Skandal Barcagate, Presiden Josep Maria Bartomeu Dituduh Lakukan Korupsi
Asad Arifin | 4 September 2020 11:18
Bola.net - Kasus skandal di Barcelona, yang dikenal dengan 'Barcagate', kembali mengemuka. Kini, nama presiden klub Josep Maria Bartomeu dituduh terlibat dalam praktik korupsi oleh pihak kepolisian.
Kasus ini sudah terjadi beberapa waktu lalu. Media-media Spanyol sempat dibuat heboh terkait kasus ini. Sebab, ada dugaan Barcelona menyewa jasa pihak ketiga dengan cara kerja mirip buzzer.
Awal 2020 ini, berdasar dokumen yang didapatkan Cadena Ser, pihak Barcelona diduga melakukan praktik kotor. Mereka menyewa pihak ketiga untuk menyerang reputasi sejumlah pihak yang terkait dengan klub.
Pihak ketiga tersebut adalah sebuah perusahaan I3 Ventures. Namun, tudingan tersebut sudah dibantah Barcelona dalam sebuah pernyataan resmi. Lalu, kok bisa kasus ini mencuat lagi? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Tuduhan Korupsi Bartomeu
Polisi Catalan kini melakukan upaya penyelidikan atas dugaan kasus korupsi pada skandal Barcagate. Berdasar pada laporan El Mundo, ada dugaan kelebihan pembayaran yang menguntungkan pihak tertentu pada skandal Barcagate.
Bartomeu disebut membayar enam kali lipat lebih tinggi dari nilai pasar jasa 13 Ventures. Saat ini, alasan pembayaran lebih besar itulah yang diselidiki dan diduga ada dugaan korupsi yang dilakukan pihak Bartomeu.
Juli lalu, penyeledikan masuk pada tahap yang serius. Kepolisian telah datang ke kantor Barcelona untuk memeriksa sejumlah dokumen. Setelah pemeriksaan, pihak polisi menyita beberapa dokumen untuk diperiksa lebih jauh.
Kini, belum ada konfirmasi bantahan atau pernyataan lain dari kubu Barcelona. Tentu saja ini menjadi satu kabar buruk bagi tim. Sebab, mereka tengah sibuk untuk menyelesaikan negosiasi dengan Lionel Messi.
Barcelona Menyerang Pemainnya Sendiri
Cara kerja I3 Ventures dilaporkan hampir mirip dengan buzzer. Mereka punya jaringan di beberapa media sosial. Nantinya, mereka akan meggulirkan isu-isu tertentu untuk menggiring opini pemakai media sosial.
Dalam kasus Barcagate, pihak klub berupaya untuk merusak citra beberapa orang yang menjadi 'pesaing' Bartomeu. Hal ini terkait dengan pemilihan presiden baru Barcelona pada 2021. Victor Font menjadi korban dari kasus ini.
Selain itu, skandal ini dilaporkan juga menyerang sejumlah pemain aktif. Lionel Messi dan Gerard Pique, dua sosok yang vokal di klub, diserang citranya. Ada juga sejumlah pemain legendaris seperti Xavi Hernandez, Carles Puyol dan Pep Guardiola.
Sumber: AS
Baca Ini Juga:
- Langkah Luis Suarez ke Juventus Masih Terhalang Pesangon Barcelona
- Perbandingan Gol Luis Suarez dengan Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala, Siapa Paling Subur?
- Putar Balik! Negosiasi Alot, Lionel Messi Batal Tinggalkan Barcelona?
- Rivaldo: Messi Takkan Dicemooh oleh Fans Barcelona
- Keputusan Messi Tinggalkan Barcelona Bukan karena Emosi Sesaat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Agen Robert Lewandowski Terbang ke Italia, Bertemu Juventus atau AC Milan?
Liga Italia 21 April 2026, 07:29
LATEST UPDATE
-
Situasi Sudah Genting! Chelsea Mungkin Tidak Main di UCL Musim Depan
Liga Inggris 21 April 2026, 16:15
-
Barcelona Mundur dari Perburuan Yan Diomande Akibat Harga 100 Juta Euro
Liga Spanyol 21 April 2026, 16:00
-
Barcelona Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Alessandro Bastoni
Liga Spanyol 21 April 2026, 15:54
-
Cristian Chivu Tampil Impresif di Inter Milan, Satu Catatan Jadi Sorotan
Liga Italia 21 April 2026, 15:41
-
Daftar Juara Thomas Cup dan Uber Cup, Berapa Gelar yang Dikoleksi Indonesia?
Bulu Tangkis 21 April 2026, 14:53
-
Eduardo Camavinga Tolak Tinggalkan Real Madrid Meski Rumor Transfer Menguat
Liga Spanyol 21 April 2026, 14:49
-
Luis Figo Ungkap Penyebab Musim Sulit Real Madrid
Liga Spanyol 21 April 2026, 14:22
-
Real Madrid Belum Lakukan Kontak dengan Jose Mourinho
Liga Spanyol 21 April 2026, 14:15
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59









