Jejak Emas Lionel Messi di El Clasico: Dari Usia 18 hingga Selebrasi Ikonik
Asad Arifin | 22 Oktober 2020 14:24
Bola.net - El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid akan digelar Sabtu (24/10/2020) malam WIB. Satu nama yang bakal menjadi pusat perhatian pada duel pekan ketujuh La Liga 2020/2021 ini. Dia adalah Lionel Messi.
Lionel Messi merupakan pencetak gol terbanyak dalam sejarah El Clasico. Megabintang Barcelona itu punya jejak emas yang tidak akan terlupakan dalam sejarah laga paling panas di dunia tersebut.
Lionel Messi masih berusia 18 tahun saat ia pertama kali merasakan El Clásico perdananya. Momen itu terjadi di Santiago Bernabéu pada bulan November tahun 2005, saat remaja asal Argentina itu pertama kali masuk dalam tim Barcelona melawan Los Blancos saat masih mengenakan nomor punggung 30.
15 tahun kemudian, pemain bernomor punggung 10 itu menjadi duri bagi tim Real Madrid. Ia telah meninggalkan jejak yang tak bisa dihilangkan pada pertandingan ini dan telah menyeimbangkan rekor rivalitas tersebut.
Dalam debutnya di El Clásico, Messi menunjukkan magisnya dengan memberikan asis bagi Samuel Eto'o untuk gol pertama Barça, sebelum akhirnya Ronaldinho mencetak dua gol dalam kemenangan tandang 3-0 yang mengesankan.
Messi tidak hanya memenuhi ekspektasi, tapi ia juga telah membuat standar bagi pertandingan LaLiga yang terkenal itu. Tidak ada yang bisa menyangsikan dominasinya mengingat penyerang tersebut telah memecahkan banyak rekor yang telah bertahan lebih dari setengah abad.
Simak warisan penting Lionel Messi pada duel El Clasico di bawah ini ya Bolaneters.
Pencetak gol terbanyak El Cl?sico

Tidak ada pemain yang mencetak gol sebanyak Lionel Messi (26 gol) di El Clasico. 18 gol tersebut datang dari pertandingan La Liga, dan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak dalam pertandingan liga antar kedua tim.
Faktanya, catatan golnya sama dengan seluruh skuad Real Madrid. Catatan Cristiano Ronaldo dengan 18 gol atau Alfredo Di Stéfano dengan 16 gol juga belum dapat melampaui rekor gol Messi di pertandingan ini.
Messi hanya kalah dari Sergio Ramos untuk jumlah penampilan El Clásico.
Pemain Argentina tersebut juga mencatat 14 asis, untuk membantu Barça mencatatkan 19 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 13 kekalahan melawan Real Madrid. Rekornya tersebut membuat Real Madrid kehilangan keunggulannya dalam rekor head-to-head El Clásico selama karirnya.
Sebelum Messi melejit, Real Madrid unggul enam kemenangan atas Barcelona. Tapi, kini rekor head-to-head keduanya seimbang dengan 96 kemenangan bagi Blaugrana dan Blancos. Untuk pertemuan di La Liga, Real Madrid masih sedikit unggul dengan 73 atas 72 kemenangan.
Warisan Messi di El Clásico sudah tak tertandingi. Meskipun begitu, ia masih memiliki beberapa rekor yang perlu dipecahkan. Presiden Kehormatan Real Madrid, Paco Gento, memenangkan 21 pertandingan El Clásico selama aktif sebagai pemain, saat ini Messi mendekat dengan mencatatkan 19 kemenangan. Ia mungkin bisa saja menyamai catatan Gento pada LaLiga Santander musim ini.
Messi juga mengubah Barcelona

El Clásico masih menjadi partai penting mengingat pertarungan sengit antara Barcelona dan Real Madrid dalam perebutan gelar, sehingga catatan menajubkan Messi dalam pertandingan tersebut berpengaruh terhadap gelar liga.
Lionel Messi merupakan pemain dengan trofi terbanyak dalam sejarah Barcelona (34 trofi), termasuk 10 LaLiga Santander dan empat Liga Champions. Penghargaan yang diraih kapten klub saat ini selama 15 tahun bersama tim utama Barça mewakili mewakili sepertiga dari semua yang dimenangkan oleh klub Catalan dalam 121 tahun sejak didirikan.
Barcelona telah mencapai 91 gelar, hanya kurang satu gelar dari Real Madrid. Era Messi juga memperlihatkan bangkitnya tim dalam jumlah kemenangan, dengan Barcelona memenangkan 34 gelar dan Real Madrid 21 gelar sejak debutnya di tahun 2004.
Momen terbaik Messi di El Cl?sico

Sejak awal, Messi telah menikmati keberhasilan melawan Real Madrid. Pada tahun 2007, saat ia masih berusia 19 tahun, Messi mencetak tiga gol El Clásico pertamanya dalam hasil imbang 3-3, menjadikannya pemain termuda yang mencetak hattrick dalam sejarah El Clásico.
Pada musim 2008/09, ia memiliki peran penting dalam kedua pertandingan di liga – mencetak gol dalam kemenangan 2-0 di Camp Nou dan mencetak dua gol dalam kemenangan 6-2 bersejarah di Bernabéu.
Pada tahun 2011, Barça and Real Madrid bertemu empat kali dalam sepekan, dengan Messi mendominasi di seluruh pertandingan. Pada tahun 2014, ia kembali mencetak tiga gol di Bernabéu, merayakannya dengan mencium lambang Barça, serta mencetak gol kemenangan di menit ke-93 di Bernabéu tahun 2017, dan melakukan selebrasi yang sangat terkenal - dengan memegang seragamnya dihadapan pendukung di Bernabeu, sebuah momen yang menjadi bagian penting sejarah modern El Clásico.
Warisan Messi di pertandingan tersebut sangat luar biasa hingga membuat pemain masa lalu harus menyatukan momen terbaik El Clásico mereka agar setara dengan Messi.
Messi telah menunjukkan ia mampu melakukan olah bola seperti Ronaldinho atau Zinedine Zidane, ia mampu mencetak gol lebih banyak dari Di Stéfano, ia mampu menyamai catatan skor 5-0 seperti Johan Cruyff dan ambil bagian dalam kemenangan 6-2, ia juga mampu mencetak gol sulit layaknya Diego Maradona di tahun 1983.
Catatannya, kenangannya, dan penghargaannya memastikan bahwa Messi telah menjadi sosok penting dalam rivalitas terbesar dalam sepak bola selama 15 musim LaLiga Santander terakhir. Pertandingan selanjutnya akan dilaksanakan akhir pekan ini, saat lembaran baru sang legenda akan dibuka kembali.
Sumber: BCW Indonesia
Baca Ini Juga:
- El Clasico dan Tragedi Kepala Babi untuk Sang 'Pengkhianat' Luis Figo
- LaLiga Luncurkan Aplikasi LaLiga eSpace untuk Mendekatkan El Clasico ke Penggemarnya di Indonesia
- El Clasico, Barcelona Masih Tanpa Marc-Andre ter Stegen
- Kala Raul Membuat Publik Camp Nou Terdiam
- Eden Hazard Fit untuk Laga El Clasico?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







