Jose Mourinho Tanggapi Kabar Kembalinya ke Real Madrid

Aga Deta | 18 Januari 2026 23:00
Jose Mourinho Tanggapi Kabar Kembalinya ke Real Madrid
Pelatih Benfica, Jose Mourinho memberikan instruksi di pinggir lapangan saat melawan Napoli di Liga Champions, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Jose Mourinho menegaskan dirinya tidak tertarik kembali ke Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu menyebut situasi di klub tersebut seperti opera sabun yang panjang dan membingungkan.

Mourinho pernah meraih satu gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol selama tiga tahun di Santiago Bernabeu. Saat itu, ia menghadapi dominasi Pep Guardiola bersama Barcelona.

Advertisement

Ketika ditanya soal kemungkinan kembali ke Madrid, Mourinho tampak menutup peluang tersebut. Ia memilih fokus pada tugasnya saat ini sebagai manajer Benfica.

Real Madrid tengah menghadapi gejolak internal dan protes suporter. Klub saat ini berada di posisi kedua La Liga, namun baru saja memecat Xabi Alonso setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol.

1 dari 3 halaman

Mourinho Tegaskan Tidak Kembali ke Madrid

Mourinho menegaskan dirinya tidak tertarik kembali ke Real Madrid saat ditanya rumor kepulangannya ke Santiago Bernabeu. Ia menyinggung situasi klub yang menurutnya seperti opera sabun yang panjang dan membingungkan.

Mourinho menilai bahwa ia lebih memilih fokus pada proyek yang sedang ia jalani bersama Benfica. Ia juga menekankan bahwa ia tidak ingin terlibat dalam drama internal atau tekanan media di Madrid.

"Jangan harapkan saya untuk opera sabun," ujar Jose Mourinho kepada Sport TV.

“Ada opera sabun yang bagus, tapi sangat panjang. Kalau terlewat satu atau dua episode, Anda akan kehilangan alurnya. Jangan mengharapkan saya, karena saya tidak menonton opera sabun,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Real Madrid Tengah Bergolak

Saat ini, Madrid berada di posisi kedua La Liga, tetapi memberhentikan Xabi Alonso setelah kalah di final Piala Super Spanyol dari Barcelona. Kabar keretakan hubungan Alonso dengan beberapa pemain membuat situasi di Bernabeu makin rumit.

Pengganti Alonso, Alvaro Arbeloa, memulai kiprah kepelatihannya dengan kekalahan memalukan di Copa del Rey dari tim kasta kedua, Albacete. Meskipun meraih kemenangan 2-0 atas Levante pada laga berikutnya, respons fans tetap kritis dengan siulan dan mengibarkan saputangan putih saat skor imbang di babak pertama.

"Kami tidak mengalami minggu yang baik dan fans berhak menunjukkan ketidakpuasan mereka kepada para pemain, tim, dan kepada saya yang paling utama," ujar Arbeloa.

"Ini adalah laga pertama saya sebagai pelatih Real Madrid di stadion ini dan apa yang saya lakukan sebagai pemain sudah berlalu. Sekarang saya harus membuktikan diri sebagai pelatih," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Fans dan Tuntutan di Bernabeu

Arbeloa menegaskan bahwa siulan dan sorakan fans ditujukan untuk seluruh tim, termasuk dirinya. Ia menyadari tanggung jawab besar sebagai pemimpin tim yang menjadi sorotan utama saat klub mengalami kesulitan.

Mantan pemain Galactico itu menilai fans Real Madrid sangat menuntut, tetapi itu justru membuat klub tetap besar. Ia menekankan rasa hormatnya kepada stadion dan pendukung, meski sudah beberapa kali menerima kritik dan celaan.

"Siulan itu untuk semua orang, dan untuk saya yang paling utama karena saya yang bertanggung jawab, pemimpin tim, dan yang harus disalahkan saat segala sesuatunya salah," ucap Arbeloa.

"Saya selalu sangat menghormati Bernabeu. Saya juga pernah diteriaki banyak kali, dan saya pikir salah satu alasan klub ini begitu besar adalah karena fansnya sangat menuntut," tambah Arbeloa.

Sumber: Daily Mail