Real Madrid TV Sebut La Liga Sebagai Sirkus, Penuh Skandal, Manipulasi, dan Memalukan

Afdholud Dzikry | 11 Mei 2026 08:44
Real Madrid TV Sebut La Liga Sebagai Sirkus, Penuh Skandal, Manipulasi, dan Memalukan
Gelandang Barcelona, Gavi mencoba menghentikan pergerakan gelandang Real Madrid, Jude Bellingham. (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Bola.net - Situasi panas menyelimuti internal Real Madrid usai bentrokan sengit melawan Barcelona. Pihak klub melalui kanal resmi mereka, Real Madrid TV, melontarkan kritik yang sangat tajam.

Mereka menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan tim asuhan Carlo Ancelotti. Fokus utama tertuju pada insiden yang melibatkan bintang asal Inggris, Jude Bellingham.

Advertisement

Bagi manajemen Madrid, kepemimpinan wasit di lapangan dan teknologi VAR benar-benar di bawah standar. Mereka bahkan tidak ragu menggunakan kata-kata keras untuk menggambarkan kondisi kompetisi saat ini.

Kejadian ini menambah panjang daftar perseteruan antara sang raksasa ibu kota dengan pihak penyelenggara liga. Atmosfer persaingan di Spanyol pun kini semakin memanas di luar lapangan hijau.

1 dari 3 halaman

Tudingan Manipulasi Siaran Pertandingan

Tudingan Manipulasi Siaran Pertandingan

Vinicius Junior beradu argumen dengan pemain Barcelona di laga Barca vs Real Madrid, 11 Mei 2026. (c) AP Photo

Kritik paling pedas diarahkan pada cara pihak penyelenggara menyiarkan pertandingan tersebut kepada publik. Real Madrid TV menilai ada upaya sengaja untuk menyembunyikan detail pelanggaran yang terjadi di area terlarang Barcelona.

Mereka merasa sudut kamera yang ditampilkan tidak memberikan gambaran jujur mengenai insiden yang menimpa Bellingham. Bagi mereka, ini adalah bentuk kendali editorial yang sengaja diarahkan untuk membentuk opini tertentu bagi penonton di rumah.

"Liga Spanyol tidak serius. Liga milik Tebas, Liga Negreira. Ini adalah sebuah sirkus dan lelucon. Ini benar-benar menakutkan. Betapa memalukannya produksi siaran Liga Spanyol," tulis pernyataan Real Madrid TV.

"Yang paling serius adalah hilangnya gambar-gambar tertentu. Tiba-tiba saja, terjadi lagi penyanderaan siaran dalam sebuah pelanggaran yang menentukan."

2 dari 3 halaman

Penalti Bellingham dan Kartu Merah Dani Olmo

Real Madrid TV juga menyoroti aksi Eric Garcia terhadap Jude Bellingham yang tidak berbuah penalti. Selain itu, mereka menilai ada pemain Barcelona lain yang seharusnya mendapatkan hukuman jauh lebih berat dari wasit.

Tangkapan layar momen siku Eric Garcia mengenai wajah Bellingham di menit ke-53. (c) ist

Pihak Madrid meyakini bahwa rekaman ulang sengaja tidak ditampilkan agar penonton tidak bisa melihat fakta sebenarnya. Mereka merujuk pada beberapa kejadian serupa di masa lalu yang juga dianggap merugikan tim.

"Mungkin dorongan di area leher adalah sesuatu yang lebih, tapi kami tidak melihatnya. Yang kami lihat adalah sikut dari Eric Garcia yang sangat jelas penalti dan juga kartu merah," kecam mereka.

"Bisa saja ada kartu merah untuk Dani Olmo. Namun, mereka menyembunyikan tayangan ulang dari penonton tentang sesuatu yang sebenarnya baru saja terjadi."

3 dari 3 halaman

Kinerja VAR dan Kritik untuk Javier Tebas

Nama Presiden La Liga, Javier Tebas, tidak lepas dari sasaran kemarahan kanal televisi resmi klub tersebut. Mereka menganggap kehadiran para petinggi liga di tribun penonton tidak memberikan dampak positif bagi keadilan di lapangan.

Kinerja VAR juga dianggap tidak konsisten dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam situasi krusial. Real Madrid merasa selalu menjadi pihak yang paling dirugikan oleh penggunaan teknologi asisten wasit tersebut.

"Setiap kali ada permainan yang meragukan, VAR melakukan intervensi saat dirasa nyaman. Dan kapan VAR melakukan intervensi? Itu hanya terjadi untuk merugikan Real Madrid," tegas pihak Real Madrid TV.

"Ini adalah demonstrasi lain dari kelambanan VAR yang tidak memperbaiki ketidakadilan. Jika ini dianggap sebagai bagian dari permainan, maka segalanya bisa dianggap bagian dari permainan."

Saat pemain Barcelona mengerubungi Vinicius Junior, kamera justru menjauh untuk memberikan kesan negatif pada pemain Brasil tersebut. Pola siaran seperti ini dianggap sebagai teknik manipulasi visual yang sistematis untuk menyudutkan penggawa El Real.

Sumber: AS

LATEST UPDATE