Platini: Deadline Ballon d'Or Diperpanjang Demi Ronaldo
Editor Bolanet | 3 Desember 2013 20:54
Platini memang tidak memiliki otoritas apa pun dalam penyelenggaraan Ballon d'Or yang menjadi 'milik' FIFA. Karenanya, ia bisa bebas menyatakan beberapa pendapat anehnya dalam wawancara bersama AS.
Platini, dengan bercanda, menyatakan sedikit kecurigaan mengenai penghargaan tersebut. Bukan cuma tahun ini, tetapi juga tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga kembali menegaskan niatnya untuk menjalankan Financial Fair Play mulai musim depan. Klub-klub yang membangkang bakal mendapat hukuman tegas dari organisasi sepakbola tertinggi di Eropa itu.
Berikut kutipan wawancara Platini dengan AS. (AS/hsw)
Kandidat Peraih Ballon d'Or

Platini: Sepertinya favorit pemenangnya adalah Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan Franck Ribery.
Dua pemain pertama adalah para pemain yang sangat hebat, sementara itu Ribery adalah pemain yang memenangkan segalanya musim lalu. Mereka bertiga adalah pemain yang berkualitas.
Saya rasa pemilihan Ballon d'Or tahun ini akan menjadi yang paling sulit sepanjang sejarah.
'Perpanjangan Waktu' Ballon d'Or

Platini: Saya rasa keputusan itu bertepatan dengan pertandingan playoff Piala Dunia antara Portugal melawan Swedia. Cristiano mencetak tiga gol ketika bermain di Swedia.
Mungkin FIFA sengaja memperpanjang waktu voting untuk membuat senang Cristiano... (Platini lantas tertawa).
Ballon d'Or 2010

Platini: Saya juga heran dengan hal itu. Saya sepakat bahwa Ballon d'Or 2010 harusnya diberikan kepada pemain dari Spanyol.
Iniesta, Xavi... saya rasa kedua pemain itu pantas memenangkannya. Yang menang adalah Messi, dia juga seorang juara. Tapi menurut saya, Ballon d'Or tahun 2010 harusnya diberikan kepada pemain dari timnas Spanyol.
Rasanya Mendapatkan Ballon d'Or

Platini: Ada semacam kebanggaan pribadi, tetapi perasaan yang lebih besar adalah setiap trofi itu juga layak menjadi milik rekan-rekan setim saya. Sepakbola adalah olahraga tim, menang dan kalah bersama.
Namun Ballon d'Or tetap saja menjadi salah satu pengakuan terbesar terhadap kemampuan pemain, terutama sekarang karena sudah mendapat perhatian dari seluruh dunia.
Ke Mana Trofi Platini?

Platini: Ya. Saya masih menyimpan trofi itu di rumah saya. Di dekat jendela ruang tamu, ada dua trofi Ballon d'Or. Ada juga trofi-trofi lain yang saya menangkan. Trofi-trofi itu menjadi penanda sejarah karier sepakbola saya.
AS: Hanya dua trofi? Ke mana trofi satunya?
Platini: Satu trofi Ballon d'Or saya berikan kepada Gianni Agnelli, patron Juventus.
Financial Fair Play

Platini: Sudah ada komisi independen yang bertugas mempelajari kasus semacam ini. UEFA memiliki perangkat yang cukup kompeten untuk mendeteksi pelanggaran aturan FFP.
Kasus Malaga

Platini: Yang pertama, Malaga adalah klub besar dengan tradisi besar. Apa yang terjadi kepada Malaga juga bisa terjadi kepada klub-klub raksasa Eropa lainnya.
Komisi Disiplin UEFA adalah badan independen dan selalu membuat keputusan berdasarkan fakta di lapangan. Saya tegaskan bahwa aturan ini berlaku sama bagi semua orang.
Superprofesionalismo

Platini: Tidak-tidak, saya tidak pernah mengatakannya. Jangan terlalu percaya dengan apa yang ditulis oleh pers...
Poin saya adalah; klub hanya boleh belanja dengan uang yang mereka miliki. Seperti halnya warga negara biasa, anda hanya boleh membeli mobil yang memang anda mampu beli. Ini adalah inti dari FFP.
FIFA Virus

Platini: UEFA sudah mencapai kesepakatan dengan Asosiasi Klub Eropa dan FIFA untuk memberikan kompensasi kepada pemain yang cedera ketika bertanding di ajang internasional. Saya yang mengeluarkan ide ini.
Tindakan yang benar memang memberikan ganti rugi kepada klub karena pada akhirnya pihak klub adalah yang membayar gaji pemain. Sebagai tambahan, sudah ada kesepakatan bahwa sebuah timnas tidak bisa bermain dalam laga persahabatan di luar benua mereka lebih dari sekali selama satu musim.
Masalah Rasisme

Platini: Rasisme bukan hanya masalah sepakbola, rasisme adalah masalah masyarakat. Yang terjadi di lapangan biasanya merupakan cerminan dari apa yang terjadi di masyarakat.
Kadang ada politisi yang mendesak saya, UEFA atau FIFA untuk mengakhiri rasisme. Saya biasanya membalas dengan pertanyaan: Apa yang sudah anda lakukan untuk mengakhiri rasisme?
Prinsip kami dalam hal rasisme sudah jelas: Tak ada toleransi. Orang mungkin akan bilang bahwa Platini menggunakan tangan besi untuk melawan Rasisme, tetapi saya sudah mendapat mandat untuk memerangi masalah ini.
Hukuman untuk rasisme harus berat. Pengurangan poin, hukuman larangan bertanding kepada pemain, serta bermain tanpa penonton.
Perbedaan Pendapat Dengan Blatter

Platini: Saya memang tidak sepakat dengan GLT. Jika ada GLT, maka akan ada teknologi untuk penalti, offside dan sebagainya. Pada akhirnya wasit akan sering menghentikan laga dan 'berkonsultasi' kepada video pertandingan.
Saya akui bahwa teknologi seperti GLT lebih efektif ketimbang mata wasit. Seluruh dewan UEFA sudah sepakat menggunakan GLT untuk Euro 2016, jadi saya harus berubah pikiran.
Soal perbedaan pendapat dengan Blatter, dia adalah orang yang lebih tua dari saya meski dia adalah sosok yang modern. Saya bisa cukup puas dengan GLT saja. Tapi saya yakin Blatter tak akan berhenti di sana...
Perang Wasit UEFA vs FIFA

Platini: Tidak ada perseteruan atau persaingan. Para wasit sama-sama berusaha mengaplikasikan dan mengartikan aturan di lapangan.
Kedua sosok itu (Collina dan Busacca) sudah saling menjalin pengertian. Kontroversi selalu ada karena dalam sepakbola kontroversi adalah bagian dari permainan. Kontroversi adalah bagian dari sepakbola, dari olahraga yang kita cintai.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:18
-
Barcelona Kantongi 2 Calon Pelatih Pengganti Hansi Flick, Salah Satunya Arteta
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 15:31
-
Lawan Barcelona di Liga Champions Sudah Tidak Bermain Selama Lebih dari Sebulan
Liga Champions 19 Januari 2026, 15:00
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26




