Mourinho: Saya Memang Seorang Pecundang
Editor Bolanet | 25 Mei 2012 08:00
- Jose Mourinho merupakan salah seorang pelatih terbaik dunia. Kini ia turut mengungkapkan sisi lain dari dirinya.
Ia merasa bahwa dirinya juga seorang pecundang. Hal ini dirasakannya karena ia sendiri kerap mendapatkan beberapa kekalahan yang menyakitkan. Terakhir ia gagal memimpin Real Madrid di Liga Champions setelah mereka disingkirkan oleh Bayern Munich melalui adu penalti.
Saya memang seorang pecundang, ujar pelatih Portugal tersebut.
Kami sedih ketika kami kalah di Liga Champions namun tidak ada lagi yang terjadi. Saya hanya pergi ke ruang ganti Bayern untuk melihat kebahagiaan mereka lalu merasakannya.
Yang berbeda adalah jika kami kalah karena sesuatu yang tidak adil. Saya sungguh tidak dapat menerimanya.
Mungkin saja memang (saya punya kepribadian yang berbeda) namun itu tergantung pada situasi. Meski begitu, saya tidak bermaksud munafik tapi ini jujur.
Saya pemalu secara sosial jadi saya merasa lebih nyaman di sepak bola.
Sepak bola telah memberi saya banyak namun juga telah mengambil banyak dari saya. Sejak kecil saya selalu bermimpi sukses di sepak bola dan akhirnya itu memberi saya keuntungan di bidang ekonomi yang berarti saya tidak memiliki masalah keuangan di sisa hidup saya.
Meski begitu, sepak bola juga telah merebut privasi saya dan keinginan saya untuk menjalani hal-hal yang sederhana. (sw/Rev)
Ia merasa bahwa dirinya juga seorang pecundang. Hal ini dirasakannya karena ia sendiri kerap mendapatkan beberapa kekalahan yang menyakitkan. Terakhir ia gagal memimpin Real Madrid di Liga Champions setelah mereka disingkirkan oleh Bayern Munich melalui adu penalti.
Saya memang seorang pecundang, ujar pelatih Portugal tersebut.
Kami sedih ketika kami kalah di Liga Champions namun tidak ada lagi yang terjadi. Saya hanya pergi ke ruang ganti Bayern untuk melihat kebahagiaan mereka lalu merasakannya.
Yang berbeda adalah jika kami kalah karena sesuatu yang tidak adil. Saya sungguh tidak dapat menerimanya.
Mungkin saja memang (saya punya kepribadian yang berbeda) namun itu tergantung pada situasi. Meski begitu, saya tidak bermaksud munafik tapi ini jujur.
Saya pemalu secara sosial jadi saya merasa lebih nyaman di sepak bola.
Sepak bola telah memberi saya banyak namun juga telah mengambil banyak dari saya. Sejak kecil saya selalu bermimpi sukses di sepak bola dan akhirnya itu memberi saya keuntungan di bidang ekonomi yang berarti saya tidak memiliki masalah keuangan di sisa hidup saya.
Meski begitu, sepak bola juga telah merebut privasi saya dan keinginan saya untuk menjalani hal-hal yang sederhana. (sw/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo: Fakta-fakta Menarik sang Ikon Sepak Bola Dunia
Asia 8 Juni 2026, 08:52
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19















