Maradona: Mourinho Lebih Hebat Dari Guardiola
Editor Bolanet | 20 Februari 2012 21:00
- Jose Mourinho mungkin tidak terlalu 'spesial' di mata sejumlah pendukung Real Madrid, sedangkan bagi penggemar Barcelona FC dia tak lebih dari seorang 'penerjemah'. Tapi, bagi Diego Maradona, pelatih asal Portugal itu selalu jadi yang terbaik.
Mourinho memang sukses menciptakan jurang luar biasa lebar dengan Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga, tapi di awal musim dia sempat dihujani kritikan oleh sebagian besar publik Santiago Bernabeu.
Gelar pertama dalam empat tahun ternyata tak cukup bagi Mourinho untuk merebut simpati para Madridistas yang mengecamnya karena strategi bertahan dan ketidakmampuan timnya mengalahkan sang rival abadi, Barcelona.
Dalam 10 bentrokan melawan Barca sejak dinahkodai Mourinho, armada Madrid kalah lima kali, imbang empat kali serta menang hanya sekali, dan itu pun butuh extra-time untuk mengatasi Barca di final Copa del Rey musim lalu.
Tanda tanya besar masih membayangi nasib Mourinho di Madrid. Dua tahun tersisa dalam kontrak, dan berkembangnya isu bahwa dia 'lelah' dengan kehidupan di Spanyol, banyak pihak meramalkan Mourinho akan kembali ke Premier League musim depan dengan sebagai salah satu destinasi utamanya.
Sebaliknya, Josep Guardiola bisa dikatakan memiliki jabatan abadi di Barcelona. Pep telah sukses memberikan 13 gelar penting hanya dalam tiga setengah tahun masa kepelatihannya di Camp Nou, termasuk dua mahkota Liga Champions dalam empat tahun terakhir.
Tapi jika kita tanyakan pada Maradona, dalam wawancara eksklusifnya dengan Sport360, siapa yang terbaik di antara kedua sosok sentral di Bernabeu dan Camp Nou itu, selalu hanya ada satu pemenang.
Saya mengagumi Mourinho. Sebagai seorang pria, pelatih dan ahli psikologi. Bagi saya, dialah yang terbaik, puji Maradona.
Ada satu persamaan antara Mourinho dan Maradona, yaitu keduanya adalah sosok yang kontroversial, tapi hebat.
Maradona, yang pernah memperkuat Barcelona pada 1982 sampai 1984, juga memuji Guardiola yang sanggup menjadi pelatih paling sukses dalam sejarah panjang nan luar biasa Barca, padahal dia baru berusia 41 tahun.
Pep adalah orang hebat, tapi mungkin belum bisa dibilang luar biasa. Untuk itu, dia harus membuktikan dirinya sanggup meraih prestasi dengan tim yang biasa-biasa saja, bukan dengan skuad supernya di Barcelona. Pep masih muda dan kariernya masih sangat panjang, tuturnya.
Tapi, Mourinho sanggup mengubah sekeping koin menjadi sekuntum mawar. Itulah alasan penilaian saya. Dia sungguh sosok yang luar biasa. (s360/gia)
Mourinho memang sukses menciptakan jurang luar biasa lebar dengan Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga, tapi di awal musim dia sempat dihujani kritikan oleh sebagian besar publik Santiago Bernabeu.
Gelar pertama dalam empat tahun ternyata tak cukup bagi Mourinho untuk merebut simpati para Madridistas yang mengecamnya karena strategi bertahan dan ketidakmampuan timnya mengalahkan sang rival abadi, Barcelona.
Dalam 10 bentrokan melawan Barca sejak dinahkodai Mourinho, armada Madrid kalah lima kali, imbang empat kali serta menang hanya sekali, dan itu pun butuh extra-time untuk mengatasi Barca di final Copa del Rey musim lalu.
Tanda tanya besar masih membayangi nasib Mourinho di Madrid. Dua tahun tersisa dalam kontrak, dan berkembangnya isu bahwa dia 'lelah' dengan kehidupan di Spanyol, banyak pihak meramalkan Mourinho akan kembali ke Premier League musim depan dengan sebagai salah satu destinasi utamanya.
Sebaliknya, Josep Guardiola bisa dikatakan memiliki jabatan abadi di Barcelona. Pep telah sukses memberikan 13 gelar penting hanya dalam tiga setengah tahun masa kepelatihannya di Camp Nou, termasuk dua mahkota Liga Champions dalam empat tahun terakhir.
Tapi jika kita tanyakan pada Maradona, dalam wawancara eksklusifnya dengan Sport360, siapa yang terbaik di antara kedua sosok sentral di Bernabeu dan Camp Nou itu, selalu hanya ada satu pemenang.
Saya mengagumi Mourinho. Sebagai seorang pria, pelatih dan ahli psikologi. Bagi saya, dialah yang terbaik, puji Maradona.
Ada satu persamaan antara Mourinho dan Maradona, yaitu keduanya adalah sosok yang kontroversial, tapi hebat.
Maradona, yang pernah memperkuat Barcelona pada 1982 sampai 1984, juga memuji Guardiola yang sanggup menjadi pelatih paling sukses dalam sejarah panjang nan luar biasa Barca, padahal dia baru berusia 41 tahun.
Pep adalah orang hebat, tapi mungkin belum bisa dibilang luar biasa. Untuk itu, dia harus membuktikan dirinya sanggup meraih prestasi dengan tim yang biasa-biasa saja, bukan dengan skuad supernya di Barcelona. Pep masih muda dan kariernya masih sangat panjang, tuturnya.
Tapi, Mourinho sanggup mengubah sekeping koin menjadi sekuntum mawar. Itulah alasan penilaian saya. Dia sungguh sosok yang luar biasa. (s360/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Susunan Pemain Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 14 Juni 2026, 01:10
-
Achraf Hakimi Main di Posisi Apa? Bek Kanan Maroko dengan Peran Tak Biasa
Piala Dunia 14 Juni 2026, 00:49
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:55
-
Tempat Menonton Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:45
-
Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:12
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







