadapi barisan penyerang lain seperti Isco, Rodrygo Goes, Gareth Bale, Mariano Diaz hingga Luka Jovic.
Kutukan dari Laga Melawan Mallorca
James sempat mencatatkan penampilan selama 90 menit penuh pada musim ini. Tepatnya saat Real Madrid bertemu Real Mallorca di San Moix pada bulan Oktober tahun 2019 lalu.
Sayangnya, Real Madrid menelan kekalahan di pertandingan tersebut dengan skor 0-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Thibaut Courtois saat pertandingan baru berjalan selama tujuh menit.
Bisa jadi, ini merupakan pertandingan yang membuat rasa percaya Zidane terhadap James Rodriguez semakin menipis. Ia tidak pernah dimainkan di La Liga sampai Real Madrid bertemu Real Sociedad belum lama ini.
Tak Pernah Dianggap Penting
James mungkin dimainkan dalam beberapa pertandingan penting. Contohnya saat real Madrid bertemu Sevilla dan PSG di pentas Liga Champions musim ini.
Namun, ia tidak pernah menjadi pemain penting di dalam skuat. Kepercayaan seperti ini terbilang cukup penting bagi pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya di lapangan.
Saat berbincang dengan Gol Caracol, James memberikan indikasi bahwa Zidane lebih percaya dengan pemain Real Madrid lainnya ketimbang dirinya.
"Saat anda memenangkan gelar penting dengan pemain yang sudah anda percayai, dan saat anda sudah mendapat intinya, akan sangat sulit untuk diubah," tuturnya.
Dejavu Akhir Musim
Apakah ini kali pertama Zidane tidak mengacuhkan James Rodriguez? Ternyata, situasi yang sama pernah terjadi pada beberapa tahun yang lalu. Tepatnya pada musim di mana Real Madrid mengawinkan trofi La Liga dan Liga Champions.
Jatah bermain James berkurang cukup drastis menjelang musim berakhir kala itu. Dan perlu diketahui itu adalah musim pertama Zidane menukangi Los Merengues. Ini menjadi bukti bahwa Zidane, sejak awal, tidak pernah mempercayai James.
Hal serupa terjadi pada musim ini. Di saat Real Madrid sedang berupaya meraih trofi La Liga musim ini, Zidane memilih untuk tidak memedulikan James yang semakin berkarat di bangku cadangan.
Masa Depan yang Tidak Jelas
James masih memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya bersama Real Madrid. Sebenarnya, ia bisa saja berjuang untuk mendapatkan hati Zidane atau bahkan melenggang pergi secara gratis pada musim depan.
Sayangnya, ia harus segera meninggalkan Real Madrid. Sekarang usianya sudah 29 tahun. James butuh menit bermain untuk mempertahankan statusnya sebagai penggawa penting Timnas Kolombia.
Saat sudah mencapai usia berkepala tiga, James akan semakin kekurangan peminat. Sebelum semuanya terlambat, ia harus meninggalkan Santiago Bernabeu. Namun, Real Madrid tak kunjung memastikan masa depannya.
(Marca)
Baca Juga:
- Menang 1-0, Identitas Baru Real Madrid di Bawah Zinedine Zidane
- 'Saat Real Madrid Menang, yang Lain Selalu Berbicara Soal Wasit'
- Barcelona Panaskan Tudingan kalau VAR Membela Real Madrid
- Jadwal Pekan ke-35 La Liga: Real Madrid vs Alaves dan Derby Catalan
- Dani Alves Ramaikan Tuduhan VAR Untungkan Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20











