Laporan Jurnalis Marca: Real Madrid Dilarang Menang, Melawan 13 Pemain di El Clasico
Asad Arifin | 20 Desember 2019 09:22
Bola.net - Laga El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid telah berlalu. Akan tetapi, pembicaraannya belum usai. Sebuah klaim dibuat jurnalis Marca, Juanma Rodríguez, bahwa Real Madrid melawan 13 pemain saat berjumpa Barcelona.
Barcelona menjamu Real Madrid pada laga tunda pekan ke-10 La Liga musim 2019/2020, Kamis (19/12/2019) dini hari WIB di Camp Nou. Laga ini harusnya digelar pada Oktober lalu, tetapi urung digelar karena faktor keamanan.
Duel Barcelona dan Real Madrid akhirnya berakhir dengan skor imbang 0-0. Real Madrid sempat mencetak gol pada menit 73 dari aksi Gareth Bale. Akan tetapi, gol tersebut dianulir wasit karena dalam prosesnya terjadi offside.
Hasil imbang membuat Barcelona tetap berada di puncak klasemen dan Real Madrid di posisi kedua. Poin yang didapat kedua tim sama, 36 poin. Namun, Barcelona punya selisih gol yang lebih baik.
Real Madrid Melawan 13 Pemain di El Clasico?
Juanma Rodríguez membuat laporan dengan judul 'Bermain Lawan 13 [pemain]: Real Madrid Tidak Diizinkan Kalahkan Barcelona' di Marca. 13 pemain yang dimaksud adalah 11 pemain di lapangan dan dua orang wasit.
Wasit yang dimaksud Juanma Rodríguez adalah Alejandro Hernandez Hernandez yang bertindak sebagai wasit utama dan Ricardo de Burgos Bengoetxea yang bertugas di ruang VAR. Keduanya dituding sengaja ditugaskan untuk merugikan Real Madrid.
"Dua penalti yang sangat jelas terhadap Raphael Varane tidak diberikan, sementara Gareth Bale memiliki gol yang dikesampingkan karena offside yang tipis," tulis Juanma Rodríguez di Marca.
"Begitulah mereka [Barcelona]. Mustahil bagi Real Madrid untuk bermain melawan Barcelona tanpa sesuatu yang aneh terjadi. Penalti yang jelas tidak diberikan, tidak ada penalti yang diberikan terhadap mereka, kartu merah yang tidak adil," lanjut Juanma Rodríguez.
Real Madrid Dilarang Menang karena Situasi Politik?

Juanma Rodríguez juga curiga pada memanasnya situasi politik di sekitar laga El Clasico. Terdapat demonstrasi dalam skala yang besar, bersamaan dengan digelarnya laga El Clasico. Spanduk protes juga dibentangkan di Camp Nou.
"Mengingat situasi di Catalonia dan di sekitar Camp Nou pada hari Rabu, tidak mudah bagi Real Madrid untuk menang, jadi Real Madrid dicegah untuk tidak menang," kata Juanma Rodríguez.
"Kedua pejabat [wasit] yang bertanggung jawab memiliki sejarah panjang keputusan yang tidak adil terhadap Los Blancos. Real Madrid bisa menjadi pemimpin klasemen La Liga dengan keunggulan tiga poin, tetapi Barcelona adalah yang teratas," ucapnya.
Di luar Camp Nou, bersamaan dengan laga El Clasico, terjadi demonstrasi dari kelompok pro kemerdekaan Catalonia dari Spanyol. Sempat terjadi bentrok dengan pihak kepolisian. Laporan dari AS, puluhan orang mengalami cedera akibat kejadian ini.
Sumber: Marca
Baca Ini Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Hal Penting Jelang Athletic Club vs Barcelona di La Liga
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 18:25
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20












