Terungkap! Bukan Cuma Mbappe, Camavinga Juga Diduga Jadi Korban Salah Diagnosa di Real Madrid

Dimas Ardi Prasetya | 26 Maret 2026 10:21
Terungkap! Bukan Cuma Mbappe, Camavinga Juga Diduga Jadi Korban Salah Diagnosa di Real Madrid
Ante Budimir dikawal Eduardo Camavinga dalam laga Liga Spanyol antara Osasuna vs Real Madrid di Estadio El Sadar, 22 Februari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Bola.net - Sorotan tajam kini mengarah ke ruang medis Real Madrid setelah muncul laporan mengejutkan terkait penanganan cedera pemain. Kasus ini awalnya mencuat dari kondisi lutut Kylian Mbappe yang disebut mengalami kesalahan diagnosis.

Isu yang awalnya diangkat oleh media Spanyol Marca tersebut langsung menjadi perbincangan luas karena menyangkut salah satu bintang terbesar dunia. Apalagi, dugaan kesalahan itu disebut berdampak pada kondisi sang pemain di lapangan.

Advertisement

Namun, cerita tidak berhenti di Mbappe saja. Laporan terbaru menyebut ada pemain lain yang mengalami kejadian serupa di klub raksasa Spanyol tersebut.

Nama Eduardo Camavinga pun ikut terseret dalam pusaran isu ini. Gelandang muda asal Prancis itu disebut mengalami kesalahan medis yang tak kalah serius.

1 dari 4 halaman

Kasus Serupa Terungkap,?Camavinga Ikut Terseret

Kasus Serupa Terungkap,?Camavinga Ikut Terseret

Lamine Yamal berduel dengan Eduardo Camavinga dalam laga final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Laporan dari L'Equipe menyebut Eduardo Camavinga juga mengalami kesalahan diagnosis saat membela Real Madrid. Insiden ini terjadi pada Desember 2025 ketika ia mengalami cedera pergelangan kaki.

Camavinga mengalami masalah pada pergelangan kaki kiri saat menghadapi Athletic Bilbao. Meski sempat mencetak gol, ia harus ditarik keluar setelah mengeluh kesakitan.

Namun, kesalahan fatal diduga terjadi saat pemeriksaan lanjutan. Tim medis justru melakukan pemindaian MRI pada kaki kanan, bukan kaki kiri yang mengalami cedera.

Akibatnya, tidak ditemukan masalah dalam pemeriksaan tersebut dan Camavinga dinyatakan fit. Situasi ini membuatnya sempat masuk skuad melawan Celta, meski akhirnya tidak dimainkan.

Camavinga akhirnya absen di tiga laga Madrid berikutnya. Ia kemudian bisa merumput lagi di pertandingan melawan Sevilla namun hanya mendapat kans bermain selama sekitar seperempat jam saja.

2 dari 4 halaman

Mbappe Bantah Keras Tuduhan Salah Diagnosa

Mbappe Bantah Keras Tuduhan Salah Diagnosa

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. (c) AP Photo/Francisco Macia

Kasus ini semakin panas setelah nama Kylian Mbappe lebih dulu dikaitkan dengan dugaan kesalahan diagnosis lutut. Sejumlah media besar seperti RMC Sport, El Pais, hingga The Athletic ikut menguatkan laporan tersebut.

Disebutkan bahwa Mbappe sempat diperiksa pada lutut yang salah, sehingga memperparah kondisi cederanya. Ia bahkan harus menepi dalam beberapa pertandingan penting akibat masalah tersebut.

Namun, Mbappe sendiri memberikan bantahan tegas dalam konferensi pers bersama tim nasional Prancis. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Laporan yang mengklaim bahwa lutut yang salah diperiksa itu tidak benar. Saya mungkin secara tidak langsung bertanggung jawab atas hal ini. Jika Anda tidak berkomunikasi, semua orang akan memanfaatkan kesempatan untuk mengisi kekosongan – begitulah yang terjadi.”

3 dari 4 halaman

Dampak Besar, Tim Medis Madrid Ikut Dirombak

Dampak Besar, Tim Medis Madrid Ikut Dirombak

Vinicius Junior melompat ke arah Antonio Rudiger setelah laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City vs Real Madrid di Etihad Stadium, 18 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Terlepas dari bantahan Mbappe, isu ini tetap menimbulkan dampak besar di internal klub. Laporan menyebut bahwa kasus tersebut menjadi salah satu pemicu perubahan di departemen medis Real Madrid di awal tahun ini.

RMC Sport mengungkapkan bahwa kesalahan diagnosis Mbappe berperan dalam keputusan perombakan staf medis. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari insiden tersebut.

Perubahan pun dilakukan dengan menghadirkan kembali Dr. Niko Mihic sebagai kepala departemen medis. Ia sebelumnya sudah pernah menangani tim sebelum sempat meninggalkan posisinya.

Pergantian staf medis sendiri bukan hal baru di Real Madrid. Klub kerap melakukan evaluasi besar setiap kali jumlah cedera pemain dianggap terlalu tinggi.

LATEST UPDATE