Ketika Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Diragukan Masa Depannya, Fenomena Apa?
Asad Arifin | 23 Agustus 2020 00:51
Bola.net - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah merajai sepak bola dunia lebih dari 10 tahun terakhir. Akan tetapi, kini masa depan kedua pemain di klub masing-masing mulai diragukan.
Lionel Messi berada dalam situasi yang sulit. Dia bermain bagus sebagai individu pada musim 2019/2020. Namun, Barcelona gagal total di semua kompetisi yang diikuti.
Bahkan, Barcelona menutup musim dengan kekalahan memalukan 8-2 dari Bayern Munchen. Kini, santer dikabarkan bahwa Lionel Messi tak ingin lagi bermain di Barcelona dan hendak mencari klub baru.
Cristiano Ronaldo lebih baik. Dia memberikan gelar Serie A untuk Juventus. Namun, kegagalan di Liga Champions membuat dia kecewa. Pemain 35 tahun bahkan disebut sempat ingin pindah ke PSG pada Oktober 2019 lalu.
Lantas, apa yang terjadi dengan kedua penguasa Ballon d'Or itu?
Pelatih Baru Ingin Mereka Bertahan, Mengapa Harus Pindah?
Ronald Koeman, pelatih baru Barcelona, dengan tegas menyatakan ingin Lionel Messi bertahan di klub musim 2020/2021. Sebab, La Pulga masih menjadi bagian penting dari skuad Barcelona yang diraciknya.
"Sekarang tergantung saya untuk menemukan cara memaksimalkan potensi Messi, dan membuatnya bahagia di sini, dan supaya dia merasa penting," kata Ronald Koeman kepada NOS via Goal interansional.
Namun, Lionel Messi bergeming dan belum membuat keputusan akhir. Dia sudah bertemu Koeman dan lebih condong meninggalkan Barcelona daripada bertahan.
Juventus sejatinya masih membutuhkan Cristiano Ronaldo. Sang pelatih anyar, Andrea Pirlo, bahkan dikabarkan telah menawarkan jaminan agar Ronaldo tak pergi. Pirlo menjanjikan free role di sepertiga akhir lini serang Juventus kepada Ronaldo.
Namun, Tuttomercatoweb, Ronaldo membuka peluang pindah klub karena kegagalan juara Liga Champions dua musim beruntun. Di sisi lain, Juventus juga mulai keberatan dengan gaji Ronaldo yang mencapai 31 juta euro per musim.
Ambisi Terlalu Besar?
Cristiano Ronaldo punya ambisi yang besar. Dia selalu ingin menjadi nomor satu. Pemain asal Portugal itu tidak pernah merasa tua dan terus berupaya untuk mempertahankan levelnya.
Hanya saja, pada kasus tertentu, egosentris Ronaldo sangat besar. Klub harus membangun tim untuk mendukungnya agar potensi terbaiknya keluar. Hal ini terkadang harus mengorbankan potensi pemain lain.
Pada musim pertamanya di Juventus, Paulo Dybala menjadi 'korban' dari Ronaldo sentris yang dibangun klub. Juventus pun mulai kehilangan permainan kolektif dan bergantung pada Ronaldo.
Hal yang sama terjadi pada Lionel Messi di Barcelona. Dia punya ambisi yang sangat besar dan selalu ingin menjadi nomor satu. Hal yang justru menjadi masalah bagi klub.
Lionel Messi disinyalir punya kuasa lebih besar dari pelatih Barcelona, baik di era Quique Setien maupun Ernesto Valverde. Kedua pelatih akhirnya dipecat. Selain karena gagal meraih prestasi musim 2019/2020 ini, juga karena hubungan buruk dengan Lionel Messi.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca Ini Juga:
- Di Hadapan Ronald Koeman, Lionel Messi Bilang Ingin Tinggalkan Barcelona
- Wah, Ronald Koeman Segera Coret 3 Pemain Senior Barcelona?
- Bicara Liga Champions dan Ballon d'Or, Neymar Singgung Dominasi Messi-Ronaldo
- Bersama Lionel Messi, Man City Bisa Jadi Raksasa Sepak Bola Dunia
- Lionel Messi sedang Marah Besar, Ada Apa Gerangan?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Tunda Perekrutan Pemain Besar Hingga Musim Panas
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:49
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
-
Ruben Neves Tertarik Gabung Real Madrid, tapi Florentino Perez Menolak
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:39
-
Real Madrid Bisa Rekrut Dua Bek Tengah Sekaligus Musim Panas
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:33
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





