FIFA Matchday: Empat Alasan Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Turkmenistan
Serafin Unus Pasi | 6 September 2023 21:24
Bola.net - Timnas Indonesia akan menghadapi Turkmenistan dalam laga uji coba resmi. Laga FIFA Matchday ini akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (08/09) lusa.
Secara peringkat FIFA, Indonesia berada di bawah calon lawannya tersebut. Saat ini, Skuad Garuda menempati posisi 150. Sementara, Turkmenistan berada di peringkat ke-138.
Namun, kendati kalah secara peringkat FIFA, peluang Indonesia untuk meraih poin, bahkan memetik kemenangan pada laga tersebut sangat terbuka. Optimisme ini juga sempat beberapa kali diungkapkan para penggawa Skuad Garuda.
Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang bisa melicinkan langkah Indonesia meraih kemenangan pada laga ini.
Apa saja faktor-faktor yang bisa membuat Indonesia meraih kemenangan kala menghadapi Turkmenistan? Berikut empat di antaranya.
Faktor Kandang Sendiri
Indonesia berstatus sebagai tuan rumah pada laga ini. Ini adalah faktor pertama yang bisa membuat Skuad Garuda meraih hasil positif.
Indonesia memiliki catatan bagus bermain di kandang sendiri. Dukungan suporter fanatik mereka tentu menjadi tambahan motivasi bermain bagi para penggawa Skuad Garuda.
Tahun 2023 ini, mereka sudah menggelar empat uji coba resmi di kandang. Hasilnya, cukup bagus. Mereka sukses meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan sekali kekalahan.
Bertabur Pemain Naturalisasi

Laga ini memang hanya berstatus 'laga FIFA Matchday', tapi ini tak membuat Indonesia tampil dengan kekuatan apa adanya. Mereka tetap menurunkan kekuatan terbaik, termasuk sejumlah pemain naturalisasi yang mereka miliki.
Pada laga ini, Indonesia dipastikan tak bisa menurunkan semua pemain naturalisasi mereka, Shayne Pattynama. Pemain Viking FK ini disebut mengalami cedera.
Namun, tanpa Pattynama, masih ada empat pemain naturalisasi lain yang bisa dimainkan Shin Tae Yong pada laga ini. Mereka adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, Marc Klok, dan Stefano Lilipaly. Sebagai catatan, Walsh adalah pemain 'termahal' di skuad Indonesia saat ini.
Superior Kontra Turkmenistan

Laga akhir pekan ini bukanlah pertemuan pertama antara Indonesia dan Turkmenistan. Sebelumnya, kedua tim tersebut sudah empat kali bersua. Hasilnya, Indonesia meraih dua kemenangan dan sekali hasil imbang. Sementara, dalam satu laga sisanya, mereka harus menelan kekalahan.
Pada perjumpaan pertama kedua tim, di fase grup kualifikasi Piala Dunia Zona Asia tahun 2004, Indonesia harus menelan kekalahan 1-3. Kemudian, pada pertemuan kedua, dalam ajang yang sama, giliran Skuad Garuda menang dengan skor 3-1.
Tujuh tahun berselang, kedua tim kembali bersua pada putaran kedua Piala Dunia Zona Asia. Pada leg pertama, yang dihelat di kandang Turkmenistan, Indonesia mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1. Kemudian, pada laga leg kedua, yang dihelat lima hari berselang, Skuad Garuda menang dengan skor 4-3.
Pengalaman Berharga Kontra Argentina

Indonesia memang harus menelan kekalahan kala menghadapi Argentina. Namun, pada laga ini, Skuad Garuda mendapat banyak hal berharga.
Memang banyak yang bilang bahwa secara teknis para penggawa Indonesia tak terlalu mendapat keuntungan dalam hal ini. Namun, secara mental, tentu mereka mendapat sejumlah modal berharga.
Secara mental, pengalaman bertanding melawan Argentina tentu meningkatkan rasa percaya diri para penggawa Skuad Garuda. Mereka juga bisa mendapat pengalaman bertanding melawan pemain-pemain yang levelnya berada dua sampai tiga level di atas.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Aji Kusuma Bersyukur Dipanggil Shin Tae-yong, Ingin Berjuang di Timnas Indonesia
- Starting XI Timnas Indonesia Bersama Jay Idzes: Bakal jadi Timnas dengan Pertahanan Terkuat di Asia
- 7 Pemain Timnas Indonesia yang Posisinya Bisa Digusur Jay Idzes: Bagaimana Nasib Rizky Ridho dan Fac
- Diisi Empat Pemain Naturalisasi, Ini Prediksi Starting XI Timnas Indonesia Kala Menghadapi Turkmenis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







