Eksistensi dan Transformasi Ricky Kambuaya di Timnas Indonesia
Asad Arifin | 28 Mei 2025 12:37
Bola.net - Keberadaan Ricky Kambuaya di skuad Timnas Indonesia tetap konsisten meski terjadi pergantian pelatih dan pemain. Namun, jika sebelumnya ia menjadi motor permainan tim, kini pemain milik Dewa United itu lebih banyak berperan sebagai pembeda dari bangku cadangan.
Ricky mencatatkan debut bersama Timnas Indonesia pada Juli 2021 saat melawan Chinese Taipei. Di bawah arahan Shin Tae-yong, ia tampil selama 71 menit dan membantu tim meraih kemenangan 2-1.
Sejak saat itu, Kambuaya menjadi andalan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Ia tampil reguler di Piala AFF 2020 dan meraih banyak pujian berkat performanya. Namun, seiring waktu, menit bermainnya mulai berkurang. Pada Piala Asia 2023, ia hanya tampil dua kali.
Kendati demikian, namanya tidak pernah benar-benar terpinggirkan dari skuad Garuda. Ia tetap mendapat kepercayaan, bahkan di era pelatih baru, Patrick Kluivert. Hanya saja, statusnya kini bukan lagi sebagai pemain inti.
Persaingan Ketat, Kambuaya Tersisih tapi Masih Diandalkan
Masuknya para pemain keturunan seperti Thom Haye, Joey Pelupessy, dan Ivar Jenner membuat lini tengah Timnas Indonesia semakin kompetitif. Meski begitu, Kambuaya tetap mendapat panggilan berkat kualitas yang dimilikinya.
Pada periode 2021–2022, ia sempat menjadi pemain kunci dalam strategi Shin Tae-yong. Gaya bermainnya yang eksplosif, berani menusuk dari lini kedua, dan punya keberanian membawa bola ke area lawan membuatnya tampil menonjol di Piala AFF 2020 maupun Kualifikasi Piala Asia 2023.
Namun, kehadiran pemain-pemain berpengalaman dari Eropa mulai menggeser perannya. Kini, Kambuaya lebih sering diturunkan sebagai pemain cadangan ketimbang sebagai starter.
Meski begitu, perannya tetap penting. Ia kini menjadi 'game changer' yang mampu memberi dampak besar meski hanya bermain dalam waktu singkat. Contohnya saat menghadapi Bahrain, ia tampil impresif meski hanya bermain selama 18 menit.
Punya Gaya Bermain Unik, Kambuaya Tambah Variasi Taktik
Di sisi lain, Kambuaya lebih condong ke peran gelandang menyerang. Ia bukan kreator utama, tetapi unggul dalam menggiring bola ke depan, menekan pertahanan lawan, dan melakukan pergerakan vertikal yang membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Kehadirannya memberikan opsi berbeda di lini tengah Timnas Indonesia. Meski bukan lagi pusat permainan, kontribusinya tetap penting dalam situasi tertentu, terutama saat tim membutuhkan perubahan tempo atau intensitas permainan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Tim Nasional 22 Oktober 2026, 22:21
LATEST UPDATE
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





