Dua Petenis Jagoan Asia Kandas di Birmingham
Editor Bolanet | 11 Juni 2013 15:16
- Dua petenis papan atas Asia, Su-Wei Hsieh dari Taiwan serta Ayumi Morita dari Jepang, mengalami kekalahan mengejutkan pada putaran pertama turnamen WTA yang berlangsung di Birmingham, Senin (Selasa WIB).
Unggulan ke-10 Hsieh dan Morita, unggulan ke-11, tidak dapat berbuat banyak ketika masing-masing tumbang 2-6, 3-6 atas petenis Amerika Jamie Hampton dan kemudian pemain satunya kandas 4-6, 0-6 atas Alison Van Uytvanck dari Belgia.
Masih ada kekecewaan yang dirasakan Asia dalam turnamen itu - merupakan pemanasan menjelang Wimbledon yang akan dimulai dua minggu lagi - ketika pemain veteran Kimiko Date Krumm dari Jepang tunduk 4-6, 6-7 (3/7) atas petenis dari Rusia, Alla Kudryavtseva.
Penampilan Hampton mendapat perhatian besar, karena ia baru tampil tiga kali pada laga di lapangan rumput setelah sebelumnya pernah maju ke putaran 16 besar di Prancis Terbuka.
Ini merupakan yang pertama kali saya bermain di turnamen ini dan pertama kali pula di atas lapangan rumput. Jadi saya masih berusaha membiasakan diri terutama ketika melakukan pergerakan di permukaan lapangan itu, kata Hampton.
Tapi saya kira ini merupakan pertandingan bagus bagi saya. Ia (Hsieh) bermain amat keras di lapangan rumput dan ia selalu memainkan bola rendah. Saya merasa bagus ketika melancarkan servis dan saya amat agresif pada set kedua, katanya.
Tapi tidak semua kabar bagus bagi Amerika, karena juara bertahan Melanie Oudin, yang maju melalui babak penyisihan pada tahun lalu tapi berhasil tampil sebagai juara, kalah 3-6 1-6 atas mantan pemain urutan keempat junior dunia dari Kroasia, Ajla Tomljanovic.
Ini merupakan kemenangan besar bagi petenis berusia 20 tahun itu, yang juga harus mengikuti babak penyisihan dan tahun lalu kalah dua kali dalam penampilannya serta mengalami sakit.
Penyakitnya tidak umum di antara pemain tenis, tetapi mantan finalis Prancis Terbuka Robin Soderling pernah didera penyakit itu.
Secara fisik saya merasa belum baik benar, kata Tomljanovic.
Tapi saya juga merasa bertambah kuat dari satu turnamen ke turnamen lain. Merupakan penyakit mengerikan dan beberapa pemain, seperti Mario Ancic, harus meninggalkan tenis karena penyakit itu, katanya.
Saya sudah berbicara dengan saudara Mario dan ia mengatakan petenis itu belum dapat bermain. Mungkin merupakan keputusan ceras untuk istirahat sebagai persiapan menjelang turnamen musim mendatang, katanya. (ant/opw)
Unggulan ke-10 Hsieh dan Morita, unggulan ke-11, tidak dapat berbuat banyak ketika masing-masing tumbang 2-6, 3-6 atas petenis Amerika Jamie Hampton dan kemudian pemain satunya kandas 4-6, 0-6 atas Alison Van Uytvanck dari Belgia.
Masih ada kekecewaan yang dirasakan Asia dalam turnamen itu - merupakan pemanasan menjelang Wimbledon yang akan dimulai dua minggu lagi - ketika pemain veteran Kimiko Date Krumm dari Jepang tunduk 4-6, 6-7 (3/7) atas petenis dari Rusia, Alla Kudryavtseva.
Penampilan Hampton mendapat perhatian besar, karena ia baru tampil tiga kali pada laga di lapangan rumput setelah sebelumnya pernah maju ke putaran 16 besar di Prancis Terbuka.
Ini merupakan yang pertama kali saya bermain di turnamen ini dan pertama kali pula di atas lapangan rumput. Jadi saya masih berusaha membiasakan diri terutama ketika melakukan pergerakan di permukaan lapangan itu, kata Hampton.
Tapi saya kira ini merupakan pertandingan bagus bagi saya. Ia (Hsieh) bermain amat keras di lapangan rumput dan ia selalu memainkan bola rendah. Saya merasa bagus ketika melancarkan servis dan saya amat agresif pada set kedua, katanya.
Tapi tidak semua kabar bagus bagi Amerika, karena juara bertahan Melanie Oudin, yang maju melalui babak penyisihan pada tahun lalu tapi berhasil tampil sebagai juara, kalah 3-6 1-6 atas mantan pemain urutan keempat junior dunia dari Kroasia, Ajla Tomljanovic.
Ini merupakan kemenangan besar bagi petenis berusia 20 tahun itu, yang juga harus mengikuti babak penyisihan dan tahun lalu kalah dua kali dalam penampilannya serta mengalami sakit.
Penyakitnya tidak umum di antara pemain tenis, tetapi mantan finalis Prancis Terbuka Robin Soderling pernah didera penyakit itu.
Secara fisik saya merasa belum baik benar, kata Tomljanovic.
Tapi saya juga merasa bertambah kuat dari satu turnamen ke turnamen lain. Merupakan penyakit mengerikan dan beberapa pemain, seperti Mario Ancic, harus meninggalkan tenis karena penyakit itu, katanya.
Saya sudah berbicara dengan saudara Mario dan ia mengatakan petenis itu belum dapat bermain. Mungkin merupakan keputusan ceras untuk istirahat sebagai persiapan menjelang turnamen musim mendatang, katanya. (ant/opw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Tenis SEA Games 2025, 10-19 Desember 2025
Tenis 16 Desember 2025, 09:40
-
Daftar Pemain Timnas Tenis Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
Tenis 9 Desember 2025, 09:52
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, John Herdman Tak Salahkan Wasit
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 16:31
-
Barcelona Siapkan Tawaran Kedua untuk Rodri Setelah Proposal Awal Ditolak
Liga Spanyol 8 Agustus 2026, 15:46
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Gagal Dapatkan Vinicius Junior, Arsenal Disarankan Rekrut Marcus Rashford
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 14:12
-
Napoli Incar Benoit Badiashile, Chelsea Buka Jalan untuk Sang Bek
Liga Italia 8 Agustus 2026, 13:43
-
Arsenal Belum Bisa Umumkan Transfer Bruno Guimaraes dari Newcastle, Ada Apa?
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 13:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59













