Dubai Open: Kandaskan Schiavione, Ana Ivanovic Melenggang
Editor Bolanet | 22 Februari 2012 11:01
- Ana Ivanovic mengalahkan unggulan sesama mantan juara Prancis Terbuka, Francesca Schiavione, di turnamen Dubai Terbuka, Selasa (21/02), dengan menyatakan masih ada kesempatan baginya untuk meraih gelar Grand Slam.
Juara di Roland Garros 2008 dari Serbia itu mengalahkan juara 2010 dari Italia itu dengan angka 6-1, 7-5 pada penampilan yang menunjukkan kiprahnya menurun dalam tiga tahun belakangan ini.
Ivanovic dengan cepat bereaksi dan memimpin 5-0 pada set pertama, dengan melancarkan servis dan pukulan forehand amat tajam dan kelihatannya ia tidak mengalami banyak masalah.
Tapi Schiavone bangkit kembali pada set kedua dan melancarkan dua servis keras dan tiga kali mengancam lawan, sebelum Ivanovic mengakhiri permainan ketat itu.
Saya yakin saya dapat naik lagi ke puncak permainan dan meraih gelar Grand Slam, itu lah sebabnya saya berada di sini, kata Ivanovic, Bila saya tidak yakin dapat melakukan itu, maka saya rasa saya tidak akan berada di sini.
Rasanya aneh dalam usia 24 tahun saya sudah merasa tua. Ini merupakan tantangan besar bagi kami para petenis, katanya menyinggung keberadaan petenis yang menanjak pada 2011 seperti Victoria Azarenka, Petra Kvitova dan Caroline Wozniacki.
Mereka berusaha keras untuk tampil lebih bagus dan saya percaya saya pun masih dapat melakukannya, katanya.
Ivanovic juga gembira dengan cara bermainnya, termasuk ketika pelatihnya dari Inggris Nigel Sears muncul di tepi lapangan sebelum ia melancarkan servis untuk kedua kalinya.
Ketika ditanya mengapa ia memanggil pelatihnya, Ivanovic menjawab, Saya tidak memanggilnya. Ia hanya berdiri dan kemudian datang. Ia mengatakan 'kamu melakukan pekerjaanmu dengan baik, lanjutkan terus'.
Saya mencoba untuk tidak mengingat angka permainan. Saya berusaha terus bermain agresif dan saya melakukannya dengan susah payah, katanya.
Ivanovic membutuhkan bantuan sistem video untuk mendapatkan match point pada akhir laga itu. Pukulan Schiavone di dekat net disebutkan masuk, tetapi berdasar gambar video kelihatan bola mendarat satu inci di luar garis. Ivanovic merayakan kemenangannya itu setelah mendapatkan poin pada akhir permainan set kedua. (ant/lex)
Juara di Roland Garros 2008 dari Serbia itu mengalahkan juara 2010 dari Italia itu dengan angka 6-1, 7-5 pada penampilan yang menunjukkan kiprahnya menurun dalam tiga tahun belakangan ini.
Ivanovic dengan cepat bereaksi dan memimpin 5-0 pada set pertama, dengan melancarkan servis dan pukulan forehand amat tajam dan kelihatannya ia tidak mengalami banyak masalah.
Tapi Schiavone bangkit kembali pada set kedua dan melancarkan dua servis keras dan tiga kali mengancam lawan, sebelum Ivanovic mengakhiri permainan ketat itu.
Saya yakin saya dapat naik lagi ke puncak permainan dan meraih gelar Grand Slam, itu lah sebabnya saya berada di sini, kata Ivanovic, Bila saya tidak yakin dapat melakukan itu, maka saya rasa saya tidak akan berada di sini.
Rasanya aneh dalam usia 24 tahun saya sudah merasa tua. Ini merupakan tantangan besar bagi kami para petenis, katanya menyinggung keberadaan petenis yang menanjak pada 2011 seperti Victoria Azarenka, Petra Kvitova dan Caroline Wozniacki.
Mereka berusaha keras untuk tampil lebih bagus dan saya percaya saya pun masih dapat melakukannya, katanya.
Ivanovic juga gembira dengan cara bermainnya, termasuk ketika pelatihnya dari Inggris Nigel Sears muncul di tepi lapangan sebelum ia melancarkan servis untuk kedua kalinya.
Ketika ditanya mengapa ia memanggil pelatihnya, Ivanovic menjawab, Saya tidak memanggilnya. Ia hanya berdiri dan kemudian datang. Ia mengatakan 'kamu melakukan pekerjaanmu dengan baik, lanjutkan terus'.
Saya mencoba untuk tidak mengingat angka permainan. Saya berusaha terus bermain agresif dan saya melakukannya dengan susah payah, katanya.
Ivanovic membutuhkan bantuan sistem video untuk mendapatkan match point pada akhir laga itu. Pukulan Schiavone di dekat net disebutkan masuk, tetapi berdasar gambar video kelihatan bola mendarat satu inci di luar garis. Ivanovic merayakan kemenangannya itu setelah mendapatkan poin pada akhir permainan set kedua. (ant/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




