Analisis Taktik Gerald Vanenburg saat Timnas Indonesia U-23 Kalah dari Korea Selatan: Salah Ambil Keputusan?
Ari Prayoga | 10 September 2025 01:15
Bola.net - Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk tampil di Piala Asia U-23 2026 resmi kandas. Garuda Muda gagal merebut tiket ke putaran final setelah tumbang 0-1 dari Korea Selatan U-23 pada laga pamungkas Grup J di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (9/9/2025) malam.
Kekalahan tipis tersebut sekaligus menutup peluang Indonesia melanjutkan kiprah ke ajang bergengsi di Arab Saudi. Meski sudah berjuang keras, langkah Garuda Muda harus terhenti lebih cepat di babak kualifikasi.
Kekalahan itu membuat Timnas Indonesia U-23 harus puas mengakhiri babak kualifikasi di posisi kedua. Garuda Muda hanya mampu mengumpulkan empat poin.
Timnas Korea Selatan U-23 yang mengoleksi sembilan poin lolos ke Piala Asia U-23 2026 dengan status juara grup. Sementara dengan koleksi empat poin, Timnas Indonesia U-23 gagal menduduki salah satu dari empat runner-up terbaik di babak kualifikasi.
Bola.net mencoba memberikan analisis mengenai upaya penerapan taktik Gerald Vanenburg pada pertandingan ini. Bagaimana kira-kira penerapan taktik itu?
Kecolongan di Awal Laga
Gerald Vanenburg mempertahankan ide utama dari formasi 4-4-2. Hokky Caraka dan Rafael Struick dipasang di lini depan dengan Struick yang lebih diberi kebebasan.
Namun, upaya Timnas Indonesia U-23 itu gagal berbuah hasil. Sebab, tim asuhan Gerald Vanenburg harus kecolongan di awal pertandingan.
Timnas Korea Selatan U-23 sudah mampu mencetak gol ketika laga berjalan enam menit. Gol itu harus diakui sangat mengganggu dan sedikit menurunkan mentalitas para pemain Timnas Indonesia U-23.
Apalagi para pemain Timnas Indonesia U-23 masuk ke lapangan dengan pikiran mencari gol cepat demi mengamankan tiga poin atas Timnas Korea Selatan U-23.
Keputusan Aneh Gerald Vanenburg
Ada satu keputusan Gerald Vanenburg yang cukup menarik pada pertandingan ini. Yakni dengan memasang Mikael Tata di posisi bek kanan.
Padahal kita semua tahu Mikael Tata adalah seorang bek kiri. Pemain milik Persebaya Surabaya itu pun memiliki kekuatan pada kaki kiri.
Mikael Tata pun tampil kurang begitu maksimal dan cenderung agak kikuk. Pada akhirnya Tata harus digantikan oleh pemain lain di awal babak kedua.
Disadur dari Bola.com (Hery Kurniawan, Wiwig Prayugi) 9 September 2025
Klasemen Grup J
Jangan Lewatkan!
- 3 Faktor Penyebab Timnas Indonesia U-23 Tumbang dari Korea Selatan dan Gagal Lolos ke Piala Asia U-23 2026
- Media Vietnam Soroti Gestur Thom Haye yang Enggan Berjabat Tangan Setelah Laga Timnas Indonesia vs Lebanon
- Kata-Kata Gerald Vanenburg Usai Timnas Indonesia U-23 Kalah dari Korsel dan Gagal Lolos ke Piala Asia U-23 2026
- Man of the Match Timnas Indonesia U-23 vs Korea Selatan: Cahya Supriadi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Hasil Bundesliga: 9 Pemain Bayern Tertahan di Markas Leverkusen
Bundesliga 14 Maret 2026, 23:58
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 23:30
-
Prediksi Lazio vs Milan 16 Maret 2026
Liga Italia 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Barcelona vs Sevilla 15 Maret 2026
Liga Spanyol 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Man Utd vs Aston Villa 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persib 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 20:12
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Dewa United 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54












