Federer Catat Rekor Juara Grand Slam
Editor Bolanet | 1 Februari 2010 04:42
Melalui kemenangan diraih dalam waktu dua jam 41 menit di Rod Laver Arena itu, Federer pun mengubur dalam-dalam impian Murray untuk menjadi petenis Inggris pertama yang meraih gelar juara Grand Slam setelah 74 tahun lalu.
Federer, petenis nomor satu dunia itu, memastikan kemenangan setelah terjadi pertarungan sengit pada set ketiga melalui tie break dengan skor ketat 13-11.
"Saya sangat gembira karena kembali tampil sebagai juara. Saya telah menampilkan permainan terbaik dalam hidup saya selama lebih dari dua minggu ini," kata Federer usai pertandingan.
"Sungguh terasa istimewa menjuarai turnamen Grand Slam pertama sebagai seorang ayah," lanjutnya.
Federer kemudian memuji permainan Murray karena petenis asal Skotlandia tersebut mampu memberikan perlawanan ketat.
"Andy bermain sangat bagus di turnamen ini. Sayang kalau petenis sebagus dia belum bisa meraih gelar juara Grand Slam, tapi jangan khawatir," kata Federer.
Bagi Murray, ini adalah untuk kedua kalinya ia kandas di tangan Federer di final Grand Slam, menyusul kegagalannya di final AS Terbuka 2008.
Kali ini, Murray pun gagal mewujudkan impian menjadi petenis tunggal putra pertama Inggris yang mampu menjuarai turnamen Grand Slam setelah Fred Perry 74 tahun lalu.
"Saya didukung penuh olah rakyat Inggris, saya minta maaf karena gagal memenuhi harapan mereka malam ini," kata Murray dengan suara tersendat menahan gejolak emosi dan mencoba menahan air mata tidak mengalir.
"Saya tidak bisa berteriak seperti Roger, sungguh memalukan karena saya tidak bisa bermain seperti dia," kata Murray mencoba bercanda.
"Ia jelas lebih baik dari saya malam ini. Tapi saya menikmati setiap menit pertandingan dan saya berharap suatu saat bisa kembali dan menang," katanya.
Bagi Federer, gelar juara di Australia Terbuka adalah tropi turnamen Grand Slam ke-16 dari total 27 turnamen besar yang telah diraihnya dan ia hanya dalam rentang tersebut, ia hanya enam kali di final.
Sukses tersebut juga telah menempatkannya sebagai petenis putra kelima dalam sejarah yang mampu meraih empat gelar juara Australia Terbuka.
Petenis AS Andre Agassi adalah petenis terakhir yang mampu melakukan hal yang sama pada 2003.
"Saya sama sekali tidak gembira dengan hasil ini. Saya telah bekerja sangat keras untuk sampai ke final dan saya ingin menjuarai turnamen ini," kata Murray.
Pertarungan dramatis terjadi pada set ketiga saat Murray mendapat lima kali kesempatan untuk memaksa pertandingan sampai set keempat saat tie-break terjadi sampai 24 kali.
Pada akhirnya, Federer yang berpenampilan tenang tersebut berhasil lolos dari tekanan dan forehand Murray yang menyangkut di net mengakhiri pertarungan. (ant/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













