Tapak Tilas Karir Sergio Ramos: Pemain ke-10 dengan 500 Laga di La Liga
Asad Arifin | 2 November 2020 15:07
Bola.net - Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, baru saja mencetak sejarah. Saat turun di laga melawan Heusca, Sabtu (31/10/2020) lalu, Sergio Ramos resmi menjadi pemain ke-10 dengan 500 penampilan di La Liga.
Andoni Zubizarreta, Joaquín, Raúl, Eusebio, Paco Buyo, Manolo Sanchís, Iker Casillas, Xavi Hernández dan Miquel Soler. Sembilan nama legenda-legenda LaLiga yang mencatatkan 500 penampilan dalam sejarah LaLiga.
Sergio Ramos menjadi nama terakhir yang mencatatkan pencapaian tersebut, setelah ia tampil dalam pertandingan melawan Huesca, pekan lalu. Sejauh ini, Ramos telah mencatatkan 461 penampilan bersama Real Madrid, dan 39 penampilan bersama Sevilla di La Liga.
Ramos telah menjadi pemain paling disorot di dunia sepak bola, tapi apa saja yang telah ditempuhnya hingga mencapai prestasi ini?
Lulusan akademi Sevilla
Meskipun Ramos identik dengan Real Madrid, karirnya dimulai di Sevilla FC. Ketika masih kecil dan tinggal di kota Camas, ia bermain sebagai penyerang. Ramos lalu bergabung dengan akademi Sevilla FC, dan berhasil lulus dari akademi dengan kesan yang sangat bagus, membuatnya mencatatkan debut di usia 17 tahun.
Pelatih Sevilla saat itu, Joaquín Caparrós, sangat terpukau dengannya, dan ia menurunkan Ramos di menit ke-64 dalam pertandingan tandang melawan RC Deportivo pada Februari 2004. Saat itu, Ramos mengenakan jersey dengan nomer punggung 35, dan saat itulah Ramos memperkenalkan diri ke LaLiga.
Meskipun Sevilla kalah 1-0, Ramos memberikan kesan yang luar biasa dan menunjukkan keberanian dengan menjegal pemain timnas Spanyol, Albert Luque, beberapa menit setelah ia masuk.
Di musim 2004/05, Ramos mencatatkan 32 penampilan bagi Sevilla, dan membuktikan diri bahwa ia memiliki kemampuan kelas dunia. Di awal karirnya di Sevilla, ia bermain sebagai bek kanan.
Pada musim panas 2005, ia memecahkan rekor transfer pemain bertahan dengan pindah ke Real Madrid dengan harga 27 juta euro.
Legenda di Bernabeu

Ramos tak ragu mengambil nomor punggung 4 warisan Fernando Hierro, tapi saat itu ia belum bermain sebagai bek tengah seperti saat ini. Ia mencatatkan kontribusi signifikan ketika bertahan dan menyerang ketika Real Madrid menjadi juara LaLiga di musim 2006/07 dan 2007/08.
Pada musim 2011/12, di bawah asuhan Jose Mourinho, ia digeser menjadi bek tengah, dan ia terus bermain impresif hingga saat ini.
Sejak saat itu, Ramos menjadikan dirinya sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia, dan di waktu bersamaan, terus mengasah insting menyerangnya dengan mencetak 74 gol di LaLiga, menjadikannya sebagai bek dengan catatan gol terbanyak di La Liga.
Gol teranyarnya adalah ketika mencetak gol penalti dalam kemenangan 3-1 atas Barcelona, November silam. Gol tersebut juga menambah catatan golnya menjadi 99 gol bagi Real Madrid di seluruh kompetisi.
Rekor yang Menanti Sergio Ramos

Terlepas dari segala pencapaiannya, Ramos masih dapat mencatatkan sejarah baru. Ia berhasil membawa Los Blancos juara LaLiga di musim 2019/20, dan ia ingin kembali mengangkat trofi tersebut di musim 2020/21, pencapaian yang terakhir kali dicatatkan Real Madrid di musim 2007 dan 2008.
Jika Ramos berhasil membawa Madrid juara musim ini, itu akan menjadi gelar LaLiga ke-enamnya, yang semakin membuatnya menjadi legenda La Liga.
Setelah membuat 500 penampilan, ia dapat terus naik peringkat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di divisi teratas Spanyol.
Pria asal Camas itu masuk dalam 10 besar, tetapi bisa menyalip Miquel Soler (504 penampilan), Xavi Hernández (505), Iker Casillas (510), dan bahkan Manolo Sanchís (523) sebelum akhir musim.
Untuk mencapai rekor Andoni Zubizarreta dengan 622 pertandingan masih akan menjadi pertanyaan yang cukup berat, tetapi satu hal yang dipelajari semua orang di sepak bola Spanyol sejak Ramos melakukan debutnya di LaLiga Santander pada Februari 2004 ialah jangan pernah meremehkan Ramos
Sumber: BCW Indonesia
Baca Ini Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






