4 Alasan Timnas Indonesia Keok dari Malaysia
Aga Deta | 6 September 2019 10:06
Bola.net - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit saat menjalani laga perdana Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Tim Garuda tumbang 2-3 dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam (5/2/2019).
Timnas Indonesia mampu unggul terlebih dulu. Dua kali mencetak gol, dua kali pula Malaysia mampu menyamakan kedudukan.
Striker Alberto Goncalves mencetak dua gol pada menit ke-11 dan ke-38, hasil umpan duo pemain sayap, Saddil Ramdani dan Andik Vermansah. Malaysia mampu membalasnya lewat Mohamadou Sumareh (36') dan Syafiq Ahmad (65').
Tim Harimau Malaya kemudian mengunci kemenangan lewat gol pada injury time lewat Sumareh. Pemain naturalisasi asal Gambia itu memaksa Andritany Ardhiyasa memungut bola pada menit ke-90+6.
Timnas Indonesia sebenarnya sudah bermain lebih apik pada babak pertama. Stefano Lilipaly dkk. mampu mendominasi permainan dan kerap mengurung pertahanan Malaysia.
Namun, babak kedua justru menjadi milik Malaysia. Permainan Tim Merah-Putih sangat kacau mulai belakang sampai barisan depan. Malaysia mampu memanfaatkan itu dengan membalas gol.
Secara permainan, Timnas Indonesia tampil mengecewakan. Dilansir Bola.com, berikut empat penyebab skuat arahan Simon McMenemy itu gagal memetik tiga poin di laga ini.
Lini Tengah Kacau
Keputusan Simon McMenemy menarik keluar Zulfiandi pada awal babak kedua harus dibayar mahal. Tanpa gelandang milik Madura United itu, Timnas Indonesia kehilangan sentuhan dan kerap gagal membangun serangan.
Tak ada yang mencoba untuk sigap menghentikan serangan yang dibangun lini tengah Malaysia. Rizky Pellu yang menjadi pengganti, gagal meredam pergerakan pemain Malaysia yang mendominasi penguasaan bola.
Padahal, selama babak pertama, Zulfiandi tampil sangat efektif di lini tengah. Dia mampu menahan bola dan mengatur tempo permainan.
Di sisi lain, dua gelandang lainnya, Evan Dimas dan Stefano Lilipaly, tidak menunjukkan performa terbaiknya. Selain sering kehilangan bola, keduanya juga gagal menciptakan kreasi serangan untuk lini depan.
Pertahanan Rapuh
Pemain belakang Timnas Indonesia sering melakukan back pass yang tidak perlu. Pertama, kiper Andritany Ardhiyasa mengumpan tendangan gawang yang dibalas sundulan balik oleh Hansamu Yama pada menit ke-22. Hal ini sempat dipermasalahkan oleh wasit.
Babak kedua juga demikian. Pemain belakang kerap mengirim umpan kepada Andritany, yang sangat membahayakan. Beruntung, pemain Malaysia yang berada di dekatnya tak mampu merebut bola.
Lebih dari itu, lini pertahanan Timnas Indonesia sangat kacau. Andritany tampil buruk mengantisipasi serangan Malaysia.
Gol pertama Malaysia yang dicetak Sumareh juga lahir akibat tidak ada pemain yang menghadangnya. Demikian halnya Syafiq, yang mencetak gol kedua.
Tak ada yang berusaha menghentikannya saat datang dari belakang dan melakukan sundulan mematikan setelah menerima umpan silang. Andritany juga tak berinisiatif mengamankan bola dengan berduel udara.
Barisan Depan Lumpuh
Penampilan trisula lini depan Timnas Indonesia sempat mengesankan pada babak pertama. Saddil Ramdani dan Andik Vermansah yang menjadi pemain sayap, mampu mengandalkan kemampuannya dan menyumbang assist.
Beto juga menunjukkan kelasnya lewat torehan gol. Penempatan bola yang apik lahir berkat kualitasnya sebagai striker yang mampu membaca celah lawan.
Namun, Beto tidak bisa berbuat banyak pada babak kedua. Dia dibuat tidak berdaya dengan mendapat pengawaan ketat dari pemain belakang lawan. Selain itu, tak ada lagi kiriman bola ciamik seperti babak kedua.
Pemain Indonesia juga kebingungan saat melakukan serangan dan berhasil masuk pertahanan Malaysia. Dalam situasi bertahan, Malaysia mampu memberi tekanan dan merebut bola dalam penguasaan Timnas Indonesia.
Tak Ada Penjagaan untuk Sumareh
Nama Mohamadou Sumareh sudah menjadi catatan buat Indonesia. Pemain naturalisasi asal Gambia milik Malaysia ini sudah ditandai sebagai sosok yang membahayakan.
Sumareh tak masuk starting eleven. Dia masuk pada menit ke-35. Tetapi, tak sampai semenit bermain, pemain berusia 25 tahun itu langsung membobol gawang Timnas Indonesia. Sumareh, yang menerima umpan terobosan, mampu lepas dari penjagaan pemain Timnas Indonesia.
Gol kedua yang menjadi penetu kemenangan Malaysia pun begitu. Sumareh yang berada di kotak penalti Timnas Indonesia mampu memanfaatkan umpan tarik Matthew Davies, meski dikawal pemain belakang Timnas Indonesia.
Tim Garuda tidak berusaha mengawal pergerakan Sumareh yang kerap membahayakan. Alhasil, dia bergerak bebas dan menjadi mimpi buruk buat tim tuan rumah Indonesia di hadapan suporter sendiri.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aditya Wany/Editor Aning Jati
Published: 6 September 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Tim Nasional 22 Oktober 2026, 22:21
-
Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Brasil: Sempat Beri Perlawanan, Garuda Tumbang 0-3
Tim Nasional 16 Oktober 2026, 07:14
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







