Quique Setien Belum Mampu Kembalikan 'DNA Barcelona', Apa yang Salah?
Asad Arifin | 28 Januari 2020 12:51
Bola.net - Barcelona menyambut Quique Setien dengan penuh suka cita. Walau tidak punya rekam jejak dengan Barcelona, pelatih berusia 61 tahun tersebut dianggap bisa mengembalikan 'DNA Barcelona'.
Barcelona acap kali dianggap tampil sebagai tim yang berbeda pada era Ernesto Valverde melatih. Barcelona bukan menjadi tim yang bermain atraktif, menyerang, dan mendominasi penguasaan bola.
Valverde membawa Barcelona tampil lebih pragmatis dan menang adalah tujuan utama. Pendekatan Valverde itu mendapat banyak kritik dan, walau mampu memberikan dua gelar juara La Liga, dia akhirnya dipecat.
Quique Setien sejak awal bertekad untuk mengembalikan Barcelona tampil sesuai identitas klub. Mantan pelatih Real Betis itu adalah fans berat Johan Cruyff, salah satu sosok yang membangun fondasi gaya bermain Barcelona.
Ada Apa dengan Barcelona?
Jurnalis ESPN, Gabriele Marcotti, menilai ada beberapa masalah yang harus diselesaikan olah Quique Setien. Meskipun beberapa aspek, utamanya penguasaan bola, berhasil tetapi Quique Setien dianggap masih gagal memunculkan 'DNA Barcelona'.
"Apa yang telah kita lihat dari Setien dalam upaya untuk menciptakan kembali Barcelona seperti satu dekade yang lalu, sebagian besar bagian yang gagal," kata Marcotti dikutip dari ESPN.
Barcelona memang dominan dalam hal penguasaan bola. Tetapi, mereka tidak mampu menciptakan situasi berbahaya. Selain itu, Barcelona juga tidak mampu mengantisipasi ketika lawan melakukan serangan balik cepat.
"Ada dua masalah yang lebih luas yang perlu diatasi, dan ini tidak mudah."
"Barcelona era Guardiola bekerja bukan sekadar menjaga bola, ya, tetapi juga karena ketika mereka kehilangan itu mereka menekan dengan kekejaman dan intensitas kolektif," sambung Marcotti.
Bagaimana dengan Barcelona-nya Quique Setien?
Menurut Gabriele Marcotti, sulit bagi Barcelona era Quique Setien untuk bermain dengan intensitas seperti era Pep Guardiola. Sebab, Lionel Messi tidak punya kemampuan melakukan pressing seperti dulu. Pemain depan lainnya pun begitu.
"Bisakah Anda menekan secara efektif dengan Lionel Messi yang berusia 32 tahun dan Antoine Griezmann yang berusia 28 tahun? Saya tidak yakin mereka bisa melakukannya," kata Gabriele Marcotti.
Satu masalah lain, Barcelona kini tidak diperkuat Luis Suarez. Pemain asal Uruguay tersebut absen lama karena cedera lutut. Tanpa Luis Suarez, Barcelona kurang tajam dan kehilangan opsi di lini depan selain Lionel Messi.
"Logika akan menyarankan untuk membawa penyerang baru, Rodrigo Moreno masuk bidikan. Namun, apa Anda bersedia membayar mahal ketika Anda juga akan melakukan hal yang sama pada awal musim depan," ucap Marcotti.
Sumber: ESPN
Baca Ini Juga:
- Selain Carles Perez, Pemain-pemain Ini Juga Berpeluang Cabut dari Barcelona
- Presiden Barcelona Benarkan Rodrigo Moreno Masuk Daftar Belanja
- Real Madrid di Puncak Klasemen, Legenda Barcelona: Hanya Beruntung Saja
- Petinggi Valencia Berkunjung ke Barcelona, Transfer Rodrigo Segera Rampung
- Zinedine Zidane 'Instal Ulang' Real Madrid jadi Tim Bermental Juara
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Plot Twist di Real Madrid: Masa Depan Antonio Rudiger Berubah Drastis
Liga Spanyol 21 Maret 2026, 04:05
-
Prediksi Everton vs Chelsea Minggu 22 Maret 2026
Liga Inggris 21 Maret 2026, 01:52
-
Jadwal Final Carabao Cup Arsenal vs Man City, Minggu 22 Maret 2025
Liga Inggris 21 Maret 2026, 00:25
-
Hasil FP1 MotoGP Brasil 2026: Pedro Acosta dan Jack Miller Memimpin
Otomotif 20 Maret 2026, 23:12
-
Hasil FP1 Moto2 Brasil 2026: Mario Aji Tercepat Ketiga, Alex Escrig Memimpin
Otomotif 20 Maret 2026, 22:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28
















