Lini Serang Real Madrid Sebenarnya Tak Sebagus Itu

Richard Andreas | 24 Februari 2026 18:14
Lini Serang Real Madrid Sebenarnya Tak Sebagus Itu
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, bereaksi dalam laga fase awal Liga Champions antara SL Benfica melawan Real Madrid, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Bola.net - Di atas kertas, lini serang Real Madrid terlihat menakutkan. Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Rodrygo, Franco Mastantuono, dan Gonzalo Garcia seharusnya menjamin aliran gol di Santiago Bernabeu.

Namun, sepak bola tidak dimainkan di atas kertas. Dalam beberapa laga terakhir, ketika Madrid membutuhkan ketegasan di sepertiga akhir, beban itu justru jatuh hampir sepenuhnya ke pundak Vinicius Junior.

Advertisement

Kondisi ini tercermin jelas dari kontribusi nyata sang pemain nomor tujuh, yang menjadi pembeda di tengah kebuntuan serangan Los Blancos.

1 dari 3 halaman

Ketergantungan Madrid pada Gol Vinicius

Ketergantungan Madrid pada Gol Vinicius

Vinicius Junior berebut bola dengan Valentin Rosier dalam laga Liga Spanyol antara Osasuna vs Real Madrid di Estadio El Sadar, 22 Februari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Gambaran paling jelas terlihat dari daftar pencetak gol terakhir Real Madrid. Tiga gol terakhir mereka, masing-masing saat menang 4-1 atas Real Sociedad, menang 1-0 atas Benfica, dan kalah 1-2 dari Osasuna, semuanya dicetak oleh Vinicius.

Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana kontribusi gol dari pemain lain nyaris menghilang. Dalam situasi krusial, Madrid terus kembali pada sosok yang sama untuk mencari solusi.

Ketika opsi lain tidak berjalan, Vinicius menjadi tumpuan paling logis. Ia bukan hanya pilihan terakhir, tetapi juga satu-satunya jalan keluar yang benar-benar tersedia.

2 dari 3 halaman

Dominasi dalam Tembakan dan Aksi Individu

Dominasi dalam Tembakan dan Aksi Individu

Gianluca Prestianni dari Benfica berebut bola dengan pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga playoff 16 Besar Liga Champions, Rabu (18/2). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Ketergantungan itu semakin terlihat dari keterlibatan Vinicius dalam peluang. Dalam dua laga melawan Benfica dan Osasuna, Real Madrid melepaskan total 33 tembakan, dengan 11 di antaranya berasal dari Vinicius.

Jumlah tersebut setara dengan sepertiga dari seluruh percobaan tim, dua kali lipat dari rata-rata kontribusinya yang biasanya berada di angka sekitar 16 persen per pertandingan. Angka ini menegaskan betapa besar porsinya dalam fase menyerang.

Namun, perannya tidak berhenti pada tembakan. Setiap kali menguasai bola, Vinicius menjadi pemantik utama serangan, di tengah pembicaraan yang terus berlanjut soal masa depan kontraknya.

3 dari 3 halaman

Masalah Penyelesaian dan Minimnya Dukungan

Dalam laga melawan Osasuna, Vinicius berulang kali menantang penjaganya dan menjadikan duel tersebut sebagai pertarungan personal. Pada dua momen berbeda, ia berhasil melewati lawan dan mengirim bola berbahaya ke jantung kotak penalti.

Masalahnya, tidak ada rekan setim yang siap menyelesaikan peluang tersebut. Minimnya kehadiran di momen menentukan membuat serangan Madrid terlihat tumpul.

Saat kreativitas tim mengering, naluri alami Madrid adalah mencari Vinicius dan berharap ada aksi spesial darinya. Bahkan setelah penyesuaian taktik gagal memberi jawaban, Vinicius sendiri yang akhirnya masuk ke area tengah layaknya penyerang dan memaksakan gol penyeimbang.

LATEST UPDATE