Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!

Editor Bolanet | 13 Februari 2026 15:47
Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
Pemain Timnas Indonesia memasuki lapangan jelang duel lawan Myanmar pada ajang SEA Games 2025 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Kabar buruk menghantam persiapan Timnas Indonesia U-23 jelang Asian Games 2026. Mimpi Garuda Muda untuk berlaga di Aichi-Nagoya, Jepang, terancam kandas sebelum dimulai akibat regulasi anyar yang dikeluarkan AFC dan OCA.

Aturan terbaru menetapkan bahwa cabang sepak bola putra hanya akan diikuti oleh 16 negara yang sebelumnya tampil di putaran final Piala Asia U-23 2026. Kebijakan ini jelas menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Gerald Vanenburg yang gagal lolos di babak kualifikasi.

Advertisement

Berbeda drastis dengan edisi Asian Games Hangzhou 2022, di mana setiap negara bebas mendaftarkan timnya melalui komite olimpiade masing-masing. Kini, pintu partisipasi seolah tertutup rapat bagi negara yang absen di Piala Asia U-23 Arab Saudi Januari lalu.

Kadek Arel dan kolega harus menelan pil pahit setelah langkah mereka terhenti di fase kualifikasi yang digelar di Sidoarjo. Kegagalan tersebut kini berdampak domino pada peluang mereka tampil di pesta olahraga terbesar se-Asia ini.

Namun, harapan belum sepenuhnya musnah bagi PSSI dan KOI jika mereka jeli melihat celah regulasi. Sebuah skenario "pengusiran" Australia bisa menjadi kunci masuknya Indonesia lewat jalur belakang.

1 dari 2 halaman

Celah Menggeser Australia

Peluang emas bagi Timnas Indonesia U-23 terletak pada status keikutsertaan Timnas Australia U-23. PSSI dan KOI memiliki argumen kuat untuk melobi AFC dan OCA agar menganulir partisipasi tim Negeri Kanguru tersebut.

Alasan utamanya sangat mendasar: Australia secara geografis bukan bagian dari benua Asia. Meski Federasi Sepak Bola Australia (FA) telah bergabung dengan AFC sejak 2006, konteks keanggotaan mereka lazimnya hanya berlaku untuk even tunggal sepak bola (AFC dan FIFA), bukan pesta olahraga multievent seperti Asian Games.

Jika Australia bisa didepak, satu slot kosong tersebut bisa menjadi rebutan negara-negara Asia yang gagal lolos, termasuk Indonesia. Argumen ini diperkuat dengan fakta bahwa Australia tidak pernah mengirimkan tim sepak bola ke ajang SEA Games, meski sudah menjadi anggota AFF sejak 2013.

2 dari 2 halaman

Regulasi yang Dinilai Rancu

Pengamat sepak bola senior, Toni Ho, menyoroti kerancuan regulasi yang diterapkan oleh AFC dan OCA. Menurutnya, marwah Asian Games sebagai pesta olahraga bangsa Asia harus dijaga ketat dari peserta luar kawasan.

Toni menilai kehadiran Australia dalam skema 16 tim peserta Asian Games adalah sebuah anomali yang harus dikoreksi. Ia mendesak otoritas terkait untuk bersikap adil terhadap negara-negara anggota asli Asia.

"Aturan peserta cabang sepak bola putra Asian Games yang digagas AFC dan OCA rancu. Karena ini pesta multicabang olahraga negara-negara Asia, maka seharusnya tak boleh ada negara di luar Asia ikut," tegas Toni Ho, pengamat asal Makassar.

Eks pelatih Persipura Jayapura itu bahkan menyarankan solusi konkret untuk mengisi slot Australia. Mekanisme playoff dianggap sebagai jalan tengah paling adil bagi semua pihak yang merasa dirugikan.

"Cara paling fair, satu tempat Timnas Australia U-23 bisa diperebutkan lewat playoff yang diambil dari hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 kemarin," jelas Toni memberikan solusi.

Disadur dari: Bola.com (Gatot S/Hendry W; 13/2/2026)

LATEST UPDATE