Kisah Santi Cazorla: Rela Digaji Rendah, Kini Antar Real Oviedo Selangkah Lagi Promosi ke La Liga
Ari Prayoga | 12 Juni 2025 12:46
Bola.net - Usia bisa memengaruhi kecepatan dan stamina seorang pesepakbola, tetapi kualitas sejati tak lekang oleh waktu. Hal ini ditunjukkan kembali oleh Santi Cazorla. Meski sudah berusia 40 tahun, maestro lini tengah ini masih mampu memikat penonton dengan permainan briliannya.
Dikenal sebagai El Mago atau Sang Penyihir, Cazorla menjadi pusat perhatian dalam laga penting antara Real Oviedo melawan Almería di leg kedua babak playoff promosi ke La Liga pada Kamis dini hari, 12 Juni 2025.
Bermain di kandang sendiri, Oviedo tertinggal di babak pertama. Pelatih Veljko Paunovic kemudian memainkan kartu asnya: menurunkan Cazorla di paruh kedua pertandingan.
Keajaiban Gol dari Cazorla
Tak butuh waktu lama bagi mantan bintang Arsenal dan Villarreal itu untuk memperlihatkan kelasnya. Mendapat kesempatan dari tendangan bebas di depan kotak penalti, Cazorla mengeksekusinya dengan penuh ketenangan.
Bola meluncur rendah dan akurat, melewati celah sempit di antara pagar betis pemain lawan. Kiper Almería tak bisa berbuat banyak. Gol penyeimbang pun tercipta, memicu sorakan meriah dari para pendukung tuan rumah.
Namun, lebih dari sekadar gol penyama skor, momen ini menjadi catatan bersejarah. Cazorla kini tercatat sebagai pemain paling senior yang berhasil mencetak gol di babak playoff promosi ke La Liga.
Dengan hasil imbang 1-1, Oviedo melaju ke final playoff berkat keunggulan agregat 3-2 setelah menang 2-1 di leg pertama. Di partai final, mereka akan menghadapi pemenang antara Mirandes dan Racing Santander.
Misi Istimewa Santi Cazorla
Sejak kembali membela klub masa kecilnya dua musim lalu, Cazorla membawa semangat besar untuk mengangkat Real Oviedo kembali ke pentas tertinggi sepak bola Spanyol. Dan malam itu, ia membuktikan bahwa meski usia terus bertambah, sentuhan magisnya belum memudar.
Yang membuat perjuangannya lebih mengesankan adalah kerendahan hatinya. Meski pernah menjuarai Euro 2012, Cazorla menerima gaji yang jauh dari kemewahan—sekitar Rp26 juta per pekan, jumlah minimum untuk pemain profesional di kasta kedua.
Tak hanya itu, ia pun menyerahkan sepenuhnya hak citranya kepada klub dan menyumbangkan 10 persen dari seluruh penjualan jersey bernama dirinya untuk mendukung akademi Real Oviedo.
Mimpi Besar Cazorla
Bagi Cazorla, mengantar Real Oviedo promosi ke La Liga bukan semata ambisi profesional, tetapi impian pribadi yang menyentuh hatinya.
“Kalau kami berhasil naik kasta, rasanya akan sebanding dengan meraih trofi besar pertama saya,” ucapnya, meski dalam kenyataannya ia telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi bersama klub dan tim nasional.
Ia pun mengenang masa kecilnya bersama Oviedo. “Saat terakhir kali Oviedo bermain di La Liga pada 2001, saya masih menjadi pengambil bola di pinggir lapangan. Setelah 22 tahun menjalani karier profesional, bisa membawa klub ini kembali ke level tertinggi akan menjadi penutup indah bagi perjalanan saya,” kenangnya dengan haru.
Meski begitu, Cazorla masih belum memastikan masa depannya. “Saya belum tahu apakah akan terus bermain di divisi utama. Saya ingin menilai kondisi fisik dulu dan melihat keputusan klub,” tutupnya.
Sumber: Marca, Real Oviedo, Standard
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Pelajaran Pahit Barcelona usai Kalah dari Girona di La Liga 2025-2026
Liga Spanyol 17 Februari 2026, 08:22
-
Girona Kalahkan Barcelona 2-1, Panaskan Puncak Klasemen Liga Spanyol 2025-2026
Liga Spanyol 17 Februari 2026, 08:12
-
Hasil Girona vs Barcelona: Tumbang di Montilivi, Blaugrana Kehilangan Puncak Klasemen
Liga Spanyol 17 Februari 2026, 05:20
-
Weston McKennie Minta Gaji Dua Kali Lipat, Juventus Masih Bungkam
Liga Italia 17 Februari 2026, 00:21
-
AC Milan Tertarik Rekrut Bek Barcelona di Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 17 Februari 2026, 00:01
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48



