4 Hal yang Perlu Diperbaiki Usai Timnas Indonesia Kalah dari Irak
Richard Andreas | 7 Juni 2024 04:38
Bola.net - Timnas Indonesia harus bertekuk lutut kepada Irak pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup F. Dalam pertandingan yang dihelat di Gelora Bung Karno, Kamis (06/06), Skuad Garuda kalah dua gol tanpa balas. Dua gol Irak pada laga ini dicetak Aymen Hussein dan Ali Jasim.
Kekalahan Indonesia ini terbilang tak mengejutkan. Pasalnya, secara permainan, mereka tak tampil terlalu bagus. Secara rata-rata, performa penggawa tim besutan Shin Tae-yong ini hanya mendapat nilai 6,06.
Namun, kendati gagal mengemas poin, laga ini tetap sangat berharga bagi Skuad Garuda. Mereka bisa mendapat banyak pelajaran dari performa dan capaian pada laga ini.
Apa saja pelajaran yang didapat Timnas Indonesia kala diremukkan Irak? Berikut empat di antaranya.
Finishing Lemah

Pada pertandingan ini, Indonesia bukannya nihil peluang. Skuad Garuda sempat melepas delapan tembakan.
Namun, dari semua sepakan tersebut, menurut laman statistik Lapangbola, hanya ada satu tembakan tepat sasaran. Satu tembakan melenceng dari sasaran dan enam tembakan sisanya diblok pemain Irak.
Terlepas dari jumlah sepakan yang diblok, jumlah sepakan on target para penggawa Timnas Indonesia masih sangat kurang. Bukan tak mungkin jika ada lebih banyak sepakan tepat sasaran, Indonesia bakal bisa mencetak gol ke gawang Irak.
Tak cuma soal kuantitas sepakan tepat sasaran, kualitas peluang Indonesia pada laga ini juga masih kurang. Hal ini tak lepas dari keberhasilan pemain Irak mengadang serangan-serangan Indonesia, terutama yang memiliki nilai expected goals (xG) tinggi.
Selain membenahi akurasi tembakan, yang perlu dibenahi adalah skema serangan Skuad Garuda, yang diharapkan bisa meningkatkan nilai xG peluang yang dimiliki. Ujungnya, apalagi jika bukan untuk meningkatkan kemungkinan Indonesia mencetak gol ke gawang lawan.
Tidak Ada Distributor Bola

Pada laga ini, lini tengah Indonesia tak banyak berdaya. Padahal, lini ini merupakan ruang mesin yang sangat krusial dalam permainan sebuah tim.
Pada laga ini, pengatur permainan Indonesia, Thom Haye, hanya mampu melepas 35 umpan, yang 25 di antaranya akurat. Tentu ini sangat jauh dari standar Sang Profesor, julukan Haye.
Hal ini, bukan semata karena Haye tampil buruk. Pemain 29 tahun tersebut memang mendapat pengawalan ketat sepanjang penampilannya. Para penggawa Irak seakan paham bahwa Haye merupakan otak permainan Indonesia yang perlu dimatikan.
Kondisi ini membaik bagi Skuad Garuda setelah masuknya Ivar Jenner. Tak cuma mampu menjaga kedalaman, Jenner juga piawai mendistribusikan bola. Dengan kemampuannya ini, ia bisa mengisi tugas yang semestinya dijalankan Haye.
Dengan kondisi ini, Jenner tampaknya cocok untuk dipasang sebagai tandem Haye ke depannya. Jika Haye dimatikan, masih ada Jenner yang bisa mengisi peran distributor permainan Skuad Garuda.
Geser Jordi Amat

Jordi Amat bermain tak terlalu bagus pada laga ini. Ini bukan kali pertama pemain 32 tahun tersebut gagal menampilkan performa terbaiknya kala memperkuat Timnas Indonesia.
Bisa jadi, hal tersebut tak lepas dari kira menuanya Amat. Hal ini bisa membuat kecepatan dan respons pemain berdarah Spanyol ini tergerus.
Saat ini, Amat juga memperkuat Johor Darul Tazim di Malaysia. Hal ini bisa jadi performa Amat sudah tergerus, sehingga tak lagi 'layak' berkompetisi di liga-liga kelas satu Eropa.
Selain itu, berkompetisi di liga yang tak terlalu intens bisa jadi juga kian mempercepat turunnya performa Amat.
Tentu, Amat masih layak menjadi salah satu penggawa Timnas Indonesia. Namun, sebagai pilihan utama di jantung pertahanan, Shin Tae-yong harus mencari alternatif lain.
Kurangi Salah Sendiri

Pertandingan kontra Irak ini bisa jadi merupakan pameran blunder-blunder penggawa Skuad Garuda. Pelanggaran yang berbuah kartu merah bagi Jordi Amat juga pelanggaran Ernando Ari merupakan contoh kesalahan-kesalahan penggawa Indonesia pada laga kontra Irak.
Selain itu, yang paling mencolok, adalah kesalahan Ernando Ari dalam menerima bola back-pass jelang pengujung babak kedua. Terlebih lagi, hal ini berbuah gol kedua Irak.
Memang, melakukan kesalahan merupakan bagian tak terpisahkan dalam permainan sepak bola. Namun, harus tetap ada upaya untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan ini.
(Dendy Gandakusumah/Bola.net)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Irak vs Norwegia: Erling Haaland
Piala Dunia 17 Juni 2026, 07:23
-
Piala Dunia 2026: Tempat Menonton Irak vs Norwegia Rabu 17 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 04:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Ghana 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Uzbekistan 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:56
-
Selandia Baru dan Mesir Berburu Kemenangan Perdana
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:24
-
Uruguay Berusaha Bangkit, Cape Verde Ingin Melanjutkan Kejutan
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:57
-
Diincar Real Madrid dan Tottenham, Hati Mateus Fernandes Hanya untuk MU
Liga Inggris 21 Juni 2026, 16:30
-
Sama-sama Mencari Kemenangan Perdana, Belgia Waspadai Semangat Iran
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:22
-
Spanyol Bertekad Bangkit, Arab Saudi Ingin Jaga Asa Lolos
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:00
-
Mau Bintang Timnas Belanda Ini, MU Harus Setor Segini ke West Ham
Liga Inggris 21 Juni 2026, 15:30
-
Manchester United Cari Striker Baru, Bakal Balikan dengan Sang Mantan?
Liga Inggris 21 Juni 2026, 14:30
-
Man of the Match Jepang vs Tunisia: Ayase Ueda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 13:10
-
Swedia akui Kedigdayaan Belanda, Tapi Harusnya Bisa Main Lebih Baik Lagi!
Piala Dunia 21 Juni 2026, 10:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28








