Perang Politik di Barcelona: Xavi dan Laporta Terus Saling Serang!

Richard Andreas | 13 Maret 2026 17:47
Perang Politik di Barcelona: Xavi dan Laporta Terus Saling Serang!
Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Bola.net - Persaingan menuju pemilihan presiden Barcelona memasuki fase paling panas pekan ini. Di tengah situasi tersebut, nama Xavi Hernandez muncul sebagai pusat perhatian setelah melontarkan pernyataan yang memicu polemik.

Mantan pemain sekaligus mantan pelatih Barcelona itu menyinggung keputusan presiden klub saat ini, Joan Laporta. Pernyataannya berkaitan dengan upaya membawa Lionel Messi kembali ke Camp Nou pada musim panas 2023.

Advertisement

Isu tersebut langsung menjadi bahan perdebatan baru menjelang pemungutan suara akhir pekan ini. Ketegangan antara dua figur penting Barcelona pun semakin terbuka di ruang publik.

1 dari 3 halaman

Tuduhan Xavi dan Respons Laporta

Tuduhan Xavi dan Respons Laporta

Presiden Barcelona, Joan Laporta saat menonton laga Copa del Rey melawan Guadalajara, 16 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Rudy Garcia

Xavi menyatakan bahwa Laporta sempat memveto rencana untuk memulangkan Lionel Messi ke Barcelona pada 2023. Klaim tersebut muncul ketika situasi klub tengah mempertimbangkan kemungkinan reuni dengan mantan kapten mereka.

Selain itu, Xavi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara Laporta menangani akhir masa jabatannya sebagai pelatih. Ia mengaku merasa tidak didukung, terutama setelah dipecat sekitar setahun kemudian.

Keputusan pemecatan itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Xavi diyakinkan untuk tidak mengundurkan diri di akhir musim 2023-24. Situasi tersebut menambah ketegangan antara kedua tokoh yang sebelumnya memiliki hubungan kerja yang erat.

Laporta kemudian memberikan tanggapan sehari setelah pernyataan tersebut muncul di publik. Ia menuding Xavi menyimpan rasa kesal terhadap dirinya.

2 dari 3 halaman

Perdebatan Soal Kepulangan Messi

Perdebatan Soal Kepulangan Messi

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Dalam penjelasannya, Laporta membantah bahwa dirinya menghalangi kembalinya Messi ke Barcelona. Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak pernah mendapat lampu hijau dari pihak La Liga.

Menurut Laporta, regulasi liga menjadi faktor utama yang membuat transfer itu tidak bisa terwujud. Karena itu, ia menolak anggapan bahwa keputusan pribadi darinya menjadi penyebab kegagalan tersebut.

Tak lama setelah pernyataan Laporta, Xavi menyampaikan respons singkat melalui media sosial. Pesan tersebut dianggap sebagai tanggapan tidak langsung terhadap bantahan sang presiden.

“Dengan kebenaran di depan saya, selalu! Dengan Barca di hati kita, selalu! Hidup Barca!”

3 dari 3 halaman

Dampak terhadap Pemilihan Presiden Barcelona

Pernyataan Xavi muncul hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden Barcelona digelar. Waktu kemunculannya membuat isu tersebut berpotensi memengaruhi persepsi anggota klub yang memiliki hak suara.

Xavi sendiri masih dihormati oleh banyak anggota Barcelona meskipun masa akhirnya sebagai pelatih tidak berjalan mulus. Karena itu, komentarnya mengenai Messi bisa menjadi faktor penting dalam dinamika pemilihan.

Saat ini, Laporta masih dianggap sebagai kandidat favorit untuk kembali terpilih sebagai presiden klub. Jika terpilih, itu akan menjadi mandat keempat baginya memimpin Barcelona.

Di sisi lain, pernyataan Xavi juga dapat memberi keuntungan bagi kandidat lain, Victor Font. Xavi diketahui mendukung Font dalam persaingan menuju kursi presiden Barcelona.

LATEST UPDATE