Kabar Terkini Skuad Timnas Indonesia Saat Juara Piala Pelajar Asia 1984: Ada yang Jadi Youtuber dan PNS!
Serafin Unus Pasi | 14 April 2025 09:59
Bola.net - Timnas Indonesia U-17 akan bertanding di babak perempat final Piala Asia U-17 2025 malam ini. Garuda muda mencoba untuk menorehkan sejarah baru di jagad sepak bola Asia.
Pencapaian terbaik Timnas Indonesia U-17 di kancah sepak bola Asia adalah menembus babak delapan besar Piala Asia U-17 2018 silam, sehingga anak asuh Nova Arianto ini ingin melampaui capaian tersebut. Namun tahukah Bolaneters, bahwa Indonesia pernah berjaya di level Asia pada level kategori umur?
Ya, kejadian itu terjadi di tahun 1984. Pada saat itu AFC sebagai konfederasi sepak bola Asia memiliki kompetisi bernama Piala Pelajar Asia yang merupakan cikal bakal dari turnamen Piala Asia kategori umur.
Pada saat itu, Timnas Indonesia U-17 ditangani oleh Omo Suratmo, Maryoto dan Bukhard Pape. Dalam kejuaraan yang digelar di India itu, Timnas Pelajar Indonesia sukses menghadirkan kejutan.
Mereka berhasil menembus babak final kejuaraan elit ini. Di partai puncak menghadapi Thailand, Frans Sinatra dkk berhasil membekuk Gajah Perang dengan skor 2-0.
Pada saat itu ada total 20 pemain yang dibawa Bukhard Pape ke India, dan sebagian di antara mereka kini masih berkarir di dunia sepak bola.
Bagaimana kabar mereka saat ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
I Made Pasek Wijaya
Pemain jebolan Timans Pelajar Indonesia yang memenangkan Piala Pelajar Asia 1984 Made Pasek Wijaya.
Made Pasek sempat mencicipi karir sebagai pesepakbola profesional. Ia sempat memperkuat sejumlah tim top Indonesia seperti Pelita Jaya Jakarta, Persegi Gianyar sebelum pensiun di tahun 2004 silam.
Sejak tahun 2008, ia terjun ke dunia kepelatihan, di mana ia sempat jadi asisten pelatih Pelita Jaya, Arema Cronus, dan Bali United. Sejak tahun 2019, ia dipercaya untuk menjadi pelatih Bali United U-18.
Frans Sinatra Huwae
Jebolan Timnas Pelajar Indonesia tahun 1984 berikutnya adalah Frans Sinatra Huwae.
Jebolan Diklat Ragunan itu mengawali karirnya di Pelita Jaya FC. Namun ia menghabiskan sisa karirnya untuk membela tim asal Kalimantan, Barito Putera.
Usai pensiun, ia terjun di dunia kepelatihan. Ia sempat menangani beberapa klub seperti Martapura FC dan PSCS Cilacap. Ia juga sempat menjadi Direktur Teknis Persiba Balikpapan dan Barito Putera.
Saat ini ia menjabat sebagai pelatih kepala Tim U-18 Barito Putera, dan ia sempat menjadi caretaker Barito Putera pada akhir 2024 silam saat Rahmad Darmawan 'cuti' dari Barito Putera.
Syamsuddin Battola
Nama besar berikutnya yang merupakan jebolan Timans Pelajar Indonesia tahun 1984 adalah Syamsuddin Batola.
Berkat penampilan apiknya di Piala Asia Pelajar itu, Syamsuddin direkrut oleh Pelita Jaya. Ia sempat bermain untuk PKT Bontang, namun namanya harum ketika membela PSM Makassar pada tahun 1994-2001 silam.
Usai pensiun, Syamsuddin juga menekuni jalur kepelatihan. Ia sempat menjadi pelatih kepala PSM Makassar di tahun 2021-2022, dan terakhir kali ia menangani Persewangi Banyuwangi sebelum ia berpulang karena kecelakaan lalu lintas di akhir 2024 kemarin.
Yudi Guntara
Bagi para Bobotoh, sosok Yudi Guntara merupakan salah satu ikon Persib Bandung di tahun 90-an. Ia juga merupakan jebolan dari Timnas Pelajar Indonesia yang juara di Piala Asia Pelajar 1984.
Berposisi sebagai gelandang, Yudi menjadi andalan di lini tengah Maung Bandung. Ia memainkan peran penting ketika membawa Persib menjuarai Perserikatan di musim 1993/94 silam.
Namun sayang karir Yudi Guntara tidak berlangsung lama. Ia terpaksa pensiun dari dunia sepak bola saat usianya masih 28 tahun akibat cedera lutut yang berkepanjangan.
Saat ini Yudi Guntara aktif menjadi Youtuber, di mana dalam siniarnya itu fokus membahas serba-serbi Persib Bandung.
Bonggo Pribadi
Legenda PSIS Semarang, Bonggo Pribadi juga merupakan jebolan Timnas Pelajar Indonesia 1984 silam.
Ia sempat berkarir di Pelita Bakrie dan Arseto Solo. Namun ia menutup karirnya bersama PSIS Semarang pada tahun 2005 silam.
Usai pensiun, ia sempat menjadi asisten PSIS dan sempat dipromosikan sebagai pelatih kepala PSIS. Ia juga sempat menagani Persikaba Blora, Perssu Sumenep, Blitar United.
Ia terakhir kali menangani Persiku Kudus di Liga 2 2024/2025.
Toyo Haryono
Sosok berikutnya yang merupakan jebolan Timnas Pelajar Indonesia di tahun 1984 adalah Toyo Haryono.
Nama Toyo Haryono dikenal sebagai salah satu legenda Timnas Indonesia. Didikan Diklat Ragunan ini berhasil membawa Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games 1991.
Saat ini Toyo Haryono fokus pada pembinaan usia muda. Pada tahun 2022 kemarin, ia mendirikan Sekolah Sepan Bola (SSB) Toyo Haryono yang beroperasi di Jakarta Timur.
Sudana Sukri
Jebolan Timnas Pelajar Indonesia di tahun 1984 itu adalah Sudana Sukri.
Berposisi sebagai gelandang bertahan, Sudana dibesarkan oleh klub Kramayudha Tiga Berlian. Setelah karir bermainnya selesai, ia memutuskan untuk terjun ke dunia kepelatihan yang berfokus pada pengembangan usia muda.
Terakhir kali, Sudana Sukri dipercaya menjadi asisten direktur teknik Persipasi Kota Bekasi.
Theodorus Bitbit
Papua selalu konsisten menjadi penyedia bakat-bakat terbaik untuk Timnas Indonesia. Di skuad Timnas Pelajar Indonesia tahun 1984, ada satu sosok asal Papua yang cukup tersohor, yaitu Theodorus Bitbit.
Theodorus mengawali karir sepakbolanya di Diklat Ragunan. Berposisi sebagai seorang bek, ia pernah memperkuat Arema Malang.
Seusai pensiun dari dunia sepak bola, Theo kini menjadi aparatur sipil negara di Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua.
Budiman Yunus
Budiman Yunus juga tercatat sebagai alumni dari Timnas Pelajar Indonesia yang menjuarai Piala Asia Pelajar 1984.
Lahir di Bandung, Budiman sempat memperkuat beberapa klub Bandung seperti Persib, Bandung Raya, dan Persikab. Ia juga pernah memperkuat Persija Jakarta, Persema, Persikabo, Persibat dan pensiun di Persidafon.
Usai pensiun, Budiman menekuni dunia kepelatihan. Ia pernah menjabat sebagai kepala akademi Persib, dan ia juga menjadi asisten Robert Alberts, Luis Milla di Persib.
Saat ini Budiman dipercaya menjadi direktur teknis SSB UNI.
Baca Juga:
Piala Asia U-17: Pemain Kunci Indonesia vs Korea Utara, Siapa yang Akan Menentukan?
Timnas Indonesia U-17 Punya Satu Keuntungan untuk Melawan Korut di 8 Besar Piala Asia U-17 2025, Apa Itu?
Timnas U-17 Indonesia vs Korea Utara: Waspadai Permainan Agresif Lawan
Nova Arianto Anggap Korut Lawan yang Kuat, tapi Timnas Indonesia U-17 Berusaha Semaksimal Mungkin ke Semifinal Piala Asia U-17 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ceko vs Afrika Selatan, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 20:20
-
Wow! FAM Pecat CEO dan Seluruh Staff Kepelatihan Timnas Malaysia
Tim Nasional 18 Juni 2026, 20:11
-
Diincar MU, Berlian Muda Barcelona Ini Siap Cabut ke Old Trafford?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:30
-
Gagal Latih MU, Ole Gunnar Solskjaer Bakal Latih Klub EPL Ini?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Kanada vs Qatar: Kemenangan Bersejarah Dibayangi Cedera Mengerikan
Piala Dunia 19 Juni 2026, 08:00
-
Kanada vs Qatar Berakhir 6-0, Klasemen Grup B Piala Dunia 2026 Memanas
Piala Dunia 19 Juni 2026, 07:23
-
Man of the Match Kanada vs Qatar: Jonathan David
Piala Dunia 19 Juni 2026, 07:15
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Korea Selatan 19 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 04:30
-
Man of the Match Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Johan Manzambi
Piala Dunia 19 Juni 2026, 04:15
-
Tempat Menonton Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 19 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 04:00
-
5 Prediksi Pra-Piala Dunia 2026 yang Kini Terlihat Kocak
Piala Dunia 19 Juni 2026, 02:05
-
Rahasia Lionel Messi di Balik Awal Gemilang Argentina
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:54
-
Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir Manuel Neuer Bersama Jerman
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:47
-
Ayah Lionel Messi di Bawah Pengawasan Medis
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:25
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







