Habil Marati Berencana Menaikkan Uang Harian Timnas
Editor Bolanet | 15 Agustus 2012 20:45
- Manajer Tim Nasional Indonesia, Habil Marati tengah berupaya membuat terobosan baru. Misalnya seputar uang harian yang akan diterima para pemain.
Menurut Habil, uang saku yang rata-rata diterima Timnas kini jumlahnya mencapai Rp 500 ribu per hari. Jumlah tersebut, dirasakannya tidak mencukupi. Alhasil, pengganti Ramadhan Pohan tersebut berinisiatif untuk meningkatkannya menjadi Rp1 juta per hari.
Dengan begitu, para para pemain lebih bersemangat jika dipanggil mengikuti pemusatan Tim Nasional dan berlomba-lomba untuk memberikan kemampuan terbaiknya, ujar mantan anggota DPR RI periode 2004/2009 tersebut.
Keuangan bagi Tim Nasional kini tidak boleh telat. Caranya, 60 persen anggaran PSSI harus dialokasikan untuk keperluan Tim Nasional. Dana tersebut juga tidak sepenuhnya harus ditanggung PSSI, sebab kami akan mencarikan sponsor, tuturnya.
Selain itu, Habil berupaya membenahi sistem kontrak bagi para pemain. Misalnya, untuk pemusatan latihan jangka pendek, diterapkan kontrak sela tiga bulan. Sedangkan jangka panjang, diaplikasikan kontrak satu tahun.
Sehingga, tinggal dikalikan saja nantinya. Dengan begitu, mereka akan lebih terpacu memperkuat Tim Nasional. Persoalan dan finansial kini tidak boleh lagi menjadi masalah. Tim Nasional harus solid, tutupnya. (esa/dzi)
Menurut Habil, uang saku yang rata-rata diterima Timnas kini jumlahnya mencapai Rp 500 ribu per hari. Jumlah tersebut, dirasakannya tidak mencukupi. Alhasil, pengganti Ramadhan Pohan tersebut berinisiatif untuk meningkatkannya menjadi Rp1 juta per hari.
Dengan begitu, para para pemain lebih bersemangat jika dipanggil mengikuti pemusatan Tim Nasional dan berlomba-lomba untuk memberikan kemampuan terbaiknya, ujar mantan anggota DPR RI periode 2004/2009 tersebut.
Keuangan bagi Tim Nasional kini tidak boleh telat. Caranya, 60 persen anggaran PSSI harus dialokasikan untuk keperluan Tim Nasional. Dana tersebut juga tidak sepenuhnya harus ditanggung PSSI, sebab kami akan mencarikan sponsor, tuturnya.
Selain itu, Habil berupaya membenahi sistem kontrak bagi para pemain. Misalnya, untuk pemusatan latihan jangka pendek, diterapkan kontrak sela tiga bulan. Sedangkan jangka panjang, diaplikasikan kontrak satu tahun.
Sehingga, tinggal dikalikan saja nantinya. Dengan begitu, mereka akan lebih terpacu memperkuat Tim Nasional. Persoalan dan finansial kini tidak boleh lagi menjadi masalah. Tim Nasional harus solid, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lyon vs LOSC: Calvin Verdonk Masuk dari Bangku Cadangan, Sayang Timnya Kalah
Tim Nasional 2 Februari 2026, 00:01
LATEST UPDATE
-
Apakah Jeremy Jacquet Akan Jadi Virgil van Dijk Baru di Liverpool?
Liga Inggris 3 Februari 2026, 13:56
-
Kalau Nekat, MU Harus Bayar Segini untuk Bajak Cole Palmer dari Chelsea
Liga Inggris 3 Februari 2026, 13:39
-
Prediksi Susunan Pemain Barcelona Kontra Albacete, Flick Siapkan Rotasi
Liga Spanyol 3 Februari 2026, 13:24
-
Wayne Rooney: Alexander Isak Hancur di Liverpool Karena Salahnya Sendiri!
Liga Inggris 3 Februari 2026, 13:19
LATEST EDITORIAL
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06










