Kehebatan Messi Bersumber dari Otak Jeniusnya
Editor Bolanet | 7 Februari 2013 09:53
- Hasil penelitian menyebutkan jika pergerakan gesit dan lincah yang dimiliki Lionel Messi terkait erat oleh kerja otak pemain asal Argentina tersebut. Menurut penelitian di Inggris itu, otak pemain berbakat seperti Messi bekerja lebih giat dibandingkan rata-rata pemain lainnya.
Para peneliti di Universitas Brunel Inggris menemukan fakta jika pesepakbola dengan skill tinggi mampu mengaktifkan area otak yang lebih luas sehingga membantu pergerakan mereka di lapangan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Sport and Exercise Psychology menemukan fakta jika pemain berbakat seperti Messi dapat menemukan cara untuk lolos dari jeratan lawan dengan cepat, seperti halnya insting ketika di lapangan.
Penelitian itu mengambil contoh 39 pemain dari level pemula hingga semi profesional untuk discan menggunakan MRI. Saat discan, 39 pemain tadi masing-masing disimulasikan dalam permainan sepakbola, kemudian aktivitas otak mereka dipantau melalui MRI.
Hasilnya terlihat jika para pemain yang mampu bereaksi lolos dari jeratan lawan menunjukkan kerja otak yang lebih kompleks dan lebih luas dibandingkan pemain lainnya. Dari data kerja otak jelas terlihat jika pergerakan otot sangat erat kaitannya dengan kerja otak. Bisa dilihat dari perbandingan pesepakbola handal dengan yang pemula ketika mengambil keputusan untuk melakukan pergerakan di depan lawan, ucap peneliti Daniel Bishop dari Brunel University.
Kami percaya jika koordinasi kerja otak dan otot ini bisa dikembangkan melalui latihan yang intens, jadi langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana otak bisa dilatih untuk bisa mengantisipasi pergerakan lawan, pungkas Daniel. (afp/mac)
Para peneliti di Universitas Brunel Inggris menemukan fakta jika pesepakbola dengan skill tinggi mampu mengaktifkan area otak yang lebih luas sehingga membantu pergerakan mereka di lapangan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Sport and Exercise Psychology menemukan fakta jika pemain berbakat seperti Messi dapat menemukan cara untuk lolos dari jeratan lawan dengan cepat, seperti halnya insting ketika di lapangan.
Penelitian itu mengambil contoh 39 pemain dari level pemula hingga semi profesional untuk discan menggunakan MRI. Saat discan, 39 pemain tadi masing-masing disimulasikan dalam permainan sepakbola, kemudian aktivitas otak mereka dipantau melalui MRI.
Hasilnya terlihat jika para pemain yang mampu bereaksi lolos dari jeratan lawan menunjukkan kerja otak yang lebih kompleks dan lebih luas dibandingkan pemain lainnya. Dari data kerja otak jelas terlihat jika pergerakan otot sangat erat kaitannya dengan kerja otak. Bisa dilihat dari perbandingan pesepakbola handal dengan yang pemula ketika mengambil keputusan untuk melakukan pergerakan di depan lawan, ucap peneliti Daniel Bishop dari Brunel University.
Kami percaya jika koordinasi kerja otak dan otot ini bisa dikembangkan melalui latihan yang intens, jadi langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana otak bisa dilatih untuk bisa mengantisipasi pergerakan lawan, pungkas Daniel. (afp/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19















