Asnawi Mangkualam Akui Sempat Susah Cari Makanan Halal di Korea Selatan
Asad Arifin | 15 September 2023 10:23
Bola.net - Asnawi Mangkualam Bahar membeber kesulitan yang dirasakannya saat pertama kali bermain di Korea Selatan. Pemain yang saat ini memperkuat Jeonnam Dragons tersebut mengaku sempat kesulitan mencari makanan halal di Korea Selatan.
Dalam siniar yang diunggah akun youtube Sport77 Official, Asnawi berkisah bahwa ia sempat merasa kesulitan ketika harus hijrah ke Korea Selatan. Yang membuatnya sulit, menurut pemain berusia 23 tahun tersebut, adalah harus tinggal sendiri di negara orang.
"Paling sulit adalah soal makanan. Di Korea kan banyak yang non-halal. Jadi susah buat cari makanan," ucap Asnawi.
Asnawi sendiri sudah sejak awal 2021 lalu tinggal di Korea. Waktu itu, ia dipinang Ansan Greeners dari PSM Makassar.
Putra legenda PSM Makassar Bahar Muharram ini sempat dua musim memperkuat Greeners di KLeague 2. Ia menjadi salah satu pilihan utama di klub asal Kota Ansan tersebut.
Penampilan apik Asnawi bersama Ansan menarik minat klub KLeague 2 lainnya, Jeonnam Dragons. Walhasil, pada 27 Januari 2023, ia resmi direkrut oleh Dragons.
Selain makanan, Asnawi juga menyebut faktor bahasa sebagai hal yang membuatnya harus beradaptasi lagi. Namun, saat ini, ia mengaku sudah sedikit belajar Bahasa Korea, agar tak kesulitan berkomunikasi.
"Untuk bahasa, saya belajar juga, tapi cuma untuk bahasa di sepak bola saja. Yang umum-umum belum. Paling cuma (belajar bahasa) kalau mau ke restoran, yang simpel-simpel aja," tuturnya.
Simak kisah selengkapnya di bawah ini.
Adaptasi Gaya Permainan Baru
Selain kehidupan di luar lapangan hijau, ada sejumlah hal terkait teknis yang juga membuat Asnawi harus beradaptasi. Salah satunya, menurut pemain yang namanya moncer setelah tampil apik bersama tim PON Sulawesi Selatan tersebut, adalah gaya permainan di Korea Selatan.
"Lumayan susah. Di sana, tekanan tinggi. Kita harus banyak lari. Kekuatan fisik diutamakan. Sebelum datang ke sana, kondisi tubuh belum siap," kata Asnawi.
"(Dibandingkan Indonesia) Fisiknya sangat berbeda. Di Indonesia, menit 70 ke atas pemain sudah banyak yang jalan. Sementara di sana, menit 70 ke atas intensitas permainan kian tinggi," sambungnya.
Ganti Jenis Sepatu

Tak hanya itu, kepindahannya ke Korea Selatan juga membuat Asnawi harus mengganti model sepatu. Hal ini, menurutnya, tak lepas dari beda jenis lapangan di Indonesia dan Korea Selatan.
"Di Indonesia lapangannya cenderung keras. Sementara, di Korea Selatan, lapangannya soft," kata Asnawi.
"Untuk sepatu harus disediakan yang beda. Saya harus ganti jenis sepatu karena nggak cocok dengan lapangan di sini. Harus ganti pul (studs) yang lebih tinggi. Kalau musim panas harus pakai pul besi," ia menambahkan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Kesempatan Kedua Ramai Rumakiek: Disanksi Shin Tae-yong, Dipilih Indra Sjafri ke Timnas Indonesia U-
- 5 Pemain Kejutan yang Dipanggil Indra Sjafri ke Timnas Indonesia U-24: Ada yang Pernah Disanksi Shin
- Hugo Samir: Prestasi dan Kontroversi Penyerang yang Dipanggil ke Timnas Indonesia U-24
- Rapor Pemain Abroad Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024: Semuanya Ciamik!
- Rapor Pemain Naturalisasi di Kualifikasi Piala Asia U-23
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Milan Punya 'Semangat Sergio Ramos' Saat Tumbangkan Inter di Derby
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:31
-
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:00
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05
-
Hasil Milan vs Inter: Derby della Madonnina Milik Rossoneri
Liga Italia 9 Maret 2026, 04:51
-
Daniele De Rossi Lukai AS Roma: Genoa Menang 2-1 dan Guncang Il Lupi
Liga Italia 9 Maret 2026, 03:06
-
Persib vs Persik: Maung Bandung Hanya Ingin Menang
Bola Indonesia 9 Maret 2026, 01:00
















